Menkes Soroti Natrium Kecap Manis, Begini Penjelasan Ahli

Menkes soroti natrium kecap manis. Ahli gizi jelaskan risiko dan cara aman mengonsumsinya.

Diterbitkan 26 Juni 2026, 15:02 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Belum lama ini, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin membagikan video soal kecap manis di Instagram pribadinya, @bgsadikin. "Kecap manis, manis kan, ya? Tapi yang lu harus hati-hati itu bukan gulanya. Saya tuh tidak menyangka bahwa kecap manis ini sangat tinggi natriumnya," kata Budi dalam video singkat dikutip pada Jumat (26/6/2026).

Dia, menambahkan, satu sendok makan kecap manis mengandung 350 hingga 500 mg natrium. "Tahu enggak lu, satu sendok makan kecap manis itu isinya 350 sampai 500 mg natrium. Batasan WHO (Organisasi Kesehatan Dunia) per hari adalah 2000 mg," tambahnya.

Lebih lanjut, Menkes, menjelaskan,"Jadi, empat sendok makan ini udah lewat, kita enggak boleh makan kecap lagi. Kalau natriumnya tinggi, pelan-pelan tekanan darahnya akan semakin tinggi."

Terkait video ini, ahli gizi Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan (FK-KMK) Universitas Gadjah Mada (UGM), Dr. Toto Sudargo, M. Kes, memberikan apresiasi atas materi yang disampaikan.

Menurut Toto, kecap memiliki kadar natrium yang tinggi karena tahapan-tahapan dalam proses pengolahan kecap itu sendiri. Yang mana awalnya merupakan bahan mentah kedelai hingga akhirnya menjadi bahan penambah rasa makanan melalui proses pemasakan dan fermentasi. Tahapan fermentasi pun perlu digarami.

"Karena kecap itu kan dibikin secara bertahap dari mulai bahan mentah sampai akhirnya menjadi bahan tambahan makanan yang prosesnya secara bertahap dari mulai pemasakan, fermentasi, dan sebagainya. Untuk pengawetnya, tetap digarami," kata Toto dalam keterangan resmi yang diterima Kesehatan Liputan6.com pada Kamis (25/6/2026).

Kurangi Kadar Natrium dengan Sayur dan Buah

Sebetulnya, sambung Toto, makan soto dengan tambahan kecap cenderung aman. Asalkan, soto tidak hanya diisi dengan kuah kaldu dan daging sapi maupun ayam, tetapi juga terdapat sayuran, seperti tomat, kol, dan daun seledri. Soto tersebut menjadi seimbang karena ada pelengkap sayur-sayurannya.

"Kadang-kadang remaja sekarang atau orang-orang sekarang bilang (pesan) soto tapi hanya daging sama air sama kuah. Itu kan kadang sebenarnya kecapnya dikasih banyak. Itu yang menyebabkan komposisi soto menjadi tidak seimbang," katanya.

"Padahal dengan tambahan kol, ada daun seledri, tujuannya adalah menyeimbangkan komposisi zat gizi yang ada," tambahnya.

Menurutnya, adanya sayuran dan buah-buahan dalam makanan dapat mengurangi kadar natrium di dalamnya. Sebab, sayur dan buah bersifat mereduksi bahan-bahan yang berbahaya bagi tubuh.

Toto juga menegaskan bahwa natrium tetap diperlukan tubuh untuk menjaga keseimbangan elektrolit sehingga jika zat tersebut tidak seimbang, tubuh tidak bekerja dengan baik.

Sebab tubuh manusia membutuhkan makronutrien, seperti karbohidrat, protein, dan sebagainya, dan mikronutrien, seperti vitamin dan mineral.

Cara Konsumsi Kecap agar Tak Ganggu Kesehatan

Melihat kecap sudah menjadi bumbu pelengkap yang ada di masyarakat Indonesia atau bahkan sudah melekat di dalam kuliner nusantara, Toto mengimbau masyarakat tetap mengonsumsinya dalam batas wajar. Dia, menyebutkan, satu sendok makan kecap dalam makanan sudah tergolong ideal.

"Jadi, batasannya menurut saran saya, minimal maksimal adalah satu sendok saja. Itu yang paling aman. Karena kecap ini sebagai tambahan, kadang hari ini makan, besok tidak, lusa makan. Jadi, tidak selalu ditambahkan kecap," ujarnya.

Meski demikian, Toto menegaskan mengonsumsi makanan yang tinggi natrium tidak serta-merta langsung menimbulkan penyakit, tetapi terdapat proses panjang yang efeknya dirasakan beberapa tahun ke depan.

"Bagaimana pun, kebiasaan memakan makanan tinggi natrium itu dapat memicu tekanan darah tinggi," tambahnya.

Toto menyampaikan saran kepada seluruh penikmat kuliner atau masakan yang menggunakan bumbu kecap agar tidak mengonsumsi kecap secara berlebihan.

"Apakah kecap itu berbahaya? Kalau dikonsumsi banyak, berbahaya, tetapi kalau kita bijak inshaAllah enggak. Silakan kecap dikonsumsi, tapi tidak berlebihan," ujarnya.

"Enggak usah takut dengan makan kecap, enggak usah. Kalau kita makannya itu seimbang tadi, misalnya dengan menambahkan sayur dan tidak berlebihan, pasti akan aman, tetap akan sehat," pungkasnya.