Wamenkes Benny: Investasi SDM Kesehatan Harus Jadi Prioritas

Wamenkes Benny menegaskan investasi SDM kesehatan menjadi kunci di tengah prediksi kekurangan 10 juta tenaga kesehatan dunia pada 2030.

oleh Benedikta DesideriaDiterbitkan 05 November 2026, 12:00 WIB
Wakil Menteri Kesehatan, Benjamin Paulus Octavianus bicara perlunya kerja sama antara negara-negara dalam investasi SDM kesehatan Indonesia. (Dok Kemenkes)

Liputan6.com, Jakarta - Wakil Menteri Kesehatan, Benjamin Paulus Octavianus mengatakan investasi sumber daya manusia kesehatan harus menjadi prioritas setiap negara. Menurutnya, tenaga kesehatan yang terlatih, terampil, dan berdedikasi merupakan fondasi utama dalam mewujudkan pelayanan kesehatan yang berkualitas.

“Kita memerlukan tata kelola yang lebih kuat, pendidikan kesehatan yang lebih baik, dan transformasi digital. Kita juga harus memperkuat kerja sama regional, berbagi pengetahuan, dan saling belajar dari pengalaman satu sama lain,” ujar pria yang karib disapa Benny lewat  rekaman video saat pembukaan Asia Pacific Action Alliance on Human Resources for Health (AAAH) di Bali pada Senin (2/11/2026).

Konferensi tersebut diharapkan dapat menghasilkan gagasan praktis dan komitmen nyata untuk membangun tenaga kesehatan masa depan. Indonesia, lanjutnya, siap memperkuat kerja sama dengan negara-negara di kawasan dalam menjawab berbagai tantangan pembangunan SDM kesehatan.

Di kesempatan itu, Ketua AAAH Anna Kurniati, yang juga menjabat sebagai Sekretaris Direktorat Jenderal Farmasi dan Alat Kesehatan Kemenkes mengatakan bahwa tenaga kesehatan saat ini menghadapi tantangan yang semakin kompleks. Mulai dari peningkatan populasi lanjut usia, tingginya beban penyakit tidak menular, munculnya penyakit infeksi baru, dampak perubahan iklim, hingga ketimpangan global.

Di sisi lain, kekurangan tenaga kesehatan diproyeksikan mencapai sekitar 10 juta orang pada 2030, terutama di negara-negara berpenghasilan rendah dan menengah.

“Kita perlu menindaklanjuti diskusi dan rekomendasi dengan kerja nyata untuk membangun tenaga kesehatan masa depan yang kompeten, tangguh, adil, dan berkelanjutan,” kata Anna di kesempatan yang sama.

 

Nakes dan Pasien Ada Hubungan Kepercayaan

Direktur Regional WHO untuk Pasifik Barat, dokter Saia Ma’u Piukala mengingatkan bahwa di balik setiap layanan kesehatan terdapat hubungan kepercayaan yang esensial antara tenaga kesehatan dan pasien. Ia menekankan pentingnya perlindungan dan dukungan bagi tenaga kesehatan, termasuk kondisi kerja yang layak, pengembangan karier, kepemimpinan, dan kesejahteraan.

“Saya dulu adalah seorang tenaga kesehatan, sebagai dokter bedah, dan saya paham betul apa artinya ketika seorang ibu membawa anaknya yang sakit kepada Anda dengan harapan sederhana bahwa Anda akan melakukan yang terbaik. Ia mempercayai Anda, dan kita tidak boleh merusak kepercayaan itu karena setiap pasien, setiap ibu, dan setiap anak berhak mendapatkan yang terbaik,” ungkap Saia.

 

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya