Nyeri Dada pada Anak, Ini 5 Kemungkinan Penyebabnya

Dokter mengungkap ada beragam penyebab yang membuat anak mengalami nyeri dada. Tak selalu terkait jantung.

Diterbitkan 25 Juni 2026, 13:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Anak bisa mengalami nyeri dada. Penyebab anak nyeri dada pun beragam, bisa terkait jantung atau non-jantung.

"Biasanya orangtua cemas ketika anak mengeluh nyeri dada, karena takut mengalami suatu kelainan jantung," kata dokter spesialis anak konsultan gastroenterohepatologi, Sri Kesuma Astuti.

Sri mengungkapkan bahwa ada lima kemungkinan penyebab anak mengeluh nyeri dada:

1. Penyakit Jantung

Ketika ada anak yang datang dengan keluhan nyeri dada, dokter bakal mengeksplorasi penyebabnya. Walau kasus kelainan jantung pada anak hanya di bawah satu persen tetap harus dicari tahu karena kondisi jantung atau non jantung.

"Walau kasus jantung sedikit, dokter tetap harus menyingkirkan ini kardiak atau non-kardiak," kata Sri dalam media briefing secara daring Bersama Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) ditulis Kamis (25/6/2026).

2. GERD

Bukan cuma orang dewasa, anak-anak juga bisa mengalami GERD (Gastroesophageal Reflux Disease), suatu penyakit kronis pada sistem pencernaan di mana asam lambung dan isi lambung naik kembali ke kerongkongan (esofagus).

"Nyeri dada adalah tipikal gejala dari GERD," kata Sri.

Namun, GERD pada anak disertai gejala lain yakni sensasi terbakar atau heartburn di area dada. Kemudian, ada rasa tidak nyaman atau makin bertambah setelah makan atau saat berbaring.

"Jika gejala itu muncul maka perlu dipikirkan kemungkinan GERD sebagai penyebabnya,” ujar Sri.

 

3. Masalah pada Saluran Pernapasan

Ketika anak mengeluh nyeri dada, maka bisa saja ada masalah pada saluran pernapasan. Salah satunya pleuritis atau radang selaput dada.

Pleuritis adalah peradangan pada selaput pembungkus paru-paru. Gejala utamanya adalah nyeri dada tajam seperti tertusuk yang memburuk saat menarik napas, batuk, atau bersin.

4. Masalah Muskoletal

"Paling banyak selanjutnya apa? Yakni muskoletal, ada masalah pada otot dan tulang dada misalnya trauma pasca olahraga," tuturnya.

5. Psikogenik

Sri juga mengungkapkan anak bisa mengalami nyeri dada meski tidak ada masalah fisik melainkan berakar dari faktor mental atau emosional.