Liputan6.com, Jakarta - Cedera ACL atau anterior cruciate ligament (ACL) lebih berisiko terjadi pada perempuan dibanding laki-laki. Bukan karena lemah tapi struktur anatomi tubuh membuat perempuanlebih rentan mengaali cedera pada salah satu ligamen utama penyangga lutut itu.
“Perempuan lebih berisiko karena memang dari antaomi tubuh, salah satunya karena bentuk panggul yang lebar,” ujar Christian.
Advertisement
Bentuk tersebut menyebabkan posisi lutut menjadi lebih condong ke dalam saat perempuan mendarat atau berputar. Hal ini meningkatkan tekanan pada ACL serta potensi cedera.
Selain itu, ada faktor kekuatan otot, dan pengaruh hormon sehingga lutut wanita lebih mendapatkan beban yang lebih besar.
Cedera ACL rentan terjadi pada wanita usia muda atau produktif. "Ini bukan karena yang muda lebih lemah tapi karena aktivitas fisiknya banyak," tutur dokter yang sehari-hari praktik di RS Pondok Indah - Puri Indah Jakarta ini dalam temu media pada Selasa (11/8/2026).
Silas menerangkan bahwa memang olahraga intensitas tinggi meningkatkan risiko cedera ACL. Terutama olahraga yang melibatkan gerakan lari, lari kemudian berhenti mendadak, lari zig-zag, pivot atau memutar lutut secara tiba-tiba ketika kaki jadi tumpuan utama.
"Apalagi sekarang ya makin banyak yang suka berolahraga seperti padel, basket, marathon," tutur Silas.
Cara Mencegah Cedera ACL
Meski ada risiko cedera ACL bukan berarti tidak berolahraga. Hal tersebut bisa dicegah dengan mempersiapkan tubuh sebelum pemanasan yang tepat sebelum memulai olahraga.
"Pemanasan atau warming up kan bikin badan jadi lebih siap, refleks juga jadi bagus," tuturnya.
Selain itu lakukan juga hal berikut untuk mencegah cedera ACL:
- Memperkuat otot kaki, paha, dan otot inti (core). Otot paha depan (quadriceps) membantu
meredam benturan. Otot paha belakang (hamstrings) dapat menyeimbangkan kestabilan sendi lutut.
Sementara otot core dapat menjaga postur dan keseimbangan tubuh.
- Latihan rutin dengan melakukan squat, lunge, dan glute bridge sebanyak 2–3 kali seminggu.
- Memperbaiki teknik mendarat atau mengubah arah saat bergerak.
- Latih koordinasi gerak dan keseimbangan kaki secara berkala.
- Mengurangi risiko saat pivot, yaitu memutar lutut secara tiba-tiba saat kaki menjadi tumpuan utama.
- Sebelum berolahraga, rutin melakukan pemanasan dinamis dan menggunakan perlengkapan yang sesuai, seperti menggunakan sepatu olahraga yang sesuai dengan jenis lapangan.