Rupiah Melemah, Ini Dampak Tersembunyi pada Kesehatan Sehari-hari

Rupiah melemah ternyata bisa ganggu kesehatan sehari-hari, ini dampak tersembunyi yang jarang disadari.

Diterbitkan 20 Mei 2026, 10:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Rupiah melemah bukan hanya soal angka di layar ekonomi atau berita finansial. Di balik itu, ada efek berantai yang pelan-pelan bisa menyentuh kehidupan sehari-hari, terutama kesehatan masyarakat Indonesia.

Banyak orang tidak sadar bahwa fluktuasi nilai tukar bisa berdampak langsung pada harga obat, biaya layanan kesehatan, hingga akses gizi keluarga.

Ketika rupiah melemah terhadap dolar, biaya impor ikut naik. Padahal, sebagian besar kebutuhan sektor kesehatan Indonesia masih bergantung pada impor, mulai dari bahan baku obat, alat medis, hingga vitamin dan suplemen.

Artinya, tekanan ekonomi ini tidak berhenti di level industri, tetapi bisa sampai ke pasien di ruang praktik dokter.

Menurut Pendiri & Ketua Health Collaborative Center (HCC) Indonesia, Dr. dr. Ray Wagiu Basrowi, MKK, FRSPH, kondisi ini sering tidak disadari masyarakat.

:Ketika biaya kesehatan meningkat, yang paling dulu terdampak biasanya adalah keputusan pasien untuk menunda berobat atau mengurangi asupan gizi yang sebenarnya penting," ujarnya dikutip dari unggahan di akun @hcc.indonesia pada Rabu, 20 Mei 2026.

Dampak ini terasa berlapis. Di satu sisi, harga obat dan layanan kesehatan bisa ikut naik. Di sisi lain, masyarakat yang terdampak ekonomi cenderung mengurangi pengeluaran penting seperti protein hewani, buah, dan makanan bergizi.

Padahal, perubahan kecil dalam pola makan ini jika terjadi terus-menerus bisa berdampak pada kesehatan jangka panjang.

Tak hanya fisik, kesehatan mental juga ikut terpengaruh. Tekanan finansial akibat kenaikan harga kebutuhan pokok sering memicu stres berkepanjangan, gangguan tidur, hingga kecemasan.

 

Hubungan Ekonomi dan Gangguan Kesehatan Mental

WHO juga menekankan bahwa tekanan ekonomi memiliki hubungan erat dengan meningkatnya risiko gangguan kesehatan mental dan penyakit kronis seperti hipertensi dan gangguan metabolik.

Di Indonesia, efeknya bisa lebih terasa karena masih banyak komponen kesehatan yang bergantung pada impor. Saat rupiah melemah, efek domino bisa terjadi, seperti biaya produksi naik, harga naik, lalu daya beli masyarakat menurun.

Pada akhirnya, dampaknya kembali ke rumah tangga. Keluarga mulai menyesuaikan pengeluaran, dan kesehatan sering menjadi salah satu sektor yang diam-diam dikorbankan.

Padahal, masalah kesehatan nasional tidak selalu dimulai dari wabah atau penyakit besar. Sering kali justru berawal dari hal sederhana, seperti pola makan yang berubah, stres berkepanjangan, dan keterlambatan mendapatkan pengobatan.

Jika dibiarkan, kondisi ini bisa memperburuk angka penyakit tidak menular seperti diabetes, hipertensi, dan gangguan jantung.

Oleh sebab itu, penting bagi masyarakat untuk lebih sadar bahwa kondisi ekonomi global juga bisa berdampak pada kesehatan pribadi.

 

 
 
 
View this post on Instagram

A post shared by KOLABORASI SEHAT (@hcc.indonesia)