Punya Side Hustle sampai Kurang Istirahat Bisa Menguras Mental

Lelah fisik berkepanjangan yang tidak diatasi bisa berujung gangguan kecemasan.

Diterbitkan 16 Mei 2026, 12:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Kondisi ekonomi saat ini membuat sebagian orang melakukan pekerjaan sampingan atau side hustle demi menambah penghasilan. Namun, perlu diingat bahwa kelelahan fisik berkepanjangan yang tidak diatasi bisa berujung gangguan kecemasan.

Psikolog klinis Kasandra Putranto mengungkapkan saat menjalani dua pekerjaan membuat tubuh berada dalam kondisi stres berkepanjangan.

Tidak sedikit orang yang menjalani dua pekerjaan di tengah kondisi ekonomi saat ini. Misalnya pagi hingga sore bekerja di kantor lalu malam lanjut pekerjaan sampingan online shop. Ada juga yang Senin sampai Jumat kerja kantoran lalu pada akhir pekan bekerja sebagai ojek online.

Kondisi tersebut membuat waktu istirahat berkurang. Kasandra mengungkapkan kondisi lelah membuat sistem saraf tidak memiliki kesempatan untuk pulih. Alhasil hormon stres yakni kortisol menjadi tinggi.

Paparan stres kronis dapat mengganggu keseimbangan biologis tubuh dan berdampak langsung pada fungsi otak yang mengatur emosi. Alhasil individu menjadi lebih mudah cemas, tegang, dan sulit merasa aman secara psikologis.

Selain itu, kelelahan kronis juga meningkatkan kemampuan regulasi emosi dan menurunkan suasana hati secara konsisten. Kurang tidur dan beban kerja berlebih membuat individu lebih rentan mengalami pikiran negatif hingga kehilangan tenaga.

“Jika kondisi ini tidak diintervensi, kelelahan fisik yang awalnya tampak 'biasa' dapat berkembang menjadi gangguan kecemasan atau depresi dalam jangka panjang,” ujar Kasandra mengutip Antara.

 

 

Tips Tetap Waras Kerjakan Side Hustle

Penulis buku The Jerk-Free Workplace: How You Can Take the Lead to Create a Happier, More Inspiring Workplace, Michael Kerr mengungkapkan beberapa hal yang perlu diperhatikan saat jalani side hustle agar tetap waras:

1. Disiplin

Saat mengerjakan pekerjaan sampingan itu, Michael menyarankan untuk fokus pada aktivitas yang dijalankan. Disiplin mengenai waktu mulai dan berhenti bekerja sampingan.

"Luangkan waktu khusus untuk fokus, hindari semua gangguan, dan fokuslah pada hobi sampingan Anda. Jangan biarkan pekerjaan lain atau hal pribadi lainnya mengganggu," kata Michael mengutip Business Insider.

Pastikan Anda tidak terganggu dengan media sosial atau cek email karena aktivitas tersebut menguras waktu.

2. Tahu Kapan Puncak Performa Anda

Tahu kapan saja waktu terbaik untuk melakukan pekerjaan sampingan. Misalnya Anda suka bekerja di pagi hari, gunakan waktu sebaik mungkin untuk mengerjakan aktivitas sampingan di pagi hari.

"Jika Anda adalah tipe orang yang bangun pagi dan bekerja paling baik di pagi hari, maka rencanakan untuk bangun secara konsisten pada jam tertentu dan gunakan waktu itu untuk proyek sampingan Anda," kata Michael.

 

 

3. Istirahat Cukup

Banyak orang yang bekerja terlalu keras tapi lupa beristirahat. Namun, ingat untuk tidur cukup."Tahan godaan untuk bekerja terlalu keras jangan mengurangi waktu tidur!" kata Michael.

"Mengabaikan tidur hanya akan menciptakan lebih banyak stres, menyebabkan lebih banyak kecemasan, dan membuat Anda kurang produktif dan kreatif. Semakin banyak yang Anda kerjakan, semakin banyak Anda perlu mengisi ulang energi Anda agar tetap fokus," pesannya.

4. Realistis, Pastikan Punya Waktu Bareng Keluarga dan Teman

Michael mengatakan bahwa terkadang ada pekerjaan sampingan dengan nominal menarik tapi menyita waktu. Namun, ia mengingatkan tentang prioritas lantaran waktu yang terbatas.

"Kalau mau ada tambahan pekerjaan sampingan lagi berarti ada hal lain yang harus dikorbankan. Tapi realistis saja, jangan lupa Anda juga mesti punya waktu bareng keluarga dan teman-teman Anda," katanya.