Orang Dewasa Obesitas di Inggris Meningkat, Ini Penyebabnya

Sejumlah faktor mendorong jumlah penduduk yang mengalami obesitas meningkat di Inggris.

Diterbitkan 08 Agustus 2026, 18:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Saat ini, ada 14 juta orang dewasa yang dikategorikan mengalami obesitas, meskipun berbagai pimpinan pemerintahan di Inggris secara berturut-turut telah meluncurkan 14 strategi penanganan obesitas yang berbeda selama tiga dekade terakhir.

Mengutip BBC, Sabtu (8/8/2026), seiring jumlah penduduk yang mengalami obesitas itu meningkat menghadirkan pertanyaan apa penyebab kenaikan? Lalu apakah ada langkah yang bisa diambil untuk mengatasinya?

Berdasarkan analisis terbaru dari King’s Fund pada 1993, 15% dari populasi orang dewasa di Inggris, mereka yang berusia 16 tahun ke atas mengalami obesitas. Sementara angka itu mencapai rekor tertinggi sebesar 30% pada 2024.

Analisis mereka menunjukkan tingkat obesitas meningkat paling meningkat pada kelompok usia 16-24 tahun, sebanyak 18% dari kelompok ini dikategorikan mengalami obesitas atau obesitas parah pada 2024, dibandingkan dengan hanya 6% pada 1993.

Dengan memperhitungkan perubahan jumlah populasi, ini berarti terdapat satu juta orang dewasa muda di Inggris yang mengalami obesitas. 700.000 lebih banyak dibandingkan jika tingkat obesitas tidak meningkat selama tiga dekade terakhir.

Peneliti Senior Bidang Kesehatan Masyarakat di King’s Fund Dave Buck menuturkan, peningkatan ini jelas mengkhawatirkan. Ia menuturkan, pemerintah pandai bicara tetapi kurang dalam tindakan nyata untuk mengalami masalah obesitas.

“Analisis ini memperlihatkan besarnya kegagalan dalam mengambil langkah yang diperkukan untuk menangani bom waktu obesitas ini,” ia menambahkan.

Mengapa Tingkat Obesitas Meningkat?

Ada beberapa faktor di balik peningkatan obesitas, termasuk perubahan pola makan dan harga pangan selama 30 tahun terakhir. Sektor jasa atau pekerjaan “kerah putih”, kini memegang porsi lebih besar dalam perekonomian. Sementara itu, terjadi penurunan pada sektor manufaktur tradisional dan pekerjaan “kerah biru” lainnya, seperti pekerjaan yang mengandalkan tenaga fisik.

 

Minim Aktivitas Fisik

Hal ini berarti semakin banyak orang menjalani pekerjaan kantor yang minim aktivitas fisik, sehingga mereka menghabiskan lebih banyak waktu untuk duduk daripada bergerak.

Harga pangan juga telah turun sejak 1990-an, sebagian karena meningkatnya persaingan antar-jaringan supermarket besar serta menjamurnya gerai makanan cepat saji dan layanan pesan-antar makanan ke rumah.

Buck mengatakan kepada BBC, perubahan-perubahan ini membuat orang "jauh lebih mudah untuk mengonsumsi makanan secara berlebihan atau dengan cara yang dapat menambah berat badan".

"Berkat layanan pesan-antar, kini sangat mudah dan praktis untuk memesan makanan hanya dengan satu klik dan menerimanya langsung di depan pintu; hal ini membuat akses terhadap makanan tinggi lemak, garam, dan gula menjadi jauh lebih mudah."

Makanan pesan-antar yang tinggi lemak, garam, dan gula lebih banyak tersedia di wilayah dengan tingkat kesejahteraan rendah, tempat penduduknya memiliki risiko obesitas yang lebih tinggi.

Makanan yang kurang sehat di supermarket juga lebih murah dibandingkan tiga dekade lalu, di tengah terjadinya beberapa krisis biaya hidup dalam beberapa tahun terakhir.

Apa Langkah Pemerintah?

Apa langkah pemerintah untuk mengatasi masalah ini?

Obesitas dapat menjadi faktor risiko bagi berbagai penyakit kronis, termasuk diabetes tipe 2, penyakit jantung, tekanan darah tinggi, osteoartritis, dan beberapa jenis kanker.

Berbagai laporan memperkirakan obesitas dan kelebihan berat badan menelan biaya sekitar 126 miliar poundsterling atau Rp 3.026 triliun (asumsi kurs poundsterling 24.020 terhadap rupiah) per tahun bagi perekonomian Inggris, termasuk 12 miliar poundsterling atau Rp 288,22 triliun yang ditanggung oleh National Health Service (NHS) atau sekitar 7% dari anggaran tahunan layanan kesehatan tersebut.

Sejak 1992, sebelum data mengenai obesitas di Inggris pertama kali dikumpulkan, sebanyak 14 strategi nasional terkait obesitas telah diterbitkan.

Para pegiat menilai kemajuan yang dicapai terlalu lambat, dan seruan untuk intervensi lebih lanjut pun semakin meningkat dalam beberapa tahun terakhir.

Langkah pemerintah

Pemerintahan Tony Blair memberlakukan larangan iklan makanan cepat saji (junk food) selama tayangan televisi anak-anak, meskipun sejumlah aktivis mendesak adanya larangan yang lebih luas.

Sementara itu, Gordon Brown meluncurkan strategi untuk mengatasi "lonjakan kasus obesitas" setelah menjabat sebagai perdana menteri pada 2007.

Pemerintahan Konservatif menerapkan pungutan di seluruh wilayah Inggris Raya terhadap minuman ringan dengan kadar gula tinggi pada 2018, yang mendorong sejumlah produsen untuk mengurangi kandungan gula dalam produk mereka agar berada di bawah ambang batas pengenaan pungutan tersebut.

 

Langkah Pemerintah Selanjutnya

Pada minggu-minggu terakhir masa jabatannya pada 2016, Perdana Menteri David Cameron saat itu sempat mempertimbangkan pelarangan promo "beli satu gratis satu" untuk produk-produk tidak sehat di supermarket serta pembatasan iklan televisi untuk makanan cepat saji dan produk tinggi gula lainnya.

Meskipun Theresa May dan Boris Johnson sempat menyuarakan perlunya tindakan lebih lanjut, gagasan Cameron tidak ditindaklanjuti. Hal ini sebagian disebabkan oleh pandemi yang semakin menunda rencana tersebut, serta adanya argumen dari para menteri bahwa pembatasan promo semacam itu akan merugikan konsumen di tengah lonjakan inflasi.

Pada Januari tahun ini, pemerintahan Partai Buruh memberlakukan larangan iklan makanan cepat saji di televisi sebelum pukul 21.00 dan larangan iklan daring (online) sepanjang waktu, setelah rencana tersebut dipertimbangkan selama hampir satu dekade.

Rencana lebih lanjut untuk membatasi penjualan makanan tidak sehat belum juga diterapkan meskipun Partai Buruh telah menjanjikannya sejak 2024, sementara laporan terbaru dari komite khusus mendesak para menteri untuk mengambil langkah lebih jauh, seperti melarang pembukaan gerai makanan cepat saji di dekat sekolah.