Menkes Buka Data: 112 Juta Warga Indonesia Masih Kurang Gizi

Menkes Budi Gunadi Sadikin mengungkapkan urgensi Program Makan Bergizi Gratis (MBG) untuk mengatasi persoalan gizi buruk.

Diterbitkan 30 Juli 2026, 11:26 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin mengingatkan bahwa kekurangan gizi dan stunting masih menjadi persoalan serius di Indonesia.

Hal itu disampaikan Menkes Budi usai mengikuti Rapat Koordinasi Terbatas (Rakortas) Tingkat Menteri Penyelenggaraan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kantor Kemenko Pangan, dikutip Kamis (30/7/2026).

"Yang ingin saya sampaikan, nomor satu di mata Kementerian Kesehatan, masalah gizi adalah salah satu masalah utama kesehatan nasional," ujar Menkes Budi.

Budi menjabarkan, berdasarkan data Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) 2024, terdapat sekitar 112 juta masyarakat Indonesia yang masih mengalami masalah kekurangan gizi.

"Data Susenas 2024 dengan sekitar 1,5 juta sampel menunjukkan adanya kekurangan gizi. Jadi, kalau satu desil itu 10 persen atau 28 juta jiwa, maka 4 desil berarti ada lebih dari 100 juta masyarakat Indonesia yang kekurangan gizi. Tepatnya ada 112 juta lebih," terang Menkes.

Menurut Budi, angka stunting di Indonesia masih berada di kisaran 20 persen dari total 25 juta anak-anak yang berdampak langsung pada masa depan mereka.

" Stunting kita berada di kisaran sedikit di bawah 20 persen. Kalau 20 persen dari 25 juta anak, angkanya cukup besar. Ini menunjukkan mereka kekurangan gizi, dan persoalan gizi ini sangat berpengaruh bagi masa depan mereka," paparnya.

Bahkan, Menkes menambahkan bahwa berdasarkan hasil Cek Kesehatan Gratis (CKG), indikasi kekurangan gizi juga banyak ditemukan pada anak usia sekolah menengah.

"Hasil Cek Kesehatan Gratis kita sudah keluar. Sampai tingkat SMA, sebagian besar anak-anak masih mengalami gizi kurang. Ada catatan sedikit, yang mengalami gizi lebih juga ada, terutama usia SMA ke atas dan dewasa di kawasan perkotaan. Itu juga tidak baik, tetapi sebagian besar kasusnya masih gizi kurang," jelasnya.

Oleh karena itu, Menkes Budi menekankan krusialnya keberlanjutan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) untuk pemenuhan gizi anak-anak di seluruh Indonesia.

"Saya tekankan, program MBG ini sangat bagus dari kacamata Kementerian Kesehatan. Program Bapak Presiden ini sangat bagus dan penting," tegas Menkes Budi.

Â