Pakar Sebut Musuh Terbesar HIV Bukan Virusnya, Apa Itu?

Dr Ray menjelaskan faktor yang membuat pengendalian HIV masih menjadi tantangan di Indonesia.

Diterbitkan 27 Juni 2026, 10:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Ketua dan Pendiri Lembaga Riset Health Collaborative Center (HCC), Dr. dr. Ray Wagiu Basrowi, MKK, FRSPH mengingatkan bahwa HIV AIDS masih menjadi salah satu tantangan kesehatan yang serius di Indonesia. Berikut lima fakta penting tentang HIV yang perlu diketahui masyarakat:

1. Lebih dari 570.000 Orang Hidup dengan HIV di Indonesia

Berdasarkan data UNAIDS 2025, lebih dari 570.000 orang di Indonesia hidup dengan HIV. Kasus ini banyak ditemukan pada kelompok usia produktif, sehingga berdampak pada kesehatan, kehidupan keluarga, pendidikan, hingga produktivitas masyarakat.

2. HIV Tidak Menular Melalui Kontak Sosial Sehari-hari

Masih banyak masyarakat yang memiliki pemahaman keliru tentang penularan HIV. Virus ini tidak menular melalui berjabat tangan, berpelukan, berbagi makanan, menggunakan toilet yang sama, maupun gigitan nyamuk.

"Oleh sebab itu, edukasi yang tepat sangat penting untuk mengurangi stigma dan diskriminasi terhadap orang dengan HIV (ODHIV)," katanya.

3. Banyak Orang Tidak Menyadari Dirinya Terinfeksi HIV

Pada tahap awal, HIV sering kali tidak menimbulkan gejala yang khas, bahkan bisa tanpa gejala sama sekali. Akibatnya, banyak orang tidak mengetahui status kesehatannya.

"Tes HIV menjadi langkah penting untuk mendeteksi infeksi sejak dini dan mencegah keterlambatan pengobatan," tambahnya.

4. HIV Bukan Lagi Vonis Kematian

Menurut Ray, HIV kini dapat dikendalikan melalui terapi antiretroviral (ARV) yang dijalani secara rutin dan teratur. Dengan pengobatan yang tepat, ODHIV dapat hidup sehat, bekerja, berkeluarga, dan memiliki harapan hidup yang lebih baik.

Dia, mengatakan,"Semakin cepat terdiagnosis, semakin optimal hasil pengobatan yang bisa diperoleh."

5. Stigma Masih Menjadi Tantangan Terbesar

Selain virus itu sendiri, stigma dan diskriminasi masih menjadi hambatan utama dalam pengendalian HIV. Banyak orang enggan melakukan tes HIV karena takut dihakimi oleh lingkungan sekitar.

Ray, mengatakan, berbagai penelitian di bidang kesehatan perilaku menunjukkan bahwa kurangnya pemahaman masih membuat sebagian masyarakat takut berinteraksi dengan ODHIV.

"Masih banyak orang yang takut duduk semeja dengan ODHIV, padahal banyak yang tidak pernah tes dan tidak tahu status kesehatannya sendiri," ujarnya.

Dia menekankan bahwa ketidaktahuan, stigma, dan keterlambatan tes merupakan musuh terbesar dalam upaya pengendalian HIV saat ini.

"Semakin banyak masyarakat memahami fakta tentang HIV, semakin besar peluang Indonesia menekan penularan baru, meningkatkan kualitas hidup pasien, dan melindungi generasi muda dari risiko HIV AIDS di masa depan," pungkasnya.