Bukan Sekadar Olahraga, Dukungan Sosial Penting untuk Hidup Sehat

Dukungan keluarga dan komunitas membantu masyarakat mempertahankan gaya hidup sehat secara konsisten.

Diterbitkan 02 November 2026, 18:00 WIB
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Mulai dari berolahraga, menerapkan pola makan sehat, menjaga kualitas tidur, hingga mengelola stres, semakin banyak masyarakat yang menjadikan gaya hidup sehat sebagai bagian dari keseharian. Perhatian terhadap kesehatan pun kini tidak hanya mencakup kondisi fisik, tapi juga kesejahteraan mental dan emosional.

Hal ini terungkap dalam Herbalife Asia Pacific Wellness Culture Survey 2026. Survei tersebut menunjukkan bahwa masyarakat di kawasan Asia Pasifik, termasuk Indonesia, semakin memperhatikan berbagai aspek kesehatan.

Director & General Manager Herbalife Indonesia, Oktrianto Wahyu Jatmiko, mengatakan hampir tiga dari empat responden di Indonesia kini telah menerapkan berbagai aktivitas wellness.

Riset pasar yang lebih luas juga memperlihatkan tren serupa. Kualitas tidur, stres, dan kecemasan menjadi beberapa aspek kesehatan yang semakin mendapat perhatian masyarakat.

Sementara itu, kelompok orang dewasa juga mulai lebih memperhatikan aspek kesehatan lainnya, seperti kesehatan otak, kulit, dan keseimbangan hormon.

Meski kesadaran terhadap pentingnya wellness terus meningkat, muncul pertanyaan: apakah perhatian tersebut sudah benar-benar diikuti dengan penerapan gaya hidup sehat secara konsisten?

Masih Ada Kesenjangan antara Kesadaran dan Penerapan Wellness

Hasil survei yang sama menunjukkan masih adanya kesenjangan antara keinginan masyarakat untuk hidup sehat dan penerapannya dalam kehidupan sehari-hari.

Sebanyak tiga dari lima responden mengaku kondisi kesehatan fisik, mental, dan emosional mereka lebih baik dibandingkan tiga tahun lalu. Namun, tidak sedikit yang masih kesulitan mempertahankan kebiasaan sehat karena keterbatasan waktu dan motivasi.

Oktrianto menilai meningkatnya tren wellness belum sepenuhnya diikuti dengan peningkatan kondisi kesehatan masyarakat. Menurutnya, tantangan tersebut bukan semata-mata disebabkan oleh kurangnya kepedulian terhadap kesehatan.

"Hal ini bukan disebabkan oleh kurangnya kepedulian masyarakat, melainkan karena menjalani gaya hidup sehat dalam jangka panjang bukanlah hal yang mudah tanpa adanya sistem dukungan yang tepat, panduan yang realistis, serta motivasi yang berkelanjutan," katanya di Jakarta, Senin, 2 November 2026.

Dukungan Sosial Bantu Menjaga Gaya Hidup Sehat

Salah satu pendekatan yang mulai mendapat perhatian adalah social wellness, yakni upaya menjaga kesejahteraan melalui hubungan sosial dan interaksi dengan lingkungan sekitar.

Survei Herbalife menunjukkan bahwa sebanyak 74 persen responden Indonesia membutuhkan dukungan lebih besar untuk menjaga kesehatan fisik. Sementara itu, 71 persen membutuhkan dukungan untuk kesehatan mental dan 64 persen untuk kesejahteraan emosional.

Keterlibatan sosial dalam perjalanan wellness juga terlihat melalui berbagai aktivitas sederhana. Beberapa di antaranya adalah menyiapkan atau membawakan makanan sehat untuk orang lain serta berbagi pengalaman dalam menjalani gaya hidup sehat.

Selain itu, masyarakat perlu memiliki akses terhadap fasilitas dan ruang yang memungkinkan mereka menemukan lingkungan suportif. Hal ini dapat diwujudkan melalui aktivitas bersama, komunitas kebugaran, hingga ruang digital untuk saling berbagi pengalaman.

"Seiring semakin banyak masyarakat yang mencari dukungan, motivasi, dan keterhubungan dalam menjalani rutinitas wellness, masa depan kesejahteraan tidak hanya ditentukan oleh kedisiplinan pribadi, tetapi juga oleh komunitas yang hadir dalam kehidupan sehari-hari untuk membantu masyarakat menjaga motivasi, membangun kebiasaan yang lebih sehat, serta mempertahankannya secara berkelanjutan," pungkasnya.