Cegah Prediabetes Menjadi Diabetes, Ini Langkah yang Perlu Dilakukan

Tidak semua prediabetes menjadi diabetes. Kuncinya ada di perubahan gaya hidup.

Diterbitkan 02 Agustus 2026, 14:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Prediabetes merupakan kondisi ketika kadar gula darah sudah melebihi batas normal, tetapi belum masuk dalam kategori diabetes tipe 2. 

Dokter Ali Baswedan, Sp.PD, KEM-D, mengatakan kondisi tersebut tidak selalu berujung menjadi diabetes. Keberhasilan mengembalikan kadar gula darah bergantung pada berbagai faktor, seperti lamanya seseorang mengalami prediabetes, kondisi pankreas, serta kemampuan mempertahankan berat badan.

"Pada sebagian orang yang mengalami kesembuhan prediabetes atau gula darah kembali normal, penurunan berat badan akan sangat bermakna. Akan tetapi, hasilnya tergantung pada lamanya prediabetes, kondisi pankreas, dan kemampuan mempertahankan berat badan," ujarnya mengutip laman UGM.

Menurunkan Berat Badan

Salah satu langkah yang terbukti membantu menurunkan risiko perkembangan menjadi diabetes adalah penurunan berat badan, terutama dengan mengurangi lemak tubuh di area perut.

"Kelebihan berat badan, terutama lemak di sekitar perut, melemahkan kemampuan kerja insulin atau menurunkan sensitivitas insulin. Akibatnya, gula darah cenderung meningkat dan meningkatkan risiko munculnya prediabetes," ujar Ali.

Menurutnya, ketika jumlah lemak tubuh berkurang, sensitivitas insulin dapat meningkat sehingga tubuh lebih mampu mengatur kadar gula darah. Berkurangnya lemak tubuh juga dapat menurunkan peradangan dalam tubuh yang berhubungan dengan gangguan kerja insulin.

Ali menjelaskan, penelitian menunjukkan penurunan berat badan sekitar 7 persen dari berat awal sudah dapat memberikan manfaat dalam menurunkan risiko seseorang berkembang menjadi diabetes.

 

 

Perlu Otot

Meski demikian, target penurunan berat badan bukan hanya berfokus pada angka di timbangan. Hal yang lebih penting adalah memastikan tubuh mengalami penurunan lemak, bukan kehilangan massa otot.

"Target diet bukan sekadar berapa kilogram penurunan berat badan, tetapi perubahan berupa lemak dalam badan berkurang yang mampu meningkatkan kemampuan kerja insulin," jelasnya.

Ia menambahkan, peningkatan massa otot juga berperan dalam membantu tubuh menggunakan gula darah. Karena itu, kombinasi latihan beban untuk membangun otot dan olahraga aerobik dapat memberikan hasil yang lebih optimal.

Menurut Ali, pencegahan diabetes tidak selalu harus dimulai dengan obat. Pola makan seimbang, aktivitas fisik rutin, serta menjaga berat badan tetap sehat menjadi langkah utama untuk membantu mengendalikan kadar gula darah.

"Kuncinya bukan obat, tetapi perubahan gaya hidup jangka panjang yang konsisten," katanya.