Liputan6.com, Beijing - Sembilan kali digigit ular berbisa hingga kehilangan sebagian jari tidak membuat Chen Yuanhui berhenti melindungi spesies ular langka yang telah mengubah hidupnya.
Chen, yang kini berumur 77 tahun, dikenal sebagai 'Dokter Ular' karena selama puluhan tahun meneliti dan melindungi Mangshan pit viper (Protobothrops mangshanensis), spesies yang ditemukannya 37 tahun lalu.
Pria asal Provinsi Guangdong, China, itu bahkan harus kehilangan sebagian jari tengah tangan kirinya setelah mengalami gigitan kesembilan dari ular tersebut.
Advertisement
Chen lulus dari sebuah sekolah tinggi kedokteran di Provinsi Hunan pada umur 19 tahun. Dia kemudian bekerja di sebuah pusat penelitian gigitan ular.
Pusat tersebut berhenti beroperasi pada 1982. Namun, Chen tidak memilih melanjutkan karier konvensional di kota. Dia justru menetap jauh di Pegunungan Mangshan dan bekerja sebagai dokter yang menangani gigitan ular.
Pada 1984, Chen merawat seorang pekerja kehutanan yang digigit ular berbisa yang belum dikenalnya. Masyarakat setempat menjuluki ular itu 'naga hijau kecil'.
Ular tersebut memiliki tubuh berwarna kuning dan hijau, ekor putih, serta pola yang terlihat seperti kotak jika dilihat dari atas dan segitiga dari samping.
Chen menduga ular itu merupakan spesies yang belum pernah diakui secara resmi oleh komunitas ilmiah. Dia pun mulai mencarinya.
Setelah lima tahun, Chen mendapat informasi bahwa seorang pekerja menangkap sarang berisi 23 ular yang memiliki ciri-ciri serupa.
Tanpa memberi tahu istrinya, Chen menggunakan uang yang telah ditabung keluarganya selama tiga tahun untuk membeli lemari es, lalu menggunakannya untuk membeli ular-ular tersebut.
Setelah berkonsultasi dengan para ahli ular dari China dan Amerika Serikat, pada 1990 Chen secara resmi mengumumkan penemuan ular berbisa ke-50 di China dan menamainya Mangshan pit viper, seperti dikutip dari South China Morning Post pada Kamis, 9 September 2026.
Berhasil Kembangbiakkan 160 Ular
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2799007/original/062619700_1557236045-photo-1546421241-a36e7ccc558b.jpg)
Saat pertama kali ditemukan, hanya sekitar 200 Mangshan pit viper yang diperkirakan masih ada. Selama tiga dekade berikutnya, Chen mendedikasikan hidupnya untuk mempelajari dan melindungi spesies tersebut.
Dia bersama keluarganya tetap tinggal di rumah sederhana seluas 51 meter persegi. Di rumah itu pula Chen melakukan pengembangbiakan Mangshan pit viper.
Pada 1994, dia berhasil mengembangbiakkan spesies tersebut di penangkaran untuk pertama kalinya. Pada 2017, Chen juga berhasil menetaskan 10 ekor ular dalam kondisi yang dibuat menyerupai lingkungan alami.
Hingga 2022, Chen telah berhasil mengembangbiakkan 160 Mangshan pit viper. Seluruhnya kemudian dilepasliarkan ke kawasan cagar alam di pegunungan.
Menurut Chen, hingga kini jumlah Mangshan pit viper masih kurang dari 600 ekor. Spesies endemik China ini telah masuk kategori Endangered dalam Daftar Merah IUCN sejak 2011 dan juga dijuluki 'panda raksasa di dunia ular'.
Advertisement
9 Kali Digigit Ular
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4252264/original/022271200_1670385937-rigel-nbPF8nRm9Do-unsplash.jpg)
Dedikasi Chen terhadap ular tersebut bukan tanpa risiko. Dia telah sembilan kali digigit Mangshan pit viper. Setelah gigitan kedelapan, Chen bahkan menulis pesan terakhir untuk berjaga-jaga jika dirinya tidak selamat.
Pada gigitan kesembilan, Chen memilih memotret bekas gigitan untuk kepentingan dokumentasi ilmiah daripada memberikan pertolongan pertama pada menit-menit awal.
Dia kemudian tidak sadarkan diri selama tiga hari tiga malam. Chen akhirnya selamat, tapi kehilangan sebagian jari tengah tangan kirinya akibat bisa ular.
Meski demikian, Chen mengatakan dirinya tidak pernah menyesali jalan yang dipilihnya.
Kecintaannya terhadap ular membuatnya mendapat julukan 'Dokter Ular', 'Snake Immortal', hingga 'Snakeaholic'.
Kisahnya kembali menjadi sorotan setelah Museum Zoologi Nasional China mengecam seorang pria yang membiarkan dua anaknya bermain dengan spesimen Mangshan pit viper yang kemudian mengalami kerusakan.
Chen merupakan orang yang menyumbangkan spesimen tersebut. Dia mengaku patah hati dan bingung melihat orang dewasa membiarkan anak-anak bermain dengan spesimen berharga seperti mainan.
Menurut Chen, anak-anak mungkin belum memahami nilainya, tetapi orang dewasa seharusnya mengerti.
"Anak-anak tidak mengerti, tapi orang dewasa seharusnya mengerti," ujar Chen.
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9344863/original/068290600_1789009948-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-09-10T101118.035.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9337193/original/082818200_1788236451-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-09-01T111508.347.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9344627/original/053981100_1788955416-cek_fakta_soimah.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7669455/original/089727000_1780463646-Ahok_cek_fakta_dana_bantuan.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9338497/original/053890200_1788331537-francesco-mocellin-LHuAyKkbA9w-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5447736/original/015145700_1765962219-Vertical_500x656_-_SIXtainability.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1527841/original/075874300_1488787214-IMG_1488240797111.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9340277/original/096438600_1788499326-ChatGPT_Image_4_Sep_2026__12.19.35.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9342572/original/072108600_1788776192-WhatsApp_Image_2026-09-05_at_8.00.42_AM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3483161/original/088606400_1623749024-arnaud-mesureur-7EqQ1s3wIAI-unsplash_Fotor.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9341193/original/070615900_1788587329-photo_6116408067076329990_w.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9341187/original/034872500_1788587080-photo_6116408067076329991_w.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9339398/original/071195200_1788414214-1000851136.jpg.webp)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7750180/original/000394600_1780558306-1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9335175/original/002603900_1787916904-WhatsApp_Image_2026-08-28_at_12.31.39_PM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4653599/original/043466900_1700279714-WhatsApp_Image_2023-11-18_at_10.51.59.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9333784/original/020979700_1787807052-ChatGPT_Image_27_Agu_2026__11.59.05.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9343555/original/061181800_1788860307-nikoline-arns-rWFpxykk3QM-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9342071/original/068368600_1788749254-Generated_image_1__5___1_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4743418/original/024378300_1707969854-alora-griffiths-WX7FSaiYxK8-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4092109/original/054963100_1658127409-jerry-wang-jfnUC7s3iuw-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9304646/original/055505200_1784727995-IMG_2233.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4164091/original/082258500_1663638092-mufid-majnun-X4Hypm5HBfA-unsplash_1_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2782153/original/043243400_1555567136-photo-1449495169669-7b118f960251.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9342374/original/085919400_1788767568-online-marketing-hIgeoQjS_iE-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5336860/original/086580200_1756881158-brooke-cagle-oMtXGNw4ZEs-unsplash.jpg)