RS Lapangan di Ruteng NTT Disiapkan, Kapasitas Ditargetkan 100 Bed

Selain itu ada juga ruang operasi untuk tangani korban gempa NTT yang patah tulang akibat tertimpa bangunan.

Diterbitkan 19 Agustus 2026, 07:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Manggarai - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) tengah membangun rumah sakit lapangan di Stadion Golo Dukal, Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur (NTT) untuk mendukung pelayanan RSUD Ruteng yang terdampak gempa bumi magnitudo 7,7.

Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin mengatakan RS lapangan di Ruteng terdiri dari lima tenda. 

“Di sini sudah kita pasang lima tenda. Empat untuk pasien, masing-masing bisa menampung 20 pasien, kemudian satu khusus untuk ruang operasi karena ruangnya steril dan bisa dibuat terisolasi. Kita harapkan besok sudah mulai beroperasi,” ujar Budi saat berkunjung pada Selasa (18/8/2026).

Selain ruang rawat inap dan ruang operasi, rumah sakit lapangan juga dilengkapi satu tenda khusus untuk instalasi gawat darurat (IGD). Dengan tiga tenda rawat inap yang masing-masing berkapasitas 20 pasien, fasilitas awal rumah sakit lapangan dapat menyediakan sekitar 60 tempat tidur.

Rencananya menambah tenda rawat inap ditambah sehingga kapasitas rumah sakit lapangan dapat ditingkatkan menjadi sedikitnya 100 tempat tidur. 

“Kita akan tambah lagi sehingga minimal menjadi 100 (tempat tidur) rawat inap. Kita sedang kirim tenda tambahan dari Bali,” kata Budi.

Salah satu fasilitas utama yang disiapkan adalah ruang operasi. Tenda ruang operasi dirancang sebagai ruang steril yang dapat diisolasi untuk menjaga standar keselamatan dan pencegahan infeksi selama tindakan pembedahan.

Ruang operasi dilengkapi dengan lampu operasi, meja operasi, serta area untuk memasukkan dan menyiapkan peralatan medis. Sebelum digunakan, ruang tersebut akan melalui proses pembersihan dan sterilisasi.

“Ini ruang operasi. Nanti disterilisasi. Ruang ini steril dan bisa diisolasi. Fasilitas seperti ini pernah digunakan saat bencana di Sumedang dan juga bencana di Aceh,” jelas Budi.

Kehadiran ruang operasi di rumah sakit lapangan menjadi penting untuk memastikan pasien dengan kondisi trauma, termasuk patah tulang akibat tertimpa bangunan, dapat segera memperoleh tindakan medis tanpa harus menunggu hingga fasilitas rumah sakit utama kembali berfungsi.

 

 

Tentang RS Lapangan

RS lapangan dirancang untuk memberikan pelayanan yang aman dan nyaman bagi pasien.

Area rawat inap menggunakan lantai khusus yang memudahkan mobilisasi pasien maupun peralatan medis, sekaligus membantu menjaga kebersihan dan mencegah masuknya air ke dalam tenda ketika terjadi hujan.

Lalu, tenda yang digunakan merupakan tenda standar tanggap bencana yang telah digunakan dalam berbagai respons bencana di dunia, termasuk oleh organisasi kemanusiaan internasional. Fasilitas tersebut dapat disesuaikan dengan kondisi cuaca dan kebutuhan pelayanan kesehatan di lokasi bencana.

Budi mengatakan konsep rumah sakit lapangan bakal direplikasi di Kabupaten Nagekeo.

“Kita akan replikasi rumah sakit lapangan ini selain di Ruteng juga di Nagekeo,” ujar Budi.