Rahasia Ethan Jake Frans Menjaga Pola Makan hingga Tembus Wimbledon

Ethan Jake Frans ungkap rahasia menjaga pola makan hingga sukses mendapat undangan Wimbledon.

Diterbitkan 12 Juli 2026, 10:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Petenis muda Indonesia Ethan Jake Frans mencuri perhatian dunia tenis setelah resmi menerima undangan tampil di The Championships Wimbledon – Boys' 14&Under Singles. Pencapaian ini menjadi istimewa karena Ethan tidak lolos melalui jalur kualifikasi, melainkan mendapat undangan berdasarkan prestasi internasional yang telah diraihnya.

Di umur 14 tahun, Ethan kini menyandang status sebagai petenis nomor satu Asia kategori U14 dan masuk jajaran 10 besar dunia U14 versi UTR. Namun, di balik sederet prestasi tersebut, ada rutinitas yang dijalani dengan disiplin setiap hari, mulai dari membagi waktu antara sekolah dan latihan hingga menjaga pola makan serta kebugaran tubuh.

Meski menjalani jadwal latihan dan turnamen yang padat, Ethan menegaskan bahwa pendidikan tetap menjadi prioritas. Ia berusaha menyeimbangkan kewajiban sebagai pelajar dengan tanggung jawab sebagai atlet.

"Sejak kecil, orang tua saya selalu mengajarkan bahwa pendidikan itu sangat penting. Apa pun cita-cita atau profesi yang saya pilih nanti, pendidikan akan menjadi bekal yang berharga. Karena itu, meskipun saya menjalani latihan dan mengikuti banyak turnamen tenis, saya selalu berusaha membagi waktu dengan baik antara sekolah dan tenis," kata Ethan kepada Kesehatan Liputan6.com dalam sebuah kesempatan.

Ethan mengaku tetap menyempatkan diri belajar dan menyelesaikan tugas sekolah di sela-sela latihan tenis maupun latihan fisik bersama West Tennis Academy Jakarta.

"Saya belajar bahwa disiplin dan pandai mengatur waktu sangat penting agar saya bisa terus berkembang sebagai pelajar sekaligus atlet," tambahnya.

 

Rahasia Ethan Jake Frans Menjaga Pola Makan

Selain latihan, pola makan Ethan Jake Frans juga menjadi bagian penting dalam persiapannya menghadapi kompetisi internasional. Dia mengatakan, kondisi fisik yang prima tidak hanya diperoleh dari latihan keras, tetapi juga dari asupan nutrisi yang tepat dan proses pemulihan tubuh yang optimal.

Menurut Ethan, tim pelatih selalu memantau perkembangan kondisi fisiknya, termasuk proses recovery setelah latihan maupun pertandingan. Sementara itu, kebutuhan gizinya diatur oleh ahli gizi agar sesuai dengan intensitas latihan yang dijalani.

"Selain berlatih, saya juga mendapat pendampingan dari pelatih yang selalu memantau kondisi tubuh dan proses pemulihan (recovery) agar saya siap bertanding. Saya juga didampingi oleh ahli gizi yang membantu mengatur pola makan sesuai dengan kebutuhan latihan dan pertandingan," katanya.

Bagi Ethan, menjaga kesehatan memiliki peran yang sama pentingnya dengan meningkatkan kemampuan teknik di lapangan.

"Semua itu mengajarkan saya bahwa menjaga kesehatan dan kondisi tubuh sama pentingnya dengan berlatih agar bisa memberikan kemampuan terbaik di lapangan," tambahnya.

 

Dukungan Orang Tua Jadi Kunci

Kesuksesan Ethan juga tidak lepas dari dukungan keluarganya. Sang ibu, Wynne Prakusya, merupakan mantan atlet tenis nasional Indonesia yang memahami tantangan dunia tenis sejak usia muda.

Ethan mengatakan kedua orang tuanya selalu mengingatkan bahwa proses, disiplin, dan sikap jauh lebih penting dibandingkan sekadar hasil pertandingan.

"Papa dan Mommy adalah orang yang paling mengenal perjalanan saya sejak awal bermain tenis. Mommy, sebagai mantan atlet tenis Indonesia, sangat memahami apa yang saya rasakan ketika latihan maupun bertanding. Mereka selalu mengingatkan saya bahwa hasil pertandingan memang penting, tetapi proses, disiplin, dan sikap di dalam maupun di luar lapangan jauh lebih penting," ujar Ethan.

Selama menjalani rangkaian turnamen di Eropa, kedua orang tuanya juga terus mendampingi dan memberikan dukungan agar ia tetap fokus mengejar target di setiap pertandingan.

Partisipasi Ethan Jake Frans dalam rangkaian turnamen bergengsi di Eropa mendapat dukungan dari Mangkunegaran melalui inisiatif jangka panjang yang digagas K.G.P.A.A. Mangkoenagoro X untuk membina generasi muda Indonesia berprestasi, termasuk di bidang olahraga.

Ethan menjadi atlet pertama yang berada di bawah naungan program tersebut. "Ethan tidak sekadar bermain tenis. Dia menulis sejarah untuk dirinya, keluarganya, dan Indonesia. Diundang ke Wimbledon bukan melalui kualifikasi, melainkan karena dunia tenis mengakui kemampuannya. Itu adalah pencapaian yang tidak ternilai," ujar K.G.P.A.A. Mangkoenagoro X.

Dia menegaskan Mangkunegaran berkomitmen mendampingi atlet-atlet muda Indonesia agar mampu bersaing dan mengharumkan nama bangsa di tingkat internasional.

Dukungan kepada Ethan juga menjadi kelanjutan tradisi patronase Pura Mangkunegaran yang selama hampir tiga abad mendukung lahirnya generasi unggul, dan kini diperluas ke dunia olahraga.