Punya Fatty Liver, Jangan Asal Konsumsi Herbal untuk Menyehatkan Hati

Salah satunya, pasien fatty liver tidak disarankan konsumsi produk herbal kurkumin atau kunyit.

Diterbitkan 28 Oktober 2026, 18:00 WIB
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Fatty liver atau perlemakan hati membuat seseorang perlu memperhatikan pola makan dan gaya hidup. Namun, banyak juga orang yang ingin menambahkan pengobatan herbal agar hati sehat. Namun, dokter ingatkan untuk hati-hati mengonsumsi produk herbal pada fatty liver.

Penasihat Pengurus Besar Perhimpunan Peneliti Hati Indonesia (PPHI), Dr. dr. Irsan Hasan, SpPD-KGEH, FINASIM, FACG, mengatakan sejumlah penelitian memang menunjukkan potensi kurkumin dalam memperbaiki kadar SGPT, salah satu enzim yang digunakan untuk menilai kondisi hati.

Namun, menurut Irsan, dosis kurkumin yang ideal untuk mendapatkan manfaat tersebut belum diketahui secara pasti. Bukti ilmiah mengenai kemampuannya memperbaiki fibrosis atau jaringan parut pada hati juga belum memadai.

"Kurkumin itu kan diteliti memang membantu liver membaik, tetapi dosisnya kita tidak pernah sampai menemukan kurkumin berapa yang ideal. Sampai hari ini, bukti kurkumin memperbaiki fibrosis juga belum memadai,” ujar Irsan dalam sesi media interview bersama Eka Hospital MT Haryono Jakarta pada Selasa (28/10/2026)/

Khusus pasien fatty liver, ia tidak menyarankan mengonsumsi produk herbal kurkumin karena efek lain dari kunyit adalah meningkatkan nafsu makan.

“Saya tidak menganjurkan pada fatty liver dengan SGPT naik. Kenapa? Karena kurkumin menambah nafsu makan, sementara pasien ini kan perlu diet (menurunakn berat badan),” jelasnya.

 

Apa Itu Fatty Liver?

Fatty liver atau perlemakan hati adalah kondisi penumpukan lemak berlebih di dalam sel-sel hati yang perlahan dapat mengganggu fungsi organ tersebut. Dalam dunia medis kondisi ini disebut dengan MASLD (Metabolic dysfunction-associated steatotic liver disease).

Irsan menjelaskan organ hati yang sehat secara alami memang mengandung sejumlah kecil lemak. Namun, ketika berat lemak sudah melebihi 5% hingga 10% dari total berat organ hati, kondisi tersebut secara medis diklasifikasikan sebagai fatty liver.

Fatty liver tidak boleh diabaikan karena penumpukan lemak yang dibiarkan bertahun-tahun akan memicu peradangan kronis yang perlahan menghancurkan sel-sel hati sehat dan mengubahnya menjadi jaringan parut (fibrosis).

Jika tidak segera ditangani melalui perubahan gaya hidup, MASLD akan tambah parah secara bertahap dan dapat mengancam nyawa.