Menkes Ingatkan Masyarakat Waspadai 4 Indikator Kesehatan Ini

Menkes ungkap 4 indikator kesehatan yang wajib dipantau untuk cegah penyakit kronis.

Diterbitkan 26 Juni 2026, 07:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Menteri Kesehatan Republik Indonesia (Menkes RI), Budi Gunadi Sadikin, mengingatkan masyarakat untuk rutin memeriksakan kesehatan guna mencegah penyakit tidak menular yang menjadi penyebab kematian tertinggi di Indonesia, seperti stroke, penyakit jantung, kanker, dan gagal ginjal.

Pesan tersebut disampaikan saat Launching Cek Kesehatan Gratis (CKG) di Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) Polri dan Bakti Kesehatan dalam rangka Hari Bhayangkara ke-80 di Rumah Sakit Bhayangkara Tk. III Lemdiklat Polri, Jakarta pada Selasa (23/6/2026).

Menurut Menkes, banyak penyakit kronis sebenarnya dapat dicegah jika masyarakat melakukan deteksi dini melalui pemeriksaan kesehatan secara rutin.

"Penyakit seperti stroke, jantung, dan ginjal sebenarnya dapat dicegah apabila masyarakat rutin melakukan pemeriksaan kesehatan. Karena itu, program Cek Kesehatan Gratis dari Presiden Prabowo harus dimanfaatkan sebaik-baiknya," ujarnya dikutip dari kemkes.go.id pada Jumat (26/6/2026)

Menkes menegaskan ada empat indikator kesehatan yang perlu menjadi perhatian masyarakat, yaitu tekanan darah, gula darah, kolesterol, dan obesitas.

Dia, menjelaskan, tekanan darah ideal berada di bawah 120/80 mmHg, kadar gula darah tidak melebihi 200 mg/dL, dan kadar kolesterol sebaiknya berada di bawah 200 mg/dL.

Selain itu, masyarakat juga perlu menjaga berat badan ideal untuk mencegah obesitas yang dapat memicu berbagai penyakit kronis.

Budi mengingatkan agar masyarakat tidak mengabaikan hasil pemeriksaan kesehatan yang menunjukkan angka di atas normal, meskipun tidak merasakan gejala apa pun.

"Kalau hasil pemeriksaan menunjukkan angka di atas normal, jangan dianggap enteng meskipun merasa sehat. Segera datang ke puskesmas atau fasilitas kesehatan yang sudah dibangun oleh Polri untuk mendapatkan penanganan," tambahnya.

 

Polri Berikan Lebih dari 664 Ribu Layanan Kesehatan

Melalui program Cek Kesehatan Gratis, pemerintah berharap kesadaran masyarakat terhadap pentingnya deteksi dini penyakit semakin meningkat sehingga penanganan dapat dilakukan lebih cepat sebelum kondisi berkembang menjadi lebih serius.

Pada kesempatan yang sama, Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo mengatakan bahwa Bakti Kesehatan Polri 2026 telah berlangsung serentak di seluruh Indonesia sejak 1 Juni hingga 1 Juli 2026.

Program tersebut melibatkan sekitar 5.354 tenaga kesehatan dan telah memberikan lebih dari 664 ribu layanan kesehatan kepada masyarakat.

Layanan yang diberikan mencakup pemeriksaan kesehatan gratis, pengobatan umum dan spesialis, operasi katarak, operasi bibir sumbing, donor darah, pemeriksaan laboratorium, skrining stunting, layanan kesehatan ibu dan anak, hingga pelayanan tuberkulosis (TB).

Selain itu, Polri juga meluncurkan Kartu Bhayangkara Prioritas Buruh untuk mempermudah pekerja mengakses layanan kesehatan melalui jaringan rumah sakit Polri di seluruh Indonesia.

"Kartu ini diharapkan dapat mempermudah rekan-rekan buruh untuk mendapatkan layanan pemeriksaan kesehatan di fasilitas kesehatan Polri di seluruh Indonesia," ujarnya.

Sementara itu, Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI), Andi Gani Nena Wea, mengapresiasi sinergi antara Polri dan serikat pekerja dalam mendukung kesehatan buruh di tengah tantangan ekonomi global.

Melalui program Cek Kesehatan Gratis dan Bakti Kesehatan Polri, pemerintah berharap akses layanan kesehatan promotif dan preventif semakin luas, sehingga masyarakat dapat mendeteksi risiko penyakit lebih dini dan menjaga kualitas hidup yang lebih baik.