Suka Ngopi tapi Punya Mag? Dokter Bagikan Tips Aman

Pasien mag tetap bisa konsumsi kopi tapi perlu perhatikan jenis dan jumlahnya.

Diterbitkan 25 Juni 2026, 11:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Tangerang Selatan- Konsumsi kopi berlebih dapat memperburuk masalah sistem pencernaan atau digestif. Misalnya, pada pasien dispepsia alias mag yang tengah kambuh, maka konsumsi kopi perlu disetop dulu.

Meski begitu, dokter spesialis penyakit dalam  konsultan gastroenterohepatologi RS EMC Pulomas, Chyntia O.M. Jasirwan mengatakan bahwa bukan berarti kopi ‘diharamkan’ 100 persen bagi pasien masalah digestif.

“Soal kopi, itu menjadi salah satu faktor yang ketika orang sakit mag ya kita minta setop dulu. Cuma saya mau meluruskan, tidak 100 persen kita dalam tanda kutip mengharamkan kopi,” kata Chyntia dalam Peluncuran EMC Digestive Center (EMDIC) di RS EMC Alam Sutera, Tangerang Selatan pada Rabu (24/6/2026).

Dia menambahkan, setiap orang memiliki Batasan masing-masing soal konsumsi kopi. Guna menghindari masalah pencernaan akibat ngopi, maka dapat dipilih kopi yang kandungan kafeinnya lebih ringan.

“Perhatikan jenis kopinya apa. Mungkin pilih yang lebih ringan seperti golongan robusta. Jadi kopi itu kita sendiri bisa ngerasain, kebetulan saya sendiri juga peminum kopi, jadi kita perlu punya limit (batasan) ya, memang antara satu kopi dengan kopi lain itu kadar kuat kafeinnya berbeda-beda,” ujarnya.

“Jadi, cuma kita yang bisa tahu kopi mana yang bisa dikonsumsi dan mana yang tidak. Jangan dipaksakan, ketika minum satu jenis kopi baru segelas kemudian sakit, berarti tidak cocok kopinya,” imbuhnya.

Batas Konsumsi Kopi

Seperti jenis kopi, batas jumlah konsumsi harian juga berbeda-beda pada setiap orang.

Limit konsumsi harian kopi antara satu orang dengan orang lainnya itu tidak sama. Saya kasih contoh, saya sendiri punya limit tiga (gelas) maksimal, lebih dari tiga maag saya acak-acakan, mual, muntah dan lain-lain,” kata Chyntia.

Dia juga memiliki alasan mengapa tidak 100 persen ‘mengharamkan’ kopi bagi orang yang memiliki penyakit mag.

“Karena evidence based (bukti ilmiah) menunjukkan bahwa kopi mengandung antioksidan, jadi tidak 100 persen ini sesuatu yang ‘haram’. Tapi memang tiap-tiap orang mesti tahu kalau ini untuk orang-orang umum yang belum punya sakit maag.”

Nah, untuk orang dengan sakit mag, kopi ini menjadi faktor pemberat tapi sebenarnya sumber lain yang membuat mag kambuh ada banyak faktor, nah itu yang harus dievaluasi,” katanya.