Alergi Tak Selalu Disadari, Debu hingga Makanan Bisa Jadi Pemicu

Alergi tidak dapat disembuhkan tapi bisa dikendalikan.

Diterbitkan 02 November 2026, 09:00 WIB
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Bersin berulang, hidung gatal, hingga bentol kemerahan pada kulit bisa menjadi tanda alergi. Kerap dianggap sepele, alergi dapat dipicu berbagai faktor, mulai dari debu dan polusi udara hingga makanan tertentu. Mengenali gejala dan pemicunya penting agar alergi tidak terus kambuh dan dapat dikendalikan dengan tepat.

Dokter Mohammad Lukmanul Hakim Winugroho, SpTHT-BKL menyebutkan bahwa alergi berkaitan dengan respons imun yang tidak normal terhadap alergen.

“Secara sederhana, alergi adalah reaksi berlebihan dari sistem kekebalan tubuh terhadap zat tertentu yang disebut alergen,” ujarnya dalam tayangan IPB Pedia di Youtube IPB TV.

Lukman memaparkan, dalam bidang otolaringologi (telinga, hidung, dan tenggorokan/THT), terdapat tiga jenis rinitis, yaitu rinitis alergi, nonalergi, dan infeksi.

Rinitis alergi merupakan reaksi hipersensitivitas imunologis terhadap zat asing, sedangkan rinitis non-alergi dipicu oleh faktor seperti iritan lingkungan, efek samping obat, dan gangguan hormonal. Adapun rinitis infeksi disebabkan oleh virus, bakteri, atau jamur, dan biasanya disertai demam.

“Gejala alergi umumnya meliputi bersin, hidung tersumbat, serta gangguan pernapasan seperti sesak atau mengi. Pada kulit, alergi dapat muncul sebagai dermatitis atopik atau urtikaria dengan gejala gatal, ruam kemerahan, bentol, hingga kulit kering. Pemicunya beragam, mulai dari debu, serbuk sari, suhu dingin, hingga makanan dan bahan kimia tertentu,” urai Lukman. 

Dosen Fakultas Kedokteran dan Gizi IPB University ini mengatakan kerentanan seseorang terhadap alergi dipengaruhi faktor genetik dan lingkungan.

“Jika salah satu atau kedua orang tua memiliki riwayat alergi, maka risiko alergi pada anak akan menjadi lebih tinggi,” jelas Lukman.

Selain itu, paparan debu, tungau, bulu hewan, polusi udara, asap rokok, hingga infeksi berulang pada masa anak-anak turut meningkatkan risiko.

Faktor lain seperti stres, gangguan barier mukosa, serta pola makan rendah antioksidan dan asam lemak omega-3 juga berperan.

Alergi Tidak Bisa Disembuhkan

Alergi belum dapat disembuhkan sepenuhnya tapi alergi dapat dikendalikan. Langkah utama yang mesti dilakukan adalah mengidentifikasi dan menghindari pemicu, menjaga kebersihan lingkungan, serta meningkatkan daya tahan tubuh.

“Dengan mengenali pemicu alergi dan menerapkan pola hidup sehat, kita tidak hanya mencegah alergi kambuh, tetapi juga menjaga tubuh tetap nyaman dan produktif,” tuturnya.