Matcha Sehat tapi Tetap Perlu Dibatasi

Matcha disebut-sebut punya sederet manfaat bagi kesehatan tubuh, dokter ungkap efek sampingnya jika dikonsumsi berlebihan.

Diterbitkan 26 Juni 2026, 06:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Tren matcha merebak di penjuru dunia termasuk Indonesia. Berbagai olahan kuliner dengan tambahan bubuk teh hijau alias matcha kian mudah ditemui.

Dari sisi kesehatan, dokter spesialis gizi klinik, Paulina Toding dari RS EMC Pulomas mengatakan bahwa matcha memang manfaat nyata untuk tubuh, tetapi tetap perlu dikonsumsi dengan bijak.

Dia menjelaskan, matcha adalah bubuk teh hijau asli Jepang yang dibuat dari daun teh pilihan. Berbeda dengan teh hijau biasa, daun matcha ditanam dengan cara khusus. Sebelum dipanen, tanaman teh ditutup dari sinar matahari selama sekitar 20–30 hari. Proses ini membuat kandungan klorofil dan asam amino di dalam daun meningkat sehingga warnanya lebih hijau cerah dan rasanya lebih khas.

Setelah dipanen, daun dikukus, dikeringkan, lalu digiling sangat halus hingga menjadi bubuk lembut. Hal yang membuat matcha berbeda dari teh hijau biasa adalah cara konsumsinya. Kalau teh hijau biasa hanya diseduh lalu ampas daunnya dibuang, matcha diminum bersama seluruh bubuk daunnya. Karena itu, kandungan nutrisi yang masuk ke tubuh juga lebih banyak.

Berikut manfaat matcha bagi tubuh:

Kaya Antioksidan

Salah satu alasan matcha dianggap sehat adalah karena kandungan antioksidannya yang tinggi, terutama katekin jenis EGCG (epigallocatechin gallate). Antioksidan membantu tubuh melawan radikal bebas yang bisa merusak sel dan memicu berbagai penyakit.

Beberapa penelitian menunjukkan bahwa kandungan antioksidan matcha jauh lebih tinggi dibanding teh hijau biasa. Karena seluruh daun dikonsumsi, manfaat yang didapat juga lebih maksimal.

Antioksidan ini dipercaya membantu menjaga kesehatan jantung, memperlambat penuaan dini, serta menurunkan risiko beberapa penyakit kronis.

Membantu Fokus dan Konsentrasi

Banyak orang memilih matcha sebagai pengganti kopi karena efek energinya terasa lebih stabil. Matcha memang mengandung kafein, tetapi juga memiliki L-theanine, yaitu asam amino yang membantu tubuh merasa lebih rileks.

Kombinasi keduanya membuat matcha bisa membantu meningkatkan fokus tanpa efek terlalu berdebar seperti yang kadang muncul setelah minum kopi berlebihan. Energi dari matcha biasanya terasa lebih pelan tetapi bertahan lebih lama.

Sebagian orang merasa lebih nyaman minum matcha saat bekerja, belajar, atau mengerjakan tugas dalam waktu lama.

Membantu Metabolisme Tubuh

Beberapa penelitian menunjukkan bahwa katekin dalam matcha dapat membantu meningkatkan metabolisme dan pembakaran kalori. Inilah alasan matcha sering dikaitkan dengan program diet atau penurunan berat badan.

Namun perlu diingat, matcha bukan minuman ajaib yang otomatis membuat berat badan turun. Efeknya tetap perlu didukung pola makan seimbang, tidur cukup, dan aktivitas fisik yang rutin.

Membantu Menjaga Kesehatan Jantung

Kandungan antioksidan dalam matcha juga dipercaya membantu menjaga kadar kolesterol dan kesehatan pembuluh darah. Konsumsi teh hijau dalam jumlah wajar sering dikaitkan dengan risiko penyakit jantung yang lebih rendah.

Selain itu, matcha juga dapat membantu mengurangi peradangan di dalam tubuh yang berhubungan dengan berbagai penyakit kronis.

Membantu Sistem Imun

Karena kaya antioksidan dan senyawa alami lainnya, matcha juga dapat membantu menjaga daya tahan tubuh. Kandungan tersebut membantu tubuh melawan stres oksidatif dan peradangan yang berlebihan.

Efek Samping Matcha

Walaupun punya banyak manfaat, matcha tetap tidak boleh dikonsumsi berlebihan. Banyak orang menganggap semua yang sehat pasti aman dalam jumlah banyak, padahal tidak selalu begitu.

Karena mengandung kafein, terlalu banyak matcha bisa menyebabkan sulit tidur, jantung berdebar, gelisah, atau cemas, terutama pada orang yang sensitif terhadap kafein.

Selain itu, matcha mengandung tanin yang bisa mengiritasi lambung jika diminum saat perut kosong. Beberapa orang bisa mengalami mual, nyeri perut, atau rasa tidak nyaman di lambung setelah minum matcha tanpa makan terlebih dahulu.

Tanin juga dapat menghambat penyerapan zat besi dan beberapa mineral lain jika dikonsumsi terlalu sering bersamaan dengan makanan.

Dalam jumlah yang sangat tinggi, konsumsi katekin berlebihan juga dapat membebani hati. Karena itu, walaupun matcha sehat, tetap ada batas aman dalam mengkonsumsinya.