Kemenkes Renovasi Besar-Besaran 10 Ribu Puskesmas dan 441 RSUD Mulai 2027

Menkes Budi Gunadi Sadikin memaparkan rencana renovasi 10 ribu puskesmas, 514 labkesmas, dan revitalisasi 441 RSUD untuk pemerataan layanan kesehatan.

oleh Dimas Ramadhan WicaksanaDiterbitkan 15 Agustus 2026, 06:00 WIB
Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin soal pencegahan ebola di Indonesia, Jakarta (2/6/2026). Foto: Liputan6.com/Ade Nasihudin.

Liputan6.com, Jakarta - Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin mengungkapkan rencana renovasi dan revitalisasi besar-besaran terhadap fasilitas kesehatan di Indonesia. Pemerintah merencanakan renovasi bagi 10.000 puskesmas, 514 laboratorium kesehatan masyarakat (labkesmas), serta revitalisasi lanjutan bagi 441 Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD).

Rencana strategis tersebut dipaparkan oleh Budi dalam Konferensi Pers Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) dan Nota Keuangan Tahun 2027 di Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Kementerian Keuangan, Jakarta.

"(Arahan) Bapak Presiden adalah melakukan renovasi 10.000 puskesmas, 514 laboratorium kesehatan masyarakat di seluruh kabupaten/kota, serta revitalisasi lanjutan 441 RSUD di seluruh kabupaten/kota, sebagai tambahan dari 66 RSUD yang sudah dikerjakan mulai tahun 2025," ujar Budi dikutip Sabtu (15/8/2026).

Menkes Budi kemudian menjelaskan sederet kriteria fasilitas kesehatan yang menjadi sasaran program renovasi dan revitalisasi ini.

Khusus untuk puskesmas, sasaran utama mencakup puskesmas di wilayah kecamatan yang belum memiliki fasilitas tersebut, puskesmas dengan tingkat kerusakan berat, hingga kawasan padat penduduk yang melebihi rasio ideal standar satu puskesmas per 30 ribu penduduk.

"Serta puskesmas yang mengalami rusak berat akan kita renovasi, dan kita akan bangun baru di daerah yang belum memilikinya," kata Menkes.

Selain bangunan fisik, Kemenkes juga akan melengkapi sarana dan prasarana penunjang di puskesmas-puskesmas tersebut, mulai dari keandalan pasokan listrik, akses internet, hingga pengadaan unit ambulans.

"Diharapkan pada tahun 2029 atau 2030, sesuai target dari Bapak Presiden, seluruh program ini sudah harus selesai," tegas Budi.

Melalui program ini, puskesmas di seluruh pulau berpenghuni (inhabited islands) di Indonesia diharapkan memiliki standar layanan kesehatan yang merata.

 

Perkuat Sistem Surveilans dan Standar RSUD

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengatakan bahwa skrining atau penapisan hepatitis di Indonesia masih sangat rendah, yakni sekitar 10 persen, Jakarta (2/6/2026). Foto: Liputan6.com/Ade Nasihudin.

Sementara itu, untuk pembangunan laboratorium kesehatan masyarakat (labkesmas), Budi menerangkan bahwa fasilitas tersebut akan diperbaiki dan dilengkapi dengan peralatan canggih agar pemeriksaan kesehatan masyarakat dapat berjalan maksimal.

"Dengan demikian, kita juga membantu memperkuat sistem surveilans (surveillance system). Labkesmas ini akan kita bangun di kabupaten/kota yang belum memiliki dan kita renovasi bagi yang sudah ada," tuturnya.

"Sehingga nantinya seluruh kabupaten/kota akan memiliki sistem surveilans kesehatan yang canggih dan modern," sambung Budi.

Mengenai program revitalisasi RSUD, Budi menjelaskan bahwa 441 rumah sakit tersebut bakal melengkapi 66 RSUD yang sebelumnya telah masuk dalam program hasil terbaik cepat (quick win) Presiden.

"Rumah sakit-rumah sakit tersebut akan kita bangun dan revitalisasi sehingga seluruh kabupaten/kota nantinya memiliki standar layanan rumah sakit yang setara," pungkasnya.

Reporter: Dimas Ramadhan Wicaksana

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya