Liputan6.com, Jakarta - Penularan hepatitis B dari ibu ke bayi masih menjadi salah satu tantangan dalam upaya eliminasi hepatitis di Indonesia. Salah satu upaya menekan kasus dengan pemeriksaan calon pengantin serta ibu hamil yang bisa dilakukan di Puskesmas.
Terdapat program triple eliminasi gratis yang ada di Puskesmas, sehingga calon pengantin maupun ibu hamil bisa mendeteksi hepatitis B, HIV dan sifilis.
“Program wajib ini memastikan jika calon ibu positif, puskesmas akan langsung berkoordinasi dengan dinas kesehatan dan rumah sakit rujukan untuk menyiapkan langkah perlindungan lanjutan bagi sang bayi,” kata Dosen Prodi Kebidanan FK Universitas Airlangga, Dewi Setyowati.
Advertisement
Selain itu, saat bayi lahir bakal juga mendapatkan perlindungan tambahan. “Selain imunisasi wajib dasar Hepatitis 0 yang diberikan pada usia 0–7 hari, bayi juga langsung memperoleh suntikan tambahan berupa Hepatitis B Immunoglobulin (HBIG),” jelas Dewi pada peringatan Hari Hepatitis Sedunia yang jatuh setiap tanggal 28 Juli.
Efektivitas vaksinasi HB0 pada minggu pertama kehidupan bayi ini sudah mencapai 90 persen dalam memberikan perlindungan dari virus. Penambahan imunoglobulin bertujuan agar imun bayi semakin cepat mengenali virus.
"Perlindungan ganda ini menjadi langkah krusial agar mata rantai penularan dari ibu ke bayi benar-benar terputus. Sehingga generasi berikutnya memiliki kualitas hidup yang optimal,” jelasnya mengutip laman Unair.
Tantangan Penanganan Hepatitis B
Meski program dari pemerintah telah tersedia gratis dan terstruktur, pemahaman masyarakat mengenai hepatitis B dinilai masih sangat rendah.
“Banyak orang baru menyadari infeksi ketika sudah muncul gejala penyakit kuning. Padahal pada fase awal virus kerap bersifat tanpa gejala (asimptomatis) dan sesungguhnya empat kali lebih infeksius dibandingkan HIV,” paparnya.
Tantangan terberat lainnya di lapangan adalah maraknya stigma sosial serta kendala edukasi dalam unit keluarga. Ketidaktahuan mengenai cara penularan membuat penderita kerap dikucilkan, sementara intervensi keluarga besar tak jarang memicu keengganan untuk vaksinasi.
“Stigma sosial sering kali lebih menyakitkan daripada penyakitnya itu sendiri. Oleh karena itu, pendekatan pencegahan tidak bisa berdiri sendiri. Melainkan harus melibatkan tokoh masyarakat dan tokoh agama yang didengar oleh warga,” tegasnya.
Ia pun meminta masyarakat untuk tidak takut skrinin dan menjalani vaksinasi. Bila lebih cepat diketahui maka makin cepat pulan penanganan.
Advertisement
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5528977/original/025088700_1773301964-BGN_klaim_pendaftaran_PPPK.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5441706/original/046861700_1765516083-jasa_marga.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5249187/original/085359700_1749630481-PejalanKaki.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8219345/original/056761200_1781079103-koperasi_desa-_cek_fakta.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2232858/original/095593700_1527693492-q.jpg)

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9245742/original/085478200_1783138991-verde.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9299398/original/064759200_1784250864-000_B8VA8NK.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9300741/original/083077900_1784373810-olmo.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9289600/original/065309500_1783409865-Portugal_s_Cristiano_Ronaldo.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9301613/original/093079500_1784504537-000_C2LE74U.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9301644/original/087929500_1784508450-trump_2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8264053/original/051807800_1782069676-Spain_s_Lamine_Yamal.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8260490/original/004683900_1781597232-063_2281735743-Spanyol_vs_Tanjung_Verde.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8257806/original/036653900_1781257253-1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9301596/original/087157300_1784500330-063_2286807575.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4786318/original/084826700_1711521270-GJmtYCIbgAAkw1f.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9299963/original/007789300_1784281017-mainoo.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4021658/original/017367600_1652423840-046382600_1483456921-Rubrik_20Higienitas_20Keluarga_Minimalkan-Penyebaran-Sakit-Kuning-Akibat-Hepatitis-A.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2232858/original/095593700_1527693492-q.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5298631/original/075133100_1753767968-man-sits-bed-with-stomachache-presses-his-stomach-with-his-hands.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5528874/original/026582500_1773298641-piprim.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7915429/original/091850100_1780746825-liver.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7618310/original/025686000_1780404689-obat_hepatitis.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7592122/original/028029900_1780374636-budi_gunadi__3_.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5552796/original/066260200_1775830417-transplantasi_hati.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5519630/original/099132800_1772591202-kuning.jpeg)