Serangan Jantung pada Usia Muda, Gejalanya Kerap Disangka Kelelahan

Dianggap sebagai kelelahan biasa membuat tak langsung segera mencari pertolongan serangan jantung.

Diterbitkan 29 September 2026, 20:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Serangan jantung bukan cuma terjadi pada orang tua. Anak muda juga bisa kena serangan jantung.

Dokter Nanda Iryuza SpJP, Subsp. KI (K) dari RS Pondok Indah - Pondok Indah Jakarta mengungkapkan kurangnya aktivitas fisik, pola makan tidak sehat, kebiasaan merokok, serta stres menjadi sejumlah faktor yang dapat meningkatkan risiko gangguan jantung.

"Gaya hidup tak sehat seperti kebiasaan merokok, kurang berolahraga,dan pola makan yang buruk (tinggi lemak jenuh, kolesterol, dan gula) dapat memperburuk kondisi jantung," kata Nanda.

Pada orang muda, gejala serangan jantung mirip dengan orang lanjut usia. Sayangnya, sering kali tidak dihiraukan dan dianggap sebagai kelelahan biasa sehingga tidak mencari pertolongan segera.

Nanda pun mengingatkan gejala khas serangan jantung yakni nyeri dada yang muncul secara tiba-tiba. "Nyeri biasanya terasa seperti dada tertekan atau tertindih benda berat," jelasnya lewat pesan tertulis.

Rasa nyeri juga dapat menjalar ke sejumlah bagian tubuh, seperti lengan kiri, ulu hati, leher, rahang, bahu, hingga punggung. Keluhan tersebut umumnya berlangsung lebih dari 20 menit dan dapat disertai sesak napas serta keringat dingin.

Ia pun mengingatkan bila mengalami gejala di atas untuk segera ke UGD terdekat untuk mendapatkan pertolongan segera. Lalu, jika ada yang memiliki obat sejenis Nitrat, dapat diberikan dengan cara diisap di bawah lidah pasien. Obat ini dapat diberikan ketika pasien tersebut dibawa ke rumah sakit.

 

 

Pengobatan Serangan Jantung

Sesampainya di UGD rumah sakit maka dokter akan segera melakukan serangkaian pemeriksaan. Jika tegak diagnosis serangan jantung maka pengobatan penyakit jantung koroner meliputi sejumlah tahapan. <ulai dari terapi pengobatan secaraoptimal, pemasangan stent/ring jantung atau drug coated balloon (DCB) pada kasus-kasus penyempitan atau penyumbatan pembuluh darah koroner, hingga bedah pintas arteri koroner atau yang sering disebut sebagai operasi bypass jantung apabila penyempitan pembuluh darah koronernya sudah terlalu banyak.

Setelah dilakukan penanganan, recovery pasca serangan jantung harus dilakukan secara bertahap agar proses pemulihan pasien berjalan dengan baik.

Latihan fisik bertahap yang bersifat aerobik, seperti jalan santai, joging, berenang, dan senam aerobik berperan penting dalam proses recovery jantung. Dengan melakukan uji latih jantung, seorang pasien dapat mengetahui olahraga apa yang boleh dilakukan dan yang tidak boleh dilakukan, karena masing-masing individu berbeda tingkat kebugarannya.