Makin Banyak Perempuan Hamil di Usia 40-an, Dokter Ungkap Tantangannya

Hamil di usia 40-an termasuk kehamilan berisiko. Berikut yang harus diperhatikan ibu hamil.

Diterbitkan 28 Juli 2026, 18:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Di kehidupan modern kehamilan di usia 40-an kini semakin sering dijumpai. Fenomena ini sejalan dengan tren masyarakat modern yang menunda menikah sehingga kehamilan pun terjadi di usia yang tidak muda.  

"Fenomena ini sudah kami tangkap. Salah satu penyebabnya karena sekarang usia menikah di usia yang semakin matang. Banyak yang menikah di usia 30 atau 40 tahun jadi ya hamil di usia-usia tersebut," kata dokter spesialis obstetri dan ginekologi konsultan fertilitas endokrinologi reproduksi, Agus Heriyanto.

Meski bukan hal yang mustahil, Agus mengingatkan bahwa kehamilan pada usia 40 tahun ke atas tergolong kehamilan berisiko.

Selama kehamilan, tubuh mengalami berbagai perubahan, mulai dari perubahan hormon hingga meningkatnya beban pada otot dan persendian. Kondisi tersebut menjadi lebih berat ketika usia ibu sudah tidak lagi muda.

"Kehamilan itu kan selama sembilan bulan lebih ya. Itu bukan hal yang mudah," kata dokter yang praktik di Eka Hospital BSD ini dalam temu media pada Selasa (28/7/2026).

Kehamilan di usia tersebut juga meningkatkan risiko ibu hamil mengalami diabetes dalam kehamilan (diabetes gestasional), tekanan darah tinggi saat hamil, kelahiran prematur, hingga berbagai komplikasi lainnya juga meningkat pada usia yang lebih tua.

Maka dari itu, Agus menekankan perempuan yang hamil di usia 40-an disarankan menjalani pemeriksaan kehamilan secara rutin. Selain itu penting untuk menjaga pola makan bergizi seimbang, serta mengontrol kenaikan berat badan sesuai indeks massa tubuh (IMT) agar risiko komplikasi dapat ditekan.

 

 

 

 

 

Peluang Hamil di Usia 40-an

Kehamilan di usia 40-an memang bisa terjadi. Namun, perlu diketahui bahwa seiring bertambahanya usia jumlah sel telur dimiliki perempuan menipis.

Agus mengatakan penurunan sel telur sebenarnya mulai terjadi sejak usia sekitar 32 tahun. Setelah memasuki usia 37 tahun, penurunannya menjadi lebih tajam. Sementara itu, peluang untuk hamil akan semakin menurun ketika perempuan berusia di atas 40 tahun.

"Ini adalah proses alamiah yang tidak bisa kita lawan," katanya.

Selain faktor usia, Agus mengatakan kualitas kesuburan juga dipengaruhi berbagai faktor lingkungan. Paparan polusi udara maupun zat kimia pengganggu hormon (endocrine disrupting chemicals) diduga ikut memengaruhi kesehatan reproduksi.

Menurutnya, berbagai paparan tersebut dapat memicu peradangan dan mengganggu fungsi organ reproduksi sehingga peluang kehamilan menjadi lebih kecil.

Â