Liputan6.com, Jakarta - Melewatkan sarapan karena tidak merasa lapar atau malas makan dapat berefek pada tubuh dengan cara yang berbeda-beda.
Melansir laman Verywell Health pada Selasa (21/7/2026), dampak tidak sarapan bisa berbeda setiap orang. Berikut beberapa dampak yang mungkin Anda rasakan ketika melewatkan sarapan setiap pagi.
Advertisement
1. Tubuh Terasa Lebih Lemas
Orang yang tidak sarapan cenderung merasa lemas dan tidak berenergi. Kondisi ini cukup sering dialami oleh orang yang baru mulai menjalani intermittent fasting.
2. Hormon Stres Meningkat
Skip sarapan di pagi hari dapat menyebabkan peningkatan kadar kortisol, yaitu hormon stres. Tubuh memproduksinya saat mengalami stres fisik atau emosional. Biasanya, kadar kortisol menurun di malam hari saat seseorang tidur.
3. Metabolisme Melambat
Tidak makan dalam jangka waktu lama dapat memperlambat metabolisme, di mana memengaruhi jumlah kalori yang dibakar tubuh sepanjang hari.
Saat asupan kalori dibatasi, metabolisme tubuh akan melambat demi menghemat energi. Hasilnya, penurunan berat badan menjadi lebih sulit.
4. Risiko Penyakit Jantung Naik
Melewatkan sarapan dapat meningkatkan risiko penyakit jantung. Orang yang melewatkan sarapan cenderung memiliki risiko lebih tinggi terkena aterosklerosis, yaitu kondisi penyempitan dan pengerasan pembuluh darah arteri.
Seiring waktu, aterosklerosis meningkatkan risiko serangan jantung dan stroke.
5. Perubahan Suasana Hati (Mood Swings)
Tidak makan dapat memicu rasa mudah marah dan perubahan suasana hati. Kadar gula darah yang rendah (hipoglikemia) dapat menyebabkan rasa mudah marah, kecemasan, dan kesulitan berkonsentrasi.
Sebuah penelitian menemukan bahwa wanita yang berpuasa selama 18 jam setiap hari merasa jauh lebih mudah marah dibandingkan saat mereka tidak berpuasa.
6. Makan Kalap di Siang dan Malam Hari
Melewatkan sarapan dapat membuat Anda makan lebih banyak pada waktu makan berikutnya.
Penelitian menunjukkan bahwa orang yang melewatkan sarapan cenderung menyantap makan siang dan makan malam dalam porsi lebih besar dibandingkan mereka yang rutin sarapan.
7. Kekurangan Nutrisi Penting
Orang yang skip sarapan berisiko mengalami kekurangan gizi. Berpuasa dalam jangka waktu lama dapat menyebabkan Anda melewatkan asupan nutrisi penting dan tidak mengonsumsi cukup kalori.
Oleh karena itu, intermittent fasting tidak dianggap aman bagi anak-anak, remaja, serta wanita hamil atau menyusui.
Para ahli ingatkan bahwa pola makan sebaiknya dilakukan dengan memastikan kebutuhan nutrisi harian tetap terpenuhi. Jika ingin melakukan program intermittent fasting, berkonsultasi dengan ahli gizi atau kesehatan untuk membantu menyusun pola makan sesuai kondisi tubuh dan tetap efektif.