Nanik Deyang Mundur dari Posisi Kepala BGN, Kenali Jenis Penyakit Jantung

Nanik Deyang bakal berobat ke luar negeri untuk menjalani pengobatan jantung.

Diterbitkan 22 Juli 2026, 10:21 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Nanik Deyang mundur dari Kepala Badan Gizi Nasional (BGN). Penyakit jantung membuat Nanik mundur dari posisi yang ia jabat selama 1,5 bulan terakhir.

"Dengan berat hati akhirnya saya pamit Bapak presiden untuk melakukan pengobatan di LN (luar negeri) untuk jantung saya," kata Nanik di akun Facebook pribadinya. 

Hal senada juga disampaikan Asisten Khusus Presiden Bidang Komunikasi dan Analis Kebijakan Dirgayuza Setiawan bahwa mundurnya Nanik dari jabatan Kepala BGN untuk menjalani pengobatan jantung.

"Hari ini, 22 Juli 2026, Ibu Nanik Deyang berpamitan kepada Presiden Prabowo untuk menjalani pengobatan jantung. Beliau juga mengundurkan diri sebagai Kepala Badan Gizi Nasional," kata Dirgayuza di akun Instagram pribadinya.

Belum ada informasi lebih lanjut mengenai jenis penyakit jantung yang dialami wanita 58 tahun ini. Secara umum, penyakit jantung adalah istilah yang mencakup berbagai gangguan yang dapat memengaruhi fungsi jantung.

Ketika jantung tidak bekerja secara optimal, kemampuannya memompa darah yang membawa oksigen dan nutrisi ke seluruh tubuh ikut terganggu. Padahal, jantung berperan layaknya mesin yang memasok "bahan bakar" agar seluruh organ tubuh dapat berfungsi dengan baik.

Jika fungsi tersebut terganggu, berbagai sistem dalam tubuh pun dapat ikut terdampak seperti mengutip laman Cleveland Clinic.

Jenis Penyakit Jantung

Berikut beberapa jenis penyakit jantung:

  • Penyakit jantung koroner

Salah satu jenis penyakit jantung yang paling umum adalah penyakit arteri koroner (coronary artery disease/CAD), yang juga dikenal sebagai penyakit jantung koroner.

Penyakit ini menyebabkan penyempitan pembuluh darah arteri koroner sehingga meningkatkan risiko serangan jantung.

  • Aritmia

Aritmia adalah kondisi di mana irama jantung tidak normal, bisa terlalu cepat (disebut takikardia) atau terlalu lambat (disebut bradikardia), atau tidak beraturan. Kondisi ini tidak bisa disepelekan karena bisa memicu komplikasi fatal seperti henti jantung mendadak hingga stroke.

  • Penyakit katup jantung

Ini adalah kondisi ketika katup jantung yang menyempit atau tidak dapat menutup dengan sempurna menghambat aliran darah di dalam jantung.

  • Kardiomiopati

Ini adalah kondisi letika otot jantung menjadi menebal atau kaku sehingga tidak mampu memompa darah secara optimal.

  • Gagal jantung

Ini adalah kondisi jantung tidak mampu memompa darah dalam jumlah yang cukup untuk memenuhi kebutuhan tubuh.

  • Gangguan perikardium

Kondisi ketika kantung pelindung jantung (perikardium) yang meradang atau menjadi kaku dapat menekan jantung dan mengganggu fungsinya. 

 

Penyebab Penyakit Jantung

Penyakit jantung dapat disebabkan oleh berbagai kondisi yang memengaruhi fungsi jantung, seperti kerusakan atau jaringan parut pada otot jantung maupun penyumbatan pada pembuluh darah. Penyebabnya pun dapat berbeda-beda, tergantung jenis penyakit jantung yang dialami.

Beberapa faktor yang dapat menyebabkan atau meningkatkan risiko penyakit jantung antara lain:

  • Kelainan genetik atau faktor keturunan.
  • Gangguan fungsi ginjal.
  • Infeksi, termasuk infeksi yang terjadi di luar organ jantung.
  • Gangguan pada kelenjar tiroid.
  • Penyakit autoimun.
  • Proses penuaan.
  • Efek samping obat-obatan tertentu, seperti kemoterapi.
  • Tekanan darah tinggi (hipertensi).

 

Penanganan Penyakit Jantung

Penanganan penyakit jantung bergantung pada jenis gangguan jantung yang dialami. Biasanya dokter merekomendasikan perubahan gaya hidup, pemberian obat-obatan, hingga tindakan medis atau operasi sesuai dengan kondisi pasien.

Beberapa metode penanganan penyakit jantung meliputi:

  • Perubahan gaya hidup. Misalnya mengurangi konsumsi lemak jenuh, berhenti merokok atau menggunakan produk tembakau, serta mulai rutin berolahraga seperti berjalan kaki.
  • Konsumsi obat-obatan. Dokter dapat meresepkan obat untuk membantu mengendalikan tekanan darah dan kadar kolesterol. Obat tertentu juga digunakan untuk mengatasi gagal jantung maupun gangguan irama jantung (aritmia). Obat harus dikonsumsi sesuai petunjuk dokter.
  • Operasi atau prosedur medis. Beberapa pasien mungkin memerlukan operasi jantung terbuka, operasi minimal invasif, atau tindakan ablasi. Prosedur lain yang dapat dilakukan meliputi kateterisasi jantung, pemasangan alat bantu jantung seperti alat pacu jantung, hingga kardioversi untuk mengembalikan irama jantung yang tidak normal.
  • Rehabilitasi jantung. Program ini dilakukan di bawah pengawasan tenaga medis untuk membantu memulihkan fungsi jantung, misalnya setelah serangan jantung. Rehabilitasi jantung biasanya mencakup edukasi pola makan, latihan fisik yang dipantau, serta pendampingan untuk menerapkan gaya hidup yang lebih sehat.   Â