Liputan6.com, Jakarta - Seorang influencer wanita asal Jepang berinisial A, 20 tahun, yang tinggal di Korea Selatan, meninggal dunia saat melakukan siaran langsung (live) di salah satu platform media sosial.
Mengutip ChosunBiz, Jumat (7/8/2026), A ditemukan setelah polisi menerima laporan mengenai seorang wanita yang diduga mencoba mengakhiri hidup di tempat tinggalnya di kawasan Hangangno-dong, Yongsan-gu, Seoul, Korea Selatan.
Berdasarkan laporan Yonhap News pada 5 Agustus 2026, panggilan tersebut diterima sekitar pukul 05.00 waktu setempat. Pelapor disebut merupakan seseorang yang mengaku sebagai rekan A.
Advertisement
Pelapor mengatakan bahwa A melakukan upaya mengakhiri hidup yang terlihat dalam siaran langsung di TikTok.
Kepolisian Yongsan masih melakukan penyelidikan untuk mengetahui kronologi dan penyebab pasti kejadian tersebut.
Di tengah proses penyelidikan, muncul informasi bahwa A sebelumnya mendapat kritik tajam hingga perundungan di media sosial atau cyberbullying. A juga diketahui merupakan penggemar boy group asal Korea Selatan, Enhypen.
Meski demikian, dugaan cyberbullying tersebut belum dapat dipastikan sebagai penyebab kejadian. Hubungan antara perundungan yang dialami A dan kematiannya masih membutuhkan pembuktian melalui penyelidikan kepolisian.
Cyberbullying dan Dampaknya bagi Kesehatan Mental
Kasus tersebut kembali menyoroti dampak cyberbullying terhadap kesehatan mental.
Melansir Verywell Health, cyberbullying atau perundungan maya merupakan penggunaan teknologi digital untuk menyakiti atau merugikan orang lain.
Perundungan dapat dilakukan melalui berbagai bentuk komunikasi digital, termasuk media sosial. Dampaknya pun tidak berhenti ketika seseorang meninggalkan layar ponsel atau komputer.
Korban cyberbullying dapat mengalami kesedihan mendalam, stres, kecemasan, hingga depresi. Dalam kondisi tertentu, dampaknya dapat memengaruhi hubungan sosial, aktivitas sehari-hari, sekolah, maupun pekerjaan.
Tanda Korban Cyberbullying
Perubahan perilaku dapat menjadi salah satu tanda seseorang sedang mengalami tekanan akibat perundungan di dunia maya.
Beberapa tanda yang perlu diperhatikan antara lain:
- Merasa tertekan dan cemas dalam waktu lama.
- Mengalami perubahan suasana hati atau gejala depresi.
- Menjadi lebih takut, mudah marah, atau tersinggung.
- Menarik diri dari lingkungan sosial.
- Menghindari aktivitas yang sebelumnya disukai.
- Mengalami penurunan performa di sekolah atau pekerjaan.
- Mengalami masalah dalam hubungan dengan keluarga dan teman.
- Mengalami gejala stres pascatrauma.
- Melakukan tindakan menyakiti diri.
- Menyalahgunakan obat atau zat tertentu.
- Memiliki pikiran atau melakukan percobaan bunuh diri.
Tanda-tanda tersebut tidak selalu berarti seseorang menjadi korban cyberbullying. Namun, perubahan yang berlangsung terus-menerus patut diperhatikan, terutama jika disertai tekanan emosional yang berat.
Mengapa Seseorang Melakukan Cyberbullying?
Ada berbagai alasan seseorang melakukan perundungan di dunia maya.
Salah satunya berkaitan dengan kondisi psikologis dan kemampuan seseorang dalam mengelola emosi. Dalam situasi tertentu, kurangnya empati dapat membuat seseorang mengabaikan dampak perkataannya terhadap orang lain.
Faktor lainnya adalah pengalaman menjadi korban perundungan. Seseorang yang sebelumnya pernah dirundung dapat melampiaskan kemarahan kepada orang lain sebagai upaya mendapatkan kembali rasa kendali.
Selain itu, rasa terisolasi dan kesepian juga dapat mendorong seseorang melakukan perilaku negatif di media sosial sebagai cara mendapatkan perhatian atau respons dari lingkungan.
Cyberbullying bukan sekadar masalah di dunia maya. Dampaknya dapat dirasakan secara nyata oleh korban dan berpengaruh terhadap kesehatan mental.
Oleh sebab itu, perubahan perilaku dan kondisi emosional seseorang setelah mengalami perundungan perlu diperhatikan. Dukungan dari keluarga, teman, maupun tenaga profesional dapat membantu korban menghadapi tekanan dan mendapatkan pertolongan yang sesuai.
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9296218/original/017054600_1784007463-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-07-14T123701.052.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5566966/original/026954400_1777262107-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-04-27T105347.703.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4012159/original/035865800_1651313935-20220430-_Gerbang_Tol_Cikampek-3.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8672103/original/092674300_1782711428-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-06-29T123620.816.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4656894/original/031313400_1700545747-eric-ward-akT1bnnuMMk-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9319287/original/095975700_1786232079-Dokter_Tiwi_RS_Bunda.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4457748/original/071069700_1686193850-angiola-harry-nJv6xnlpNaA-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3250266/original/065086400_1601184533-20200927-Ambulans-5.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4752970/original/044544400_1708917243-kenny-eliason-5ddH9Y2accI-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9319158/original/072788900_1786189125-Menkes_makan_kimpul.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4478040/original/079817700_1687486022-towfiqu-barbhuiya-J6g_szOtMF4-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5341168/original/053339500_1757305951-keren-fedida-YtvItJoIREk-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8259237/original/020699900_1781492590-charles-chen-hDkEPjvY4lE-unsplash.jpg)