Jahe Bukan Sekadar Bumbu Dapur, Bisa Bantu Redakan Mual

Sensasi menghangatkan dan aroma khas jahe bisa membantu meredakan mual. Namun, perhatikan sesuai kebutuhan.

Diterbitkan 26 Oktober 2026, 17:10 WIB
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Jahe dikenal sebagai rempah yang kerap digunakan sebagai bumbu dapur untuk berbagai masakan. Tak hanya itu, jahe disebut bermanfaat untuk meredakan mual dan gangguan pencernaan ringan, apakah benar?

Bahan alami ini dapat dikonsumsi dalam bentuk teh, campuran makanan, maupun suplemen. Namun, manfaat jahe tidak selalu sama untuk setiap penyebab mual.

Dilansir dari Verywell Health, Senin (26/10/2026), jahe berpotensi membantu mengurangi mual pada beberapa kondisi, termasuk mual saat kehamilan hingga efek samping kemoterapi. Meski demikian, bukti ilmiah mengenai manfaatnya masih beragam untuk kondisi tertentu.

Bagaimana Jahe Membantu Meredakan Mual?

Jahe mengandung senyawa bioaktif bernama gingerol, yang bekerja pada saluran pencernaan dan dapat membantu mempercepat pergerakan makanan keluar dari lambung. Proses tersebut berpotensi mengurangi keluhan seperti mual, kembung, dan penumpukan gas.

Salah satu kondisi yang dapat memperoleh manfaat dari jahe adalah mual dan muntah selama kehamilan. Konsumsi jahe dengan dosis harian sekitar 1.500 miligram, yang dibagi dalam beberapa kali konsumsi, berpotensi membantu mengatasi keluhan tersebut.

Selain itu, rempah ini juga berpotensi membantu mengurangi mual akibat kemoterapi. Salah satu tinjauan penelitian yang dirujuk menemukan bahwa peserta yang mengonsumsi jahe tidak lebih dari 1 gram per hari, selama maksimal empat hari, mengalami muntah akut yang lebih sedikit.

Namun, pasien yang menjalani kemoterapi perlu berkonsultasi dengan dokter sebelum menggunakan suplemen jahe. Kandungan dalam produk herbal dapat berinteraksi dengan obat kemoterapi dan berpotensi memengaruhi efektivitas pengobatan.

Sementara dalam kondisi di perjalanan, jahe dinilai memiliki kemungkinan untuk mengatasi mabuk perjalanan. Caranya dengan pelepasan histamin dan asetilkolin, serta mengatur metabolisme gula dan oksidasi asam lemak.

Meski begitu, studi lain menemukan bahwa jahe hanya memberikan sedikit atau bahkan tidak memberikan efek berarti terhadap mual karena kondisi demikian.

Cara Mengonsumsi Jahe untuk Membantu Meredakan Mual

Ada beberapa cara untuk memasukkan jahe ke dalam konsumsi sehari-hari. Jahe segar dapat diparut atau diiris untuk dijadikan teh, dicampurkan ke dalam makanan, atau dikonsumsi dalam bentuk lain seperti bubuk dan kapsul.

Jahe juga tersedia dalam bentuk permen maupun minuman jahe. Namun, konsumen perlu memperhatikan komposisi produk. Tidak semua minuman jahe mengandung jahe asli dalam jumlah yang berarti. Artinya, sebagian produk hanya menggunakan perisa jahe buatan.

Secara umum, belum ada pedoman dosis jahe yang berlaku untuk semua penyebab mual. Sejumlah penelitian menggunakan sekitar 1 gram jahe per hari dalam dosis terbagi untuk membantu mengatasi mual atau gangguan pencernaan.

Orang dewasa secara umum disarankan tidak mengonsumsi lebih dari 4 gram jahe per hari, tetapi kebutuhan dan batas aman dapat berbeda sesuai kondisi kesehatan.

Perhatikan Efek Samping dan Keamanannya

Meski umumnya aman dikonsumsi, terutama dalam jumlah yang lazim digunakan sebagai bahan makanan, jahe dalam dosis tinggi dapat menimbulkan efek samping, seperti diare, nyeri ulu hati, dan iritasi mulut.

Dengan demikian, jahe dapat menjadi salah satu pilihan pendamping untuk membantu meredakan mual pada kondisi tertentu. Namun, penggunaannya perlu disesuaikan dengan penyebab keluhan dan tidak menggantikan pemeriksaan maupun pengobatan medis ketika diperlukan.