Bakti Katarak JEC Purwokerto Bantu Warga Kembali Melihat

JEC Purwokerto dukung bakti operasi katarak PERDAMI untuk membantu lebih banyak warga kembali melihat.

Diterbitkan 15 Juli 2026, 16:39 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Klinik Utama Mata JEC ANWARI @ Purwokerto berpartisipasi dalam rangkaian Bakti Katarak JEC Purwokerto Bantu Warga Kembali Melihat yang menjadi bagian dari Bulan Bakti PERDAMI 2026. Program ini bertujuan memperluas akses layanan kesehatan mata bagi masyarakat yang mengalami gangguan penglihatan akibat katarak.

Mengusung tema 'Satu Hari Sejuta Harapan untuk Indonesia Kembali Melihat, One Doctor One Sight' kegiatan tersebut merupakan kolaborasi dengan Persatuan Dokter Spesialis Mata Indonesia (PERDAMI). Tak hanya menyediakan tindakan operasi, program ini juga mencakup skrining, pemeriksaan mata, pemeriksaan penunjang, operasi bagi pasien yang memenuhi syarat medis, hingga kontrol pascaoperasi.

Katarak sendiri merupakan kondisi ketika lensa alami mata menjadi keruh sehingga penglihatan tampak buram. Gejalanya berkembang secara bertahap, mulai dari pandangan berkabut, lebih sensitif terhadap cahaya, kesulitan melihat pada malam hari, hingga terganggunya aktivitas sehari-hari seperti membaca dan bekerja.

Masalah ini masih menjadi penyebab utama kebutaan di Indonesia. Berdasarkan hasil survei Rapid Assessment of Avoidable Blindness (RAAB) 2014–2016 yang dilakukan PERDAMI bersama Badan Litbangkes Kementerian Kesehatan RI di 15 provinsi, angka kebutaan pada penduduk berusia 50 tahun ke atas mencapai 3 persen. Dari jumlah tersebut, sekitar 81,2 persen disebabkan oleh katarak.

Padahal, kebutaan akibat katarak dapat ditangani melalui operasi. Dalam prosedur tersebut, lensa mata yang keruh diganti dengan lensa buatan atau intraocular lens (IOL) sehingga kualitas penglihatan pasien dapat kembali membaik. Perkembangan teknologi juga membuat operasi katarak semakin presisi dengan pilihan metode yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan setiap pasien.

Sebagai bagian dari jaringan JEC Eye Hospitals and Clinics, Klinik Utama Mata JEC ANWARI @ Purwokerto mendukung pelaksanaan bakti sosial ini sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat yang membutuhkan penanganan katarak. Kegiatan berlangsung pada 7–9 Juli 2026 dan melibatkan seluruh tahapan pelayanan sesuai standar medis untuk memastikan pasien memperoleh penanganan yang aman dan optimal.

 

Layanan Kesehatan Mata yang Lebih Mudah Dijangkau

Kepala Klinik Utama Mata JEC ANWARI @ Purwokerto, dr. Kukuh Prasetyo, SpM, ChM, (Hon.)FIOF, mengatakan, keikutsertaan pihaknya dalam Bulan Bakti PERDAMI merupakan bagian dari komitmen menghadirkan layanan kesehatan mata yang lebih mudah dijangkau masyarakat.

"Partisipasi Klinik Utama Mata JEC ANWARI @ Purwokerto dalam Bulan Bakti PERDAMI 2026 merupakan wujud kepedulian kami terhadap masyarakat yang mengalami gangguan penglihatan akibat katarak. Melalui kegiatan ini, kami berharap semakin banyak pasien yang mendapatkan kesempatan untuk kembali melihat dengan lebih baik, beraktivitas dengan lebih mandiri, dan menjalani hidup dengan kualitas yang lebih baik," ujar Kukuh.

JEC Eye Hospitals and Clinics sendiri telah hadir sejak 1984 dan memiliki pengalaman panjang dalam penanganan katarak di Indonesia. Selama lebih dari empat dekade, institusi ini telah menangani lebih dari 200.000 operasi katarak dengan layanan yang mencakup pemeriksaan, tindakan operasi, hingga pemulihan pasien. Pilihan teknologi yang digunakan pun beragam, mulai dari phacoemulsification hingga Femtosecond Laser-Assisted Cataract Surgery (FLACS).

Menurut dr. Kukuh, setiap pasien yang kembali mendapatkan penglihatannya memiliki kesempatan untuk menjalani hidup dengan lebih mandiri. Mulai dari membaca, bekerja, beribadah, mengenali wajah keluarga, hingga beraktivitas sosial dengan lebih percaya diri.

"Bagi kami, setiap pasien yang kembali melihat adalah harapan baru. Karena itu, kegiatan seperti ini tidak hanya menjadi layanan medis, tetapi juga bentuk dukungan nyata agar masyarakat dapat kembali menjalani aktivitas sehari-hari dengan lebih percaya diri," pungkas Kukuh.