Studi Ungkap Manfaat Shinrin-Yoku, Berjalan di Alam untuk Turunkan Tekanan Darah

Shinrin-Yoku atau forest bathing ternyata bisa bermanfaat membantu menurunkan tekanan darah pasien hipertensi.

Diterbitkan 03 Agustus 2026, 11:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Menghabiskan waktu di tengah alam, menikmati udara segar, suara pepohonan, hingga suasana hijau ternyata memiliki manfaat lebih dari sekadar melepas penat. Praktik Shinrin-Yoku atau mandi hutan (forest bathing) dari Jepang disebut dapat menjadi salah satu pendekatan pendamping untuk membantu pasien hipertensi mengelola tekanan darah.

"Kita tahu bahwa penderita hipertensi ada yang mengonsumsi obat-obatan. Shinrin-Yoku ini bukan pengganti obat ya, tetapi menjadi pendamping, upaya promotif preventif," kata  Erny Amperawati, peneliti bidang kesehatan berbasis lingkungan di Semarang, Jawa Tengah.

Di Jepang, Shinrin-Yoku atau mandi hutan yang berarti "membenamkan diri" di alam menggunakan seluruh panca indera untuk meredakan stres dan menenangkan pikiran biasanya dilakukan di hutan subtropis. Sementara itu, penelitian yang ia lakukan untuk disertasi doktoral pada kawasan perkebunan teh tropis Indonesia.

"Penelitian ini dilakukan pada kawasan perkebunan teh tropis di Indonesia, sementara sebagian besar penelitian Shinrin-Yoku sebelumnya dilakukan di kawasan hutan subtropis," kata wanita yang mengambil Program Doktor Ilmu Lingkungan Universitas Katolik Soegijapranata Semarang itu. 

Dalam penelitiannya di kawasan Perkebunan Teh Kemuning, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah, ia melibatkan 14 penderita hipertensi berusia 51–70 tahun yang dipilih secara "purposive".

Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan Shinrin-Yoku memberikan manfaat fisiologis berupa kecenderungan penurunan tekanan darah pada 70 persen partisipan.

"Kami berharap hasil penelitian ini dapat menjadi referensi ilmiah bagi pemerintah, akademisi, praktisi kesehatan, dan para pemangku kepentingan dalam mengembangkan kebijakan kesehatan berbasis lingkungan di Indonesia," katanya mengutip Antara.

Erny mengatakan bahwa saat ini penanganan hipertensi masih didominasi oleh terapi farmakologis. Ia berharap lewat penelitiannhya dapat menjadi pendukung yang bersifat promotif dan preventif.

 

Potensi Alam Indonesia untuk Dukung Kesehatan Holistik

Erny berharap potensi alam Indonesia yang kaya dapat dimanfaatkan secara lebih optimal sebagai bagian dari pembangunan kesehatan yang holistik, promotif, preventif, berkelanjutan, dan berorientasi pada peningkatan kualitas hidup masyarakat.

"Temuan ini menunjukkan bahwa interaksi manusia dengan lingkungan alami mampu mendukung kesehatan fisik maupun psikologis," katanya.

Penelitian tersebut juga menunjukkan bahwa kawasan perkebunan teh tidak hanya memiliki nilai ekonomi dan ekologis, tetapi juga memiliki potensi sebagai lingkungan terapeutik (therapeutic landscape) yang dapat dimanfaatkan dalam pelayanan kesehatan berbasis lingkungan.

Maka lingkungan tidak lagi dipandang sekadar sebagai tempat hidup, tetapi sebagai sumber daya kesehatan yang berkontribusi terhadap peningkatan derajat kesehatan masyarakat.