Liputan6.com, Jakarta - Siklus menstruasi merupakan rangkaian perubahan alami pada organ reproduksi perempuan yang dipengaruhi oleh hormon. Salah satu prosesnya adalah peluruhan lapisan dinding rahim (endometrium) yang keluar melalui vagina dalam bentuk darah dan jaringan. Proses ini terjadi ketika tidak ada kehamilan.
Dokter spesialis obstetri dan ginekologi, Upik Anggraheni, menjelaskan bahwa siklus menstruasi dihitung sejak hari pertama menstruasi hingga hari pertama menstruasi berikutnya.
Umumnya, siklus menstruasi berlangsung selama 24–34 hari, dengan rata-rata 28 hari.
Advertisement
Melansir Cleveland Clinic, siklus menstruasi terbagi menjadi empat fase, yaitu:
1. Fase Menstruasi
Fase ini ditandai dengan keluarnya darah menstruasi melalui vagina. Kondisi tersebut terjadi karena lapisan dinding rahim yang sebelumnya menebal untuk mempersiapkan kehamilan mulai meluruh ketika tidak terjadi pembuahan.
Perdarahan menstruasi umumnya berlangsung selama 3–5 hari. Namun, durasi 3–7 hari juga masih tergolong normal.
2. Fase Folikuler
Fase folikuler dimulai pada hari pertama menstruasi dan berakhir ketika ovulasi terjadi. Pada fase ini, kadar hormon estrogen meningkat sehingga lapisan dinding rahim kembali tumbuh dan menebal.
Selain itu, follicle-stimulating hormone (FSH) merangsang pertumbuhan folikel di dalam ovarium atau indung telur. Folikel merupakan kantung kecil yang berisi sel telur.
Seiring perkembangannya, salah satu folikel akan menghasilkan sel telur yang matang dan siap dilepaskan.
3. Fase Ovulasi
Ovulasi merupakan proses pelepasan sel telur yang telah matang dari ovarium. Proses ini dipicu oleh peningkatan hormon luteinizing hormone (LH).
Pada siklus menstruasi yang berlangsung selama 28 hari, ovulasi umumnya terjadi sekitar hari ke-14. Setelah dilepaskan, sel telur bergerak menuju rahim melalui tuba falopi atau saluran telur.
Pada fase ini, peluang kehamilan meningkat apabila sel telur bertemu dengan sperma.
4. Fase Luteal
Setelah ovulasi, tubuh memasuki fase luteal. Pada siklus menstruasi 28 hari, fase ini umumnya berlangsung sekitar hari ke-15 hingga hari ke-28.
Pada fase ini, kadar hormon progesteron meningkat untuk membantu mempersiapkan lapisan dinding rahim agar siap menerima sel telur yang telah dibuahi.
Jika sel telur berhasil dibuahi oleh sperma dan menempel pada dinding rahim, kehamilan dapat terjadi. Sebaliknya, jika tidak terjadi kehamilan, kadar hormon estrogen dan progesteron akan menurun.
Penurunan kedua hormon tersebut menyebabkan lapisan dinding rahim kembali meluruh. Proses inilah yang menandai dimulainya menstruasi dan berulangnya siklus menstruasi.
Berapa Lama Menstruasi Berlangsung?
Selain memahami siklus menstruasi, perempuan juga perlu memperhatikan durasi perdarahan yang dialami.
Upik menjelaskan, menstruasi umumnya berlangsung selama 2–9 hari. Jika perdarahan terjadi lebih dari sembilan hari, kondisi tersebut perlu diperiksa lebih lanjut untuk mengetahui penyebabnya.
Menurut Upik, ada sejumlah faktor yang dapat memengaruhi siklus dan durasi menstruasi, termasuk kondisi psikologis.
"Cek juga apakah sedang stres, sedang ujian dan segala macam hal lainnya bisa jadi penyebab," ujarnya.
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4949090/original/063678200_1726832428-Apel1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5558081/original/096705700_1776405688-cek_fakta_-_dana_bantuan_hindu.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9385829/original/024402600_1793271201-Screenshot_2026-10-29_174018.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5221825/original/025442000_1747374422-VaksinTb1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4543998/original/047876200_1692446166-monika-kozub-uO8M5lPXN8U-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5447736/original/015145700_1765962219-Vertical_500x656_-_SIXtainability.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9385978/original/063727200_1793288759-IMG-20261029-WA0009.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9385027/original/054806600_1793210212-WhatsApp_Image_2026-10-27_at_8.55.27_PM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9384251/original/014376200_1793163977-WhatsApp_Image_2026-10-26_at_16.11.48.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5193655/original/000476600_1745236051-ChatGPT_Image_Apr_21__2025__06_46_46_PM.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4058765/original/090496100_1655735658-Vaksinasi_Flu.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9381694/original/075241200_1792850777-IMG-20261023-WA0078.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9381185/original/054329400_1792762607-IMG-20261023-WA0048.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9360246/original/072582700_1790602854-1000446717.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9335798/original/047657000_1788064938-AI.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9379459/original/051652600_1792631921-WhatsApp_Image_2026-10-21_at_12.39.32.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9374953/original/008947000_1792115215-1.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5312560/original/060717400_1754968440-WhatsApp_Image_2025-08-12_at_09.48.53_5f3125cb.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9385706/original/016446800_1793265156-20261029_120035.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3335590/original/033473400_1609214645-sick-woman-with-hands-stomach-suffering-from-intense-pain.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2722165/original/021509800_1549469204-panitan-punpuang-1290597-unsplash.jpg)