Menteri Wihaji: Bonus Demografi Jadi Peluang Emas jika SDM Unggul

SDM berkualitas menjadi kunci agar bonus demografi menghasilkan kesejahteraan.

Diterbitkan 19 Juli 2026, 08:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Kepala BKKBN, Wihaji mengatakan bonus demografi merupakan peluang yang hanya datang sekali dalam sejarah suatu negara. Namun, peluang tersebut akan menghasilkan kesejahteraan apabila diiringi dengan pembangunan sumber daya manusia (SDM) yang berkualitas.

"Bonus demografi adalah peluang emas yang tidak datang dua kali. Namun, peluang ini tidak akan otomatis membawa kesejahteraan tanpa adanya kualitas SDM yang unggul, sehat, produktif, serta bebas dari stunting. Oleh karena itu, sinergitas yang presisi antara kebijakan pemerintah pusat dan implementasi pemerintah daerah mutlak diperlukan," ujar Wihaji dalam forum nasional di Cibinong, Kabupaten Bogor, Senin (13/7/2026).

Pemerintah daerah perlu mengintegrasikan Peta Jalan Pembangunan Kependudukan (PJPK) ke dalam dokumen perencanaan daerah. Menurutnya, isu kependudukan tidak lagi dapat dipandang sebagai urusan sektoral, melainkan menjadi bagian penting dari perencanaan pembangunan.

Di kesempatan itu, Sekretaris Kemendubangga Budi Setiyono mengungkapkan bahwa Indonesia perlu belajar dari pengalaman negara maju yang berhasil melakukan kapitalisasi bonus demografi. Jepang, Taiwan, Korea Utara, dan China termasuk negara yang berhasil mendapatkan manfaat dari bonus demografi.

Berdasarkan data negara tersebut pertumbuhan ekonomi setidaknya diatas 8% untuk mengkapitalisasi bonus demografi secara optimal. Hal ini selaras dengan arahan Presiden Prabowo Subianto dan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN).

Maka dari itu, Budi mendorong agar semua pihak dari pusat ke daerah berusaha melakukan langkah sinergis integratif untuk mendongkrak capaian pertumbuhan ekonomi yang saat ini masih berkisar 5,61% menjadi diatas 8%.

“Bila pertumbuhan ekonomi dapat dicapai 8% maka semua angkatan kerja akan terserap oleh pasar, dan penduduk usia produktif dapat mengaktualisasikan produktifitas mereka secara riil” kata Budi dalam keterangan tertulis.

 

Termasuk Bahas Stunting

Forum yang digelar selama lima hari tersebut juga membahas tiga fokus utama, yakni penyusunan Peta Jalan Pembangunan Kependudukan (PJPK), strategi kapitalisasi bonus demografi, serta percepatan pencegahan dan penurunan stunting.

Dalam acara ini hadir juga pemerintah daerah untuk berbagi praktik baik dalam pengelolaan kependudukan dan penurunan stunting. 

Melalui forum ini, Kemendukbangga harap ada rekomendasi kebijakan konkret serta rencana aksi taktis bagi seluruh pemangku kepentingan daerah agar mampu mengawal pencegahan pravelensi stunting, ketahanan keluarga dan melahirkan generasi berkualitas menyongsong Indonesia Emas 2045.