Diet ala Skandinavia Ini Diyakini Bisa Bikin Umur Lebih Panjang

Studi terbaru mengungkap diet ala Skandinavia berkaitan dengan umur panjang dan kesehatan tubuh secara menyeluruh.

Diterbitkan 11 Mei 2026, 11:25 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Diet Mediterania selama ini dikenal sebagai salah satu pola makan paling sehat di dunia. Namun kini, perhatian para peneliti mulai tertuju pada 'saudara' diet tersebut dari kawasan Skandinavia, yakni diet Nordik. Pola makan khas negara-negara Nordik ini diyakini dapat membantu seseorang hidup lebih lama.

Temuan tersebut berasal dari penelitian terbaru yang dipublikasikan dalam The Journal of Nutrition. Studi itu melibatkan lebih dari 76 ribu pria dan wanita di Swedia yang dipantau selama hampir dua dekade, seperti dikutip dari prevention pada Senin, 11 Mei 2026.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa orang yang paling konsisten menjalani pola makan Nordik memiliki risiko kematian 23 persen lebih rendah dibandingkan mereka yang pola makannya kurang sehat. Penurunan risiko itu mencakup berbagai penyakit, termasuk penyakit jantung dan kanker.

Juru bicara Academy of Nutrition and Dietetics, Melissa Prest, D.C.N., R.D.N., menjelaskan bahwa diet Nordik sebenarnya memiliki konsep yang mirip dengan diet Mediterania.

"Pikirkan diet Nordik sebagai saudara perempuan diet Mediterania dari Skandinavia. Bedanya, mereka lebih banyak menggunakan minyak kanola dibanding minyak zaitun, serta mengonsumsi buah beri lokal seperti blueberry dan lingonberry," kata Melissa.

Meski begitu, fondasi pola makannya tetap sama, yakni memperbanyak konsumsi sayuran, biji-bijian utuh, ikan, kacang-kacangan, dan polong-polongan, sambil membatasi gula, makanan olahan, serta daging merah.

Diet Nordik sendiri sebenarnya masih tergolong baru dikenal secara global karena baru resmi diperkenalkan pada 2023. Namun, berbagai penelitian mulai menunjukkan manfaat kesehatannya.

Menurut Melissa, pola makan Nordik dikaitkan dengan penurunan risiko penyakit jantung dan stroke, membantu mengontrol tekanan darah dan kolesterol, hingga menurunkan risiko diabetes tipe 2.

"Beberapa uji klinis juga menunjukkan diet ini dapat membantu sensitivitas insulin dan pengelolaan berat badan," ujarnya.

 

Diet Nordik adalah Pola Makan Ramah Lingkungan

Tak hanya baik untuk kesehatan tubuh, diet Nordik juga dirancang lebih ramah lingkungan karena mendorong konsumsi bahan pangan lokal dan minim proses.

Ahli gizi sekaligus penulis The Small Change Diet, Keri Gans, M.S., R.D.N., C.D.N., menilai salah satu kekuatan diet Nordik terletak pada pendekatannya yang tidak terlalu membatasi.

"Temuan ini penting karena menunjukkan bahwa pola makan secara keseluruhan, bukan satu nutrisi tertentu, berkaitan dengan kesehatan jangka panjang," kata Keri.

Dia, menambahkan, pola makan yang berfokus pada makanan utuh dan minim olahan memang terus dikaitkan dengan hasil kesehatan yang lebih baik.

Penelitian tersebut juga menemukan bahwa manfaat terbesar tidak datang dari satu jenis makanan tertentu, melainkan dari konsistensi menjalani pola makan sehat dalam jangka panjang.

Melissa menegaskan bahwa tidak ada peserta penelitian yang menjalani diet Nordik secara sempurna. Namun, perubahan kecil tetap memberikan dampak nyata bagi kesehatan.

"Kesempurnaan bukan tujuan utama. Bahkan perubahan sederhana dalam kebiasaan makan sudah dikaitkan dengan manfaat kesehatan yang nyata dan terukur," tambahnya.

 

Cara Menjalankan Diet Nordik

Oleh sebab itu, masyarakat tidak perlu langsung mengubah pola makan secara drastis untuk mulai mencoba diet Nordik. Ada beberapa langkah sederhana yang bisa diterapkan sehari-hari.

Mulai dari memperbanyak sayur dan buah dalam menu makan, mengganti nasi putih atau tepung olahan dengan gandum utuh seperti oat dan barley, hingga rutin makan ikan dua kali seminggu.

Ikan berlemak seperti salmon, makarel, dan sarden menjadi pilihan utama karena kaya omega-3 yang baik untuk kesehatan jantung.

Selain itu, kacang-kacangan dan biji-bijian juga dianjurkan sebagai camilan sehat, sementara konsumsi daging merah dan makanan olahan sebaiknya mulai dikurangi.

Meski hasil penelitian terlihat menjanjikan, para ahli mengingatkan bahwa studi ini masih bersifat observasional sehingga belum bisa membuktikan secara mutlak bahwa diet Nordik menjadi penyebab langsung seseorang hidup lebih lama.

Faktor lain seperti aktivitas fisik, kualitas tidur, dan kebiasaan merokok juga turut memengaruhi kesehatan seseorang.

Namun demikian, penelitian ini tetap memberi gambaran bahwa perubahan kecil yang dilakukan secara konsisten dapat membawa dampak besar bagi kesehatan tubuh dalam jangka panjang.

"Perubahan bertahap yang dilakukan secara konsisten akan memberikan hasil yang berarti seiring waktu. Bonusnya, pola makan ini juga lebih baik untuk lingkungan," pungkas Melissa.