Elektrolit Tak Sekadar Pelepas Dahaga, Ini Fungsinya

Elektrolit ternyata bukan cuma untuk lepas dahaga, dokter ungkap fungsinya menjaga fokus dan energi tubuh.

Diterbitkan 19 Mei 2026, 16:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Banyak orang mengira elektrolit hanya dibutuhkan atlet atau orang yang habis berolahraga berat. Padahal, menurut Spesialis Gizi Klinik, dr. Diana Felicia Suganda, M.Kes, Sp. G.K, orang dengan aktivitas harian tinggi seperti pekerja kantoran, pengguna transportasi umum, hingga mereka yang sering terjebak macet juga bisa mengalami kekurangan elektrolit tanpa disadari.

Dia menjelaskan bahwa tubuh manusia sebagian besar terdiri dari cairan. Namun, cairan tubuh bukan hanya air biasa. "Tubuh kita ini unik, dan memang tubuh kita terdiri dari air, dari cairan. Justru 60 hingga 65 persen tubuh kita itu cairan," kata Diana dalam diskusi media bersama Coca-Cola Indonesia pada Selasa, 19 Mei 2026.

Menurutnya, cairan di dalam tubuh terdiri dari air dan elektrolit. Elektrolit inilah yang berperan penting menjaga berbagai fungsi tubuh agar tetap bekerja optimal.

"Cairan itu bukan air saja, cairan itu ada air dan elektrolit. Empat elektrolit terbesar dalam tubuh yang memegang peran penting itu natrium, kalium, kalsium, dan magnesium," tambahnya.

Apa peran elektrolit bagi tubuh manusia? Diana, menjelaskan, natrium dan kalium memiliki fungsi utama menjaga keseimbangan cairan di dalam dan di luar sel tubuh atau intracellular dan extracellular.

Keseimbangan tersebut sangat penting karena berpengaruh terhadap tekanan darah, fungsi sel, hingga kondisi tubuh secara keseluruhan.

"Kalau keseimbangannya terganggu, tensi bisa naik turun, bisa drop, jadi hipo atau bahkan hipertensi," ujarnya.

Sementara itu, kalsium tidak hanya penting untuk tulang dan gigi, tapi juga membantu fungsi otot dan tumbuh kembang tubuh.

Sedangkan magnesium berperan membantu relaksasi otot hingga membuat tidur lebih nyenyak. "Magnesium itu buat relaxing otot, bikin tidur lebih lelap," kata Diana.

 

Kenapa Sudah Banyak Minum Tapi Masih Lemas?

Tak sedikit orang merasa sudah cukup minum air putih, tapi tubuh tetap terasa lemas, sulit fokus, bahkan mudah kram. Menurut Diana, kondisi ini bisa terjadi karena tubuh kehilangan elektrolit.

"Bayangin kalau kita hanya minum air aja, tapi elektrolitnya tidak terganti. Jadi istilahnya malah seperti encer," jelasnya.

Dia menyebut kondisi tersebut dapat membuat fungsi tubuh tidak berjalan maksimal karena tubuh kekurangan natrium, kalium, kalsium, maupun magnesium.

Akibatnya, seseorang bisa mengalami tubuh lemas, keram otot, hingga sulit berkonsentrasi.

"Kadang kok nggak konsen ya? Nyampe kantor habis commute dua jam di perjalanan, kok blank. Itu salah satu tanda bahwa kita memang kurang," ujarnya.

Lebih lanjut Diana menyoroti gaya hidup masyarakat perkotaan yang sering berangkat pagi, menempuh perjalanan panjang, hingga kurang tidur sebagai faktor yang membuat tubuh mudah kelelahan.

Apalagi banyak orang menghabiskan waktu di ruangan ber-AC sehingga tidak merasa haus, padahal tubuh sebenarnya mulai mengalami dehidrasi ringan.

"Dehidrasinya belum tentu kita berasa haus. Kadang di AC adem, nggak haus, padahal sebenarnya sudah terjadi dehidrasi," katanya.

Selain itu, kondisi di transportasi umum yang padat dan panas juga dapat membuat tubuh kehilangan cairan lebih cepat.

Oleh sebab itu, menjaga keseimbangan cairan dan elektrolit menjadi penting untuk membantu tubuh tetap fokus dan bertenaga selama beraktivitas.

 

Pentingnya Memperhatikan Asupan Cairan

Diana juga mengingatkan pentingnya memperhatikan asupan harian, termasuk makanan dan minuman yang dikonsumsi. Menurutnya, tubuh merupakan investasi terbesar sehingga tidak boleh diisi sembarangan.

Dia menyarankan masyarakat mulai memilih makanan yang lebih sehat untuk mendukung kebutuhan tubuh sehari-hari.

"Tubuh kita ini adalah investasi terbesar kita. Jangan memasukkan sembarangan ke dalam tubuh," pungkasnya.