Liputan6.com, Jakarta - Saat anak mengeluh nyeri dada, kebanyakan orangtua langsung cemas karena khawatir berkaitan dengan penyakit jantung. Faktanya, kasus nyeri dada akibat kelainan jantung pada anak tergolong jarang.
“Kalau ada anak mengeluh nyeri dada, orangtua biasanya langsung takut ada masalah jantung. Padahal pada anak, nyeri dada karena kelainan jantung jumlahnya sangat sedikit, kurang dari 1 persen,” kata Anggota Unit Kerja Koordinasi Gastroenterohepatologi Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), dokter Sri Kesuma Astuti, SpA, Subsp.G.H(K).
Meski demikian, dokter tetap perlu memastikan terlebih dahulu apakah nyeri dada yang dialami anak berasal dari jantung atau bukan. Setelah penyebab jantung disingkirkan, dokter akan mencari kemungkinan penyebab non-cardiac lainnya.
Advertisement
Sri menjelaskan ada berbagai penyebab anak mengeluhkan nyeri dada. Pertama, nyeri dada pada anak dapat disebabkan oleh gangguan saluran pernapasan. Kedua, nyeri dada bisa karena masalah pada otot dan tulang dada setelah aktivitas fisik, atau cedera. Kemudian nyeri dada bisa karena faktor psikogenik yang berkaitan dengan kondisi psikologis anak.
Selain itu, anak mengeluh nyeri dada bisa karena GERD. Dokter konsultan gastroenterohepatologi lulusan Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia ini mengatakan nyeri dada yang mengarah ke GERD umumnya memiliki karakteristik tertentu.
“Kalau nyeri dada disertai sensasi terbakar, bertambah setelah makan, atau semakin terasa saat berbaring, maka perlu dipikirkan kemungkinan GERD sebagai penyebabnya,” ujar Sri dalam media briefing secara daring pada Selasa (23/6/2026).
Perlu Modifikasi Gaya Hidup dan Atur Makanan pada Anak GERD
GERD bisa terjadi pada anak sehat alias tanpa penyakit penyerta. Pada kondisi ini maka akan disarankan melakukan modifikasi gaya hidup dan menghindari makanan tertentu.
Beberapa perubahan yang disarankan antara lain menghindari makan 2–3 jam sebelum tidur, mengatur porsi dan jenis makanan, serta mengurangi makanan yang dapat memicu peningkatan asam lambung.
"Anak sekarang itu main gadget berjam-jam dengan posisi tidur lalu sambil ngemil, itu bisa bikin refluks. Maka dari itu hindari kebiasaan ini," kata Sri.
Ia pun mengingatkan untuk anak-anak dengan GERD untuk menghindari atau membatasi makanan berlemak, pedas, cokelat, dan minuman bersoda.
"Makanan pedas dapat merangsang peningkatan produksi asam lambung. Sementara itu, makanan berlemak cenderung lebih lama bertahan di lambung karena proses pencernaannya lebih lambat, sehingga dapat meningkatkan risiko terjadinya refluks asam lambung ke kerongkongan,” katanya.
Sri pun memahami anak-anak sulit lepas dari cokelat mengingat ini adalah makanan atau minuman favorit. Ia pun mengatakan bahwa terpenting dibatasi alias sesekali boleh.
“Yang terpenting perlu tahu ada risiko bahwa cokelat bisa memicu asam lambung naik,” jelasnya.
Jika keluhan tidak membaik dengan perubahan gaya hidup, dokter dapat memberikan obat penekan asam lambung atau merujuk pasien ke dokter spesialis gastroenterologi untuk evaluasi lebih lanjut.
Advertisement
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8471519/original/070085400_1782374653-Tugas__40_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8475678/original/062240100_1782386179-cek_fakta_bansos_PKH_-_2026.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8471521/original/041151500_1782374656-Tugas__40_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3968655/original/065769700_1647752951-presiden_ukraina_1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8338322/original/022054400_1782210075-gerd.jpg)

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8505254/original/095572100_1782426499-063_2283328466.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8504503/original/041176000_1782425341-063_2283330296.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8504502/original/063769000_1782425340-000_B8CR3CG.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8263472/original/073317600_1781931669-AP26171138768328-Paraguay_Piala_Dunia_2026.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8258126/original/033474700_1781320271-063_2281315144.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8263981/original/061969400_1782040041-063_2282521575.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8259732/original/038298000_1781511216-000_B7396ZD.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8263772/original/067560900_1782010379-jerman.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8258990/original/029859700_1781430570-AP26154680263164.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8260144/original/013036700_1781578034-AP26166147695589.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8261509/original/095684300_1781725548-RD_Kongo_s_Yoane_Wissa.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8362045/original/070572100_1782237587-AP26174619862047.jpg)