Bekas Luka Tak Kunjung Samar, Kapan Operasi Plastik Dibutuhkan?

Bekas luka tak kunjung samar? Kenali kapan operasi plastik bisa menjadi pilihan untuk mengatasinya.

Diterbitkan 20 Agustus 2026, 11:51 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Bekas luka merupakan bagian dari proses alami penyembuhan kulit setelah mengalami cedera, luka bakar, jerawat, hingga tindakan operasi. Namun, pada sebagian orang, bekas luka bisa tetap terlihat jelas, menebal, cekung, melebar, atau bahkan mengganggu pergerakan.

Kondisi tersebut membuat sebagian orang mencari berbagai cara untuk menyamarkan bekas luka, termasuk melalui operasi plastik. Lantas, kapan operasi plastik dibutuhkan untuk mengatasi bekas luka?

Menurut konsultan senior National Skin Centre, Dr. Suzanne Cheng, operasi plastik tidak bertujuan menghilangkan bekas luka sepenuhnya. Prosedur yang dilakukan lebih tepat disebut sebagai revisi bekas luka atau scar revision, seperti dikutip dari Channel News Asia pada Kamis, 20 Agustus 2026.

"Kami sering kali dapat membuat bekas luka menyatu jauh lebih baik dengan kulit di sekitarnya. Yang sebenarnya kami lakukan adalah revisi bekas luka, yaitu mengganti bekas luka yang kualitasnya kurang baik dengan bekas luka yang lebih rata, halus, tidak terlalu terlihat, dan lebih mudah disamarkan, termasuk dengan makeup," kata Cheng.

Tidak Semua Bekas Luka Membutuhkan Operasi Plastik

Bekas luka memiliki bentuk dan karakter yang berbeda. Ada yang tampak cekung seperti bekas jerawat, menonjol seperti keloid atau bekas luka hipertrofik, melebar, berubah warna, hingga terasa kencang dan membatasi pergerakan.

Oleh sebab itu, lanjut Cheng, penanganannya tidak bisa disamaratakan. Bekas luka dapat ditangani dengan berbagai metode, mulai dari perawatan topikal, lembaran silikon, suntikan, laser, hingga operasi, tergantung jenis dan kondisinya.

Operasi plastik biasanya dipertimbangkan ketika bekas luka cukup mengganggu, baik dari segi penampilan maupun fungsi, terutama jika metode nonbedah tidak memberikan hasil yang optimal.

Tindakan ini dapat dipertimbangkan untuk bekas luka yang lebar, cekung, berada pada posisi yang kurang baik, atau menyebabkan kulit tertarik sehingga mengganggu pergerakan.

Hal penting yang perlu dipahami, operasi plastik tidak dapat mengembalikan kulit menjadi seperti sebelum mengalami cedera.

Tujuan scar revision adalah memperbaiki tampilan bekas luka agar lebih rata, halus, samar, dan menyatu dengan kulit di sekitarnya.

"Yang sebenarnya kami lakukan adalah revisi bekas luka, yaitu mengganti bekas luka yang kualitasnya kurang baik dengan bekas luka yang lebih rata, halus, tidak terlalu terlihat, dan lebih mudah disamarkan, termasuk dengan makeup," kata Cheng.

Dalam kondisi tertentu, dokter dapat mengangkat jaringan parut lama dan membuat sayatan baru untuk mendapatkan hasil yang lebih baik. Teknik seperti Z-plasty atau W-plasty juga dapat digunakan pada kasus tertentu, terutama ketika bekas luka menyebabkan tarikan pada kulit.

Kapan Perlu Konsultasi?

Tidak semua bekas luka membutuhkan operasi plastik. Namun, konsultasi dengan dokter kulit atau dokter bedah plastik dapat dipertimbangkan jika bekas luka terus membesar, menebal, terasa gatal atau nyeri, mengganggu pergerakan, atau sangat mengganggu penampilan.

Dokter akan menilai jenis, ukuran, lokasi, usia, serta karakter bekas luka sebelum menentukan penanganan yang paling sesuai.

Dengan demikian, operasi plastik untuk bekas luka bukan bertujuan menghapusnya sepenuhnya. Prosedur ini lebih ditujukan untuk memperbaiki tampilan bekas luka atau mengatasi gangguan fungsi yang ditimbulkannya.