Jangan Bingung, Ini Alasan Tingkah Toddler Sering Terlihat Aneh

Kebiasaan toddler yang terlihat aneh ternyata berkaitan dengan emosi, sensorik, dan kemandirian anak.

Diterbitkan 31 Agustus 2026, 18:58 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Toddler atau batita (anak usia 1-3 tahun) kerap menunjukkan perilaku yang membuat orang tua bingung. Mulai dari ingin melepas pakaian, membuang barang sembarangan, tiba-tiba menggigit, hingga terus mengatakan 'tidak'.

Meski terlihat aneh atau mengkhawatirkan, banyak perilaku tersebut sebenarnya masih berkaitan dengan proses perkembangan anak.

Psikolog klinis anak dan remaja Cara Kiff, PhD, mengatakan perilaku toddler dapat dipengaruhi oleh temperamen, pengalaman, kondisi keluarga, gaya hidup orang tua, kebiasaan di lingkungan sekitar, serta perkembangan saraf yang berlangsung pesat pada masa kanak-kanak awal.

Pada usia ini, anak masih belajar berbagai kemampuan dan memahami cara menghadapi situasi baru. Mereka juga belum sepenuhnya mampu mengendalikan emosi, sementara kemampuan menahan impuls dan keinginan untuk mandiri masih terus berkembang.

Psikoterapis berlisensi Mayra Mendez, PhD, mengatakan banyak perilaku yang terlihat aneh sebenarnya merupakan bagian normal dari perkembangan toddler.

Menurutnya, anak sedang bereksperimen, mengeksplorasi, dan mencoba memahami dunia di sekitarnya. "Banyak dari perilaku ini tergolong wajar secara perkembangan bagi anak usia balita," ujar Mendez, dikutip dari The Bump, Senin (31/8/2026).

Suka Melepas Baju dan Menggigit

Salah satu perilaku yang sering membuat orang tua heran adalah ketika anak terus ingin melepas pakaiannya. Kiff, menjelaskan, kebiasaan tersebut dapat berkaitan dengan sensitivitas sensorik. Anak mungkin merasa terganggu oleh bahan pakaian, suara, sensasi tertentu, atau suhu.

Orang tua dapat mengajarkan kapan dan di mana anak boleh telanjang tanpa membuatnya merasa malu terhadap tubuh sendiri. Memilih pakaian dengan bahan yang nyaman juga dapat membantu.

Selain melepas pakaian, menggigit merupakan perilaku yang cukup umum pada toddler. Menurut Kiff, kebiasaan ini lebih sering muncul ketika kemampuan bahasa anak masih berkembang. Ketika belum mampu menyampaikan kebutuhan atau rasa tidak nyaman melalui kata-kata, anak dapat mengekspresikannya melalui tindakan, termasuk menggigit.

Orang tua dapat membantu dengan mengenali situasi yang memicu perilaku tersebut, membantu anak memahami emosinya, menjelaskan penyebabnya, lalu menegaskan bahwa menggigit tidak diperbolehkan.

Pemicu perilaku menggigit antara lain kurang tidur, lapar, terlalu banyak stimulasi, menghadapi situasi baru, atau berada di lingkungan yang belum sesuai dengan kemampuan perkembangannya.

Suka Buang Barang dan Mengatakan “Tidak”

Toddler juga kerap senang mengeluarkan berbagai benda dari tempatnya atau membuang barang. Mendez menjelaskan, perilaku ini dapat menjadi bagian dari proses anak melatih keterampilan adaptif sekaligus memahami hubungan sebab-akibat.

Orang tua dapat mengarahkan kebiasaan tersebut ke aktivitas yang sesuai. Misalnya, anak boleh menuangkan pasir di area bermain, tetapi tidak diperbolehkan membuang makanan ke lantai.

Setelah bermain, anak juga dapat diajarkan untuk mengembalikan mainannya ke tempat semula. Sementara itu, kebiasaan mengatakan “tidak” merupakan salah satu cara anak mulai menunjukkan kemandirian.

Kiff menjelaskan, toddler mulai memahami dirinya sebagai individu yang memiliki pikiran dan keinginan sendiri. Karena itu, memberikan pilihan sederhana dapat membantu anak merasa memiliki kendali.

Misalnya, orang tua dapat memberikan pilihan antara dua jenis makanan atau dua pakaian. Dengan begitu, anak tetap memiliki ruang untuk memilih tanpa keluar dari batas yang telah ditetapkan.

Mengapa Toddler Suka Mengulang Hal yang Sama?

Anak yang meminta dibacakan buku, menonton film, atau melakukan aktivitas yang sama berulang kali juga sedang menjalani bagian penting dari perkembangannya.

Menurut Kiff, pengulangan memberikan struktur dan rasa kendali ketika anak berusaha memahami dunia yang masih baru dan membingungkan.

Pengulangan juga membantu anak berlatih hingga menguasai suatu kemampuan. Ketika berhasil melakukan sesuatu yang sudah familiar, anak dapat merasa lebih percaya diri.

Dengan demikian, berbagai tingkah toddler yang tampak tidak terduga tidak selalu menandakan ada sesuatu yang salah.

Banyak perilaku tersebut justru merupakan cara anak belajar, bereksperimen, memahami emosi, mengenali lingkungan, dan membangun kemandirian.

Meski begitu, orang tua tetap perlu memberikan batasan yang jelas dan konsisten. Batasan sebaiknya disampaikan dengan cara yang sesuai dengan usia dan tahap perkembangan anak.