Gejala Fatty Liver atau Perlemakan Hati

Liver atau hati adalah organ yang 'introvert' sehingga tidak menunjukkan gejala. Begini penjelasannya.

Diterbitkan 01 November 2026, 14:00 WIB
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Perlemakan hati atau fatty liver kerap tidak disadari oleh penderitanya. Kondisi ini bahkan bisa berlangsung tanpa keluhan berarti sehingga seseorang baru mengetahui adanya penumpukan lemak di hati setelah menjalani pemeriksaan kesehatan.

Dr. dr. Irsan Hasan, SpPD-KGEH, FINASIM, FACG menjelaskan, sebagian besar penderita fatty liver tidak mengalami gejala. Keluhan seperti mudah lelah, nyeri perut kanan atas, atau rasa tidak nyaman di area tersebut juga tidak selalu muncul.

"Sebagian besar tidak bergejala. Kalau mudah lelah, nyeri perut kanan atas, rasa tidak nyaman, itu enggak selalu ada (tidak selalu muncul gejala itu)," tutur dokter yang praktik di Eka Hospital MT Haryono Jakarta itu dalam temu media beberapa waktu lalu. 

Irsan mengibaratkan hati sebagai organ yang introvert. Gangguan pada organ ini tidak selalu langsung terasa karena jaringan hati sendiri tidak memiliki persarafan nyeri seperti bagian tubuh lainnya.

"Liver ini organ introvert. Kenapa liver tidak bergejala? Karena tidak ada saraf, jadi tidak ada nyeri," jelasnya.

Akibatnya, banyak orang justru mengetahui mengalami perlemakan hati setelah menjalani pemeriksaan laboratorium dan menemukan hasil yang menunjukkan kelainan.

Mudah Lelah Bisa Menjadi Salah Satu Keluhan

Meski sering tidak bergejala, rasa lelah kronis merupakan salah satu keluhan yang dapat dialami penderita fatty liver. Namun, gejala ini tidak spesifik dan sering kali menyerupai kelelahan biasa.

Hati memiliki lebih dari 500 fungsi penting bagi tubuh, termasuk menyimpan cadangan energi dalam bentuk glikogen, memproduksi protein, dan membantu membersihkan zat-zat dari aliran darah.

Ketika sel-sel hati dipenuhi penumpukan lemak, kondisi tersebut dapat memicu peradangan lokal. Peradangan ini melibatkan pelepasan zat-zat peradangan atau sitokin yang dapat memengaruhi tubuh dan menimbulkan sensasi lelah, lesu, serta kehabisan tenaga.

Meski demikian, mudah lelah tidak bisa langsung dianggap sebagai tanda perlemakan hati. Pemeriksaan medis tetap diperlukan untuk memastikan penyebabnya.

Irsan mengatakan fatty liver tidak boleh diabaikan karena penumpukan lemak yang dibiarkan bertahun-tahun akan memicu peradangan kronis yang perlahan menghancurkan sel-sel hati sehat dan mengubahnya menjadi jaringan parut (fibrosis). Jika tidak segera ditangani melalui perubahan gaya hidup, MASLD akan tambah parah secara bertahap dan dapat mengancam nyawa.

Kelompok Berisiko Fatty Liver

Lantaran tidak ada gejala maka orang dengan kondisi berikut perlu rutin memeriksakan kondisi kesehatan hati. Mereka adalah

● Penderita obesitas: Terutama individu yang memiliki penumpukan lemak di area perut.

● Penderita diabetes tipe 2 dan pradiabetes: Resistensi insulin adalah motor penggerak utama penumpukan lemak di hati.

● Pasien dengan dislipidemia: Memiliki kadar trigliserida yang tinggi dan kadar kolesterol baik (HDL) yang rendah di dalam darah.

● Penderita hipertensi: Tekanan darah tinggi sering berjalan beriringan dengan gangguan metabolik lainnya.

● Sering mengonsumsi minuman manis: Individu yang rutin mengonsumsi minuman kemasan tinggi gula atau fruktosa.