7 Tanda Hubungan Tidak Sehat yang Disalahartikan sebagai Cinta

Kenali 7 tanda hubungan tidak sehat yang sering disalahartikan sebagai cinta dan perhatian.

Diterbitkan 27 Juni 2026, 14:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Banyak orang tidak menyadari bahwa hubungan yang tidak sehat sering kali dimulai dari hal-hal yang tampak biasa. Bahkan, beberapa perilaku yang sebenarnya merupakan bentuk kontrol dan manipulasi justru kerap dianggap sebagai tanda cinta, perhatian, atau rasa sayang.

Ketua dan Pendiri Lembaga Riset Health Collaborative Center (HCC), Dr. dr. Ray Wagiu Basrowi, MKK, FRSPH mengingatkan bahwa bahaya terbesar dalam hubungan tidak sehat bukan hanya saat kekerasan terjadi, melainkan ketika tanda-tanda awalnya sudah muncul tapi dianggap sebagai sesuatu yang normal.

"Yang paling berbahaya dari hubungan tidak sehat bukan saat kekerasan terjadi tapi saat tanda-tandanya sudah muncul namun dianggap sebagai bentuk cinta," ujar Ray.

Berikut tujuh tanda hubungan tidak sehat yang perlu diwaspadai.

1. Dijauhkan dari Keluarga dan Teman

Salah satu tanda awal hubungan yang tidak sehat adalah ketika pasangan mulai membatasi hubungan Anda dengan orang-orang terdekat.

Awalnya mungkin terdengar seperti perhatian, misalnya dengan mengatakan ingin menghabiskan lebih banyak waktu bersama atau mengkritik lingkungan pertemanan Anda. Namun, perlahan kondisi ini dapat membuat lingkaran sosial semakin sempit.

Padahal, isolasi sosial merupakan salah satu pola yang sering ditemukan dalam hubungan yang berisiko.

2. Pasangan Ingin Mengetahui Semua Aktivitas Anda

Menanyakan kabar pasangan adalah hal yang wajar. Namun, situasinya berbeda jika pasangan merasa harus mengetahui setiap detail aktivitas Anda.

Mulai dari lokasi terkini, siapa yang ditemui, siapa yang menghubungi, hingga meminta akses ke akun media sosial dan kata sandi pribadi.

Jika rasa ingin tahu berubah menjadi pengawasan yang berlebihan, kondisi tersebut patut diwaspadai.

3. Takut Mengatakan "Tidak"

Hubungan yang sehat selalu menghormati batasan pribadi masing-masing individu.

Sebaliknya, dalam hubungan yang tidak sehat, seseorang sering merasa takut menolak permintaan pasangan karena khawatir memicu kemarahan, ancaman, atau konflik.

Ketika perbedaan pendapat tidak lagi bisa disampaikan secara aman, itu merupakan tanda bahwa hubungan sedang berada dalam kondisi yang tidak sehat.

 

4. Kehidupan Berpusat pada Satu Orang

Tanda berikutnya adalah ketika seseorang mulai meninggalkan berbagai aspek penting dalam hidupnya demi pasangan.

Misalnya berhenti menjalani hobi, jarang bertemu teman, mengabaikan tujuan pribadi, atau kehilangan kesempatan untuk berkembang.

Hubungan yang sehat seharusnya mendukung pertumbuhan individu, bukan membuat seseorang kehilangan identitas dirinya.

5. Sering Merasa Bersalah Tanpa Sebab yang Jelas

Menurut Ray, kontrol psikologis sering dilakukan melalui berbagai bentuk manipulasi emosional.

Pelaku dapat membuat pasangannya merasa bersalah secara terus-menerus melalui teknik seperti guilt-tripping atau berpura-pura menjadi korban.

Akibatnya, korban merasa semua masalah dalam hubungan adalah kesalahannya, meskipun kenyataannya tidak demikian.

 

6. Ketakutan Lebih Besar daripada Kebahagiaan

Hubungan idealnya memberikan rasa aman dan nyaman. Namun, jika yang lebih sering muncul adalah rasa cemas, takut, dan waspada, kondisi tersebut tidak boleh dianggap sepele.

Seseorang perlu bertanya pada dirinya sendiri apakah hubungan yang dijalani lebih banyak menghadirkan ketenangan atau justru tekanan emosional.

Jika ketakutan mulai mendominasi, kesehatan mental dapat ikut terdampak.

7. Orang Terdekat Mulai Menyampaikan Kekhawatiran

Keluarga dan sahabat terkadang mampu melihat perubahan yang tidak disadari oleh orang yang sedang menjalani hubungan tersebut.

Oleh sebab itu, ketika banyak orang terdekat yang benar-benar peduli mulai menyampaikan kekhawatiran yang serupa, jangan langsung mengabaikannya.

"Kadang keluarga dan sahabat melihat perubahan yang tidak kita sadari. Jika banyak orang yang benar-benar peduli mulai menyampaikan kekhawatiran yang sama, penting untuk mendengarkan dan mengevaluasi hubungan secara objektif," pungkas Ray.

 
 
 
View this post on Instagram

A post shared by KOLABORASI SEHAT (@hcc.indonesia)