Liputan6.com, Jakarta - Anak-anak terutama di bawah lima tahun (balita) saat tidur kerap kali matanya tidak menutup sempurna. Ternyata ini kondisi yang normal pada anak kecil.
"Pada usia balita, dia proses tumbuh kembangnya belum sempurna. Kadang bola matanya agak lebih gede dibanding bentuk kelopak matanya. Jadi, kelopak matanya tidak menutup sempurna. Ini adalah hal yang wajar, biasanya aman," kata dokter spesialis mata Tri Wahyu dari RS Pondok Indah - Puri Indah Jakarta.
Advertisement
Kondisi bernama lagofthalmus ini membuat kelopak mata anak saat tidur agak sedikit terbuka sekitar 1-3 mm. Seiring usia anak bertambah di mana tengkorak wajah lebih besar, kelopak mata lebih lebar dan otot di kelopak mata lebih sempurna nanti akan menutup sempurna.
Namun, Tri mengatakan orangtua mesti waspada jika saat tidur mata anak yang terbuka agak lebar.
“Kalau kelopaknya hanya menutup sedikit, bagian putih mata masih terlihat banyak, atau sebaliknya bagian hitam mata masih terlihat, itu yang harus diwaspadai,” ujar pria lulusan program pendidikan dokter spesialis Ilmu Kesehatan Mata Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran itu.
Kondisi tersebut bisa dicurigai adanya gangguan neurologis atau gangguan saraf. Tidak hanya pada saraf mata, tetapi juga berpotensi berkaitan dengan saraf di otak.
“Sepengalaman saya, pernah ada pasien komplikasi campak. Anaknya tidak divaksinasi, kemudian terkena campak dan mengalami komplikasi di otak. Akhirnya terjadi kelumpuhan pada saraf wajahnya. Jadi, dia tidak bisa menutup mata dengan baik,” jelasnya.