IDAI Bagikan Langkah Sederhana Lindungi Anak saat El Nino

Jangan anggap sepele cuaca panas saat El Nino, IDAI ungkap cara sederhana lindungi anak.

Diterbitkan 20 Mei 2026, 20:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Fenomena El Nino yang memicu cuaca panas ekstrem tidak hanya berdampak pada lingkungan, tapi juga dapat mengancam kesehatan anak. Oleh sebab itu, Ketua Umum Pengurus Pusat Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), Piprim Basarah Yanuarso, mengingatkan orangtua untuk melakukan langkah-langkah sederhana agar anak tetap aman selama suhu udara meningkat.

Piprim mengatakan bahwa anak termasuk kelompok yang rentan mengalami gangguan kesehatan akibat perubahan cuaca ekstrem yang dipicu El Nino dan perubahan iklim global. "Fenomena El Nino bisa memicu kekeringan ekstrem dan kenaikan suhu yang ekstrem. Dampaknya bisa cukup serius ke anak-anak," ujar Piprim dalam seminar daring bersama IDAI pada Selasa, 19 Mei 2026.

Menurut Piprim, cuaca panas berkepanjangan membuat tubuh anak lebih mudah kehilangan cairan. Kondisi ini dapat meningkatkan risiko dehidrasi hingga heat stroke, terutama jika anak sering beraktivitas di luar ruangan tanpa perlindungan yang cukup.

Oleh sebab itu, IDAI mengimbau orangtua untuk memastikan kebutuhan cairan anak terpenuhi setiap hari. Anak dianjurkan rutin minum air putih meski belum merasa haus. "Kami mengimbau orangtua selalu memenuhi cairan putra-putrinya. Jangan tunggu haus," kata Piprim.

Selain menjaga asupan cairan, orangtua juga diminta lebih bijak mengatur aktivitas anak selama cuaca panas ekstrem. Anak sebaiknya mengurangi aktivitas di luar ruangan saat matahari sedang terik.

Meski memahami anak-anak senang bermain di luar rumah, Piprim menyarankan aktivitas tersebut sementara dialihkan ke dalam ruangan ketika suhu udara meningkat tajam. Namun, jika anak tetap bermain di luar rumah, orangtua dianjurkan memberikan perlindungan tambahan seperti topi untuk melindungi kepala dari paparan panas langsung.

Anak Rentan Terkena Berbagai Penyakit

 

Tak hanya risiko dehidrasi, cuaca panas akibat El Nino juga dapat meningkatkan pertumbuhan virus dan bakteri. Kondisi ini membuat anak lebih rentan terkena berbagai penyakit infeksi.

Di sejumlah wilayah, El Nino juga berpotensi memicu krisis air bersih. Situasi tersebut dapat memaksa masyarakat menggunakan air yang tidak higienis sehingga meningkatkan risiko penyakit saluran pencernaan pada anak.

"Di beberapa wilayah mungkin membuat anak-anak terpaksa minum air tidak bersih hal ini bisa menyebabkan terkena disentri, tifoid, diare," ujar Piprim.

Selain itu, perubahan pola hujan selama El Nino juga dapat meningkatkan risiko penyakit yang ditularkan nyamuk, termasuk demam berdarah dengue (DBD), akibat munculnya genangan air sporadis yang menjadi tempat berkembang biak nyamuk.

Piprim menilai pemerintah perlu memastikan akses air bersih dan ketahanan pangan menjadi prioritas nasional di tengah ancaman El Nino.

Meski demikian, Piprim mengingatkan masyarakat tidak perlu panik menghadapi fenomena ini. Menurut dia, langkah pencegahan yang tepat dapat membantu melindungi anak dari dampak buruk El Nino.