Dokter Ungkap Cara Benar Konsumsi Kolagen agar Kulit Glowing

Dokter bagikan tips konsumsi kolagen agar kulit lebih glowing tanpa terganggu minuman kekinian.

Diterbitkan 28 Mei 2026, 08:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Tidak sedikit orang berharap kulit menjadi lebih glowing, kenyal, dan tampak awet muda setelah rutin mengonsumsi kolagen. Namun, untuk mendapatkan hasil yang optimal, penting memahami cara dan waktu konsumsi yang tepat.

Dermatologist, dr. Danar Wicaksono, M.Sc., Sp.DVE mengatakan bahwa waktu minum kolagen sebenarnya bukan faktor utama yang menentukan efektivitasnya. Menurutnya, hal yang paling penting justru terletak pada dosis kolagen yang dikonsumsi setiap hari.

"Dengan suplementasi atau penambahan kolagen ini, sebenarnya untuk waktunya kita nggak ada preference. Tapi yang kita pentingkan adalah dosisnya," ujar Danar.

Dia, menjelaskan, dosis kolagen yang umum digunakan untuk membantu mencapai target tertentu, termasuk membuat kulit tampak lebih glowing, berkisar antara 2.500 hingga 15.000 mg per hari.

"Jadi, selama kolagen yang kamu minum itu berada dalam range itu, harusnya memberikan manfaat yang bagus untuk kulit,” tambahnya.

Di kesempatan yang sama, Spesialis Kedokteran Fisik dan Rehabilitasi Medik, dr. Adrian Setiaji, Sp. KFR, AIFO-K menambahkan bahwa kolagen sebenarnya bisa dikonsumsi kapan saja sesuai kenyamanan masing-masing.

"Secara waktu sih nggak ada waktu khusus ya. Misalnya mau diminum pagi, habis sarapan, atau habis makan siang juga boleh," ujar Adrian.

Meski demikian, dia menyarankan agar konsumsi kolagen tidak dicampur dengan minuman seperti kopi atau matcha agar proses penyerapan nutrisi bisa lebih optimal.

"Dari beberapa jurnal, penyerapan kadang itu beberapa bisa berinteraksi. Berinteraksi itu nggak sampai bahaya, tapi lebih ngefek ke penyerapannya," tambahnya.

 

Jeda Waktu Minum Kolagen dan Kopi

Oleh sebab itu, Adrian menyarankan adanya jeda waktu antara konsumsi kolagen dan minuman lain seperti kopi atau matcha.

"Jadi mungkin kalau saran saya sih sebaiknya dipisah, supaya penyerapan dari konsumsi beda-beda itu juga lebih optimal," katanya.

Untuk jarak waktunya, Adrian menyebut bisa mengikuti waktu pengosongan lambung, yakni sekitar dua hingga tiga jam.

"Biasanya kita pakai waktu pengosongan lambung aja, sekitar 2-3 jam untuk step up ke ingredients berikutnya," ujarnya.

Sementara itu, Danar menjelaskan bahwa kandungan kafein dalam kopi maupun matcha memiliki efek antioksidan yang baik untuk tubuh, termasuk kesehatan kulit.

"Dari beberapa penelitian terkini, kita tahu bahwa kopi yang di dalamnya terdapat kafein, begitu juga kafein di dalam matcha, itu memiliki efek antioksidan yang bagus untuk kulit," katanya.

 

Batas Konsumsi Kopi

Meski begitu, konsumsi kopi tetap perlu dibatasi. Danar menyarankan agar konsumsi kopi tidak berlebihan demi mendapatkan manfaat antioksidan secara optimal tanpa menimbulkan efek lain bagi tubuh.

"Cuma memang kita ada batasannya antara 2 sampai 3 cup per hari untuk mendapatkan antioksidan itu," ujarnya.

Namun, keduanya sepakat bahwa hal yang paling perlu diwaspadai dari minuman kekinian bukanlah kandungan kafein atau matchanya, melainkan gula tambahan dalam jumlah tinggi.

"Tadi yang kita takutkan sebenarnya bukan kafein atau matcha-nya, tapi justru added sugar-nya. Jadi, kayak tambahan susunya, tambahan gulanya," kata Adrian.

Dia mengingatkan bahwa konsumsi gula berlebihan dapat berdampak buruk bagi kesehatan kulit dan membuat kulit tampak lebih kusam.

"Itu nggak akan bagus untuk kesehatan kulit, bikin kulitnya jadi tambah kusam," pungkas Adrian.