Gusi Ibu Hamil Lebih Mudah Berdarah, Apa Penyebabnya?

Perubahan hormon selama kehamilan menyebabkan rentan bikin jaringan gusi ibu hamil lebih sensitif.

oleh Benedikta DesideriaDiterbitkan 31 Oktober 2026, 06:58 WIB
Departemen Periodonsia Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Indonesia (FKG UI) mengedukasi ibu hamil seputar masalah gigi yang kerap terjadi.

Liputan6.com, Jakarta - Masa kehamilan diwarnai oleh berbagai perubahan fisiologis dan hormonal. Lonjakan hormon dalam tubuh tidak hanya memengaruhi kondisi fisik secara umum, tetapi juga berdampak langsung pada kesehatan jaringan pendukung gigi (periodontal).

Kondisi ini menyebabkan terjadinya gangguan jaringan gusi dan kegoyangan. Bahkan gigi lepas. Diantara kondisi tersebut yang kerap terjadi pada ibu hamil adalah gusi berdarah.

Kondisi yang disebut gingivitis gravidarum ini berkaitan dengan perubahan hormon selama kehamilan yang membuat jaringan gusi lebih sensitif. Gejala awal yang paling mudah dikenali adalah gusi yang gampang berdarah saat menyikat gigi.

Hal ini disampaikan Profesor Dr drg Sri Lelyati,, SpPerio Subsp. RPID(K) bersama drg Jelshagrysna Jessyella Rope dalam sesi edukasi yang dilakukan Departemen Periodonsia Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Indonesia (FKG UI) berkolaborasi dengan Puskesmas Kecamatan Kebon Jeruk, Jakarta Barat kepada puluhan ibu hamil pada Senin (26/10/2026).

Profesor Sri menekankan penyebab gusi mudah berdarah ini bukan cuma karena ada karang gigi tapi ada peran hormon kehamilan juga. 

"Kondisi radang ini bukan semata-mata dipicu oleh penumpukan bakteri atau karang gigi, melainkan akibat respons gusi yang berlebihan terhadap peningkatan hormon kehamilan, sehingga gusi lebih cepat mengalami peradangan bahkan pembengkakan," kata Prof Sri di Puskesmas Kebon Jeruk.

Maka dari itu, menjaga kebersihan gigi dan mulut tetap penting selama kehamilan. Ibu hamil perlu memperhatikan kebersihan rongga mulut dan tidak mengabaikan keluhan seperti gusi berdarah atau bengkak.

 

 

Ibu hamil di Puskesmas Kebon Jeruk juga menjalani pemeriksaan kebersihan gigi pakai metode Oral Hygiene Index-Simplified (OHI-S) untuk melihat keberadaan sisa makanan dan karang gigi oleh dokter gigi dari Departemen Periodonsia FKG UI.

Setelah mendapatkan edukasi, para ibu hamil di Puskesmas Kebon Jeruk juga menjalani pemeriksaan kebersihan gigi dan mulut menggunakan metode Oral Hygiene Index-Simplified (OHI-S) untuk melihat keberadaan sisa makanan dan karang gigi.

Pemeriksaan obyektif ini bertujuan untuk mengukur tingkat keberadaan debris (sisa makanan) dan kalkulus (karang gigi) pada rongga mulut peserta.

Hasil skrining OHI-S diharapkan menjadi tolok ukur awal kondisi kebersihan mulut ibu hamil sekaligus memicu kesadaran mereka untuk rutin merawat gusi dan gigi.

 

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya