Prabowo Minta BRIN Percepat Riset Vaksin Malaria

BRIN targetkan pengembangan riset vaksin malaria bisa kelar dalam tiga tahun ke depan.

Diterbitkan 29 Oktober 2026, 14:50 WIB
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Presiden Prabowo Subianto meminta Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) mempercepat riset vaksin malaria. BRIN berharap pengembangan vaksin tersebut dapat selesai tiga tahun lebih cepat dari jadwal semula.

Kepala BRIN Arif Satria mengatakan, saat ini BRIN tengah mengembangkan empat kandidat vaksin malaria. Secara keseluruhan, terdapat sekitar lima hingga enam kandidat vaksin malaria yang dikembangkan di Indonesia.

“Bapak Presiden minta agar proses riset terkait dengan vaksin ini dipercepat. Dan, kita berharap dengan support dari Bapak Presiden terkait dengan vaksin ini, ini bisa kita percepat tiga tahun lebih cepat dari seharusnya,” kata Arif di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta pada Selasa (27/10/2026) usai menemui Presiden Prabowo Subianto.

Dalam pengembangan vaksin malaria, BRIN berkolaborasi dengan sejumlah pihak, antara lain Kementerian Kesehatan dan Bio Farma. Kolaborasi ini menjadi bagian dari upaya mengembangkan vaksin yang sesuai dengan kebutuhan Indonesia.

Arif menjelaskan, parasit penyebab malaria di Indonesia memiliki karakteristik yang beragam. Salah satunya adalah Plasmodium vivax, jenis parasit malaria yang hingga kini belum memiliki vaksin.

“Jadi kalau kita bisa produksi di Indonesia, ini bisa menjadi salah satu kontribusi Indonesia untuk dunia,” tutur Arif mengutip Antara.

Menurut Arif, Presiden Prabowo juga menekankan pentingnya kontribusi Indonesia bagi masyarakat dunia. Sebab, malaria tidak hanya menjadi persoalan kesehatan di Indonesia, tetapi juga di berbagai negara.

Dengan mempercepat riset dan pengembangan vaksin malaria, Indonesia diharapkan dapat berkontribusi dalam upaya global mengatasi penyakit tersebut.

Malaria dan Kasusnya di Indonesia

Malaria adalah salah satu jenis penyakit yang disebabkan oleh infeksi parasit. Parasit tersebut ditularkan melalui gigitan nyamuk terutama oleh nyamuk Anopheles.

Manusia dapat terkena malaria setelah digigit nyamuk yang terdapat parasit malaria di dalam tubuh nyamuk. Parasit tersebut masuk ke dalam tubuh manusia yang akan menetap di organ hati sebelum siap menyerang sel darah merah.

Penyakit ini banyak dijumpai di daerah tropis termasuk Indonesia. Malaria diinfeksikan oleh parasit bersel satu dari kelas Sporozoa, suku Haemosporida dan Plaspodium.

Infeksi pada manusia dapat disebabkan oleh satu atau lebih dari empat jenis Plasmodium yaitu P. Falciparum, P. Malariae, P. Vivax, dan P. Ovale. Jenis Plasmodium ini bermacam-macam dan akan berpengaruh terhadap gejala yang ditimbulkan serta pengobatannya mengutip laman Kemenkes

Indonesia punya komitmen menuju Indonesia Bebas Malaria 2030. Namun, hingga saat ini malaria masih menjadi tantangan kesehatan masyarakat, baik di tingkat global maupun nasional.

Hingga Juli 2026, Indonesia mencatat 346.866 kasus malaria. Sebanyak 414 kabupaten/kota atau sekitar 94,1 persen dari target kabupaten/kota tahun 2026 telah mencapai status eliminasi malaria.

Sementara secara global pada 2024 tercatat 282 juta kasus dengan 610 ribu kematian.