Liputan6.com, Jakarta - Penyintas kanker tetap perlu menjalani pemeriksaan rutin meski telah menyelesaikan pengobatan dan memasuki masa remisi. Pemantauan dilakukan secara berkala untuk melihat kondisi kesehatan dalam jangka panjang.
Dokter Santi Christiani Gultom, Sp.PD-KHOM mengatakan, pemeriksaan tersebut menjadi bagian dari surveillance yang perlu dijalani penyintas kanker setelah menyelesaikan pengobatan.
“Seorang cancer survivor tidak serta-merta jadi bebas hidupnya setelah selesai pengobatan atau remisi. Tentu saja akan ada rangkaian pemeriksaan yang akan dijalankan pastinya, yang dinamakan surveillance time,” kata Santi dalam MRCCC Siloam Semanggi Media Hospital Tour 2026 di Jakarta, Selasa (1/9/2026).
Advertisement
Pada dua tahun pertama setelah pengobatan, penyintas kanker perlu menjalani pemeriksaan secara rutin. Pemeriksaan dapat meliputi pemeriksaan fisik, CT scan, maupun PET scan setiap tiga hingga enam bulan.
Setelah melewati dua tahun, frekuensi pemeriksaan dapat dilakukan setiap enam hingga 12 bulan hingga lima tahun. Setelah periode tersebut, pemeriksaan dapat dilakukan setahun sekali seperti mengutip Antara.
Pemeriksaan tersebut menjadi bagian dari pemantauan kondisi penyintas setelah menyelesaikan pengobatan sekaligus membantu memastikan kondisi kesehatan tetap terpantau dalam jangka panjang.
Gaya Hidup Sehat Sebagai Keseharian
Penyintas kanker perlu menjadikan pola hidup sehat sebagai bagian dari keseharian setelah menjalani pengobatan.
“Lifestyle, olahraga, pola makanan yang sehat, rutin istirahat, tidak boleh stres, tidak boleh minum alkohol, merokok, dan sebagainya. Itu sudah harus menjadi gaya hidup seorang cancer survivor maupun para cancer warrior,” ujarnya.
Ia mengatakan perubahan pola hidup tersebut perlu diterapkan secara berkelanjutan setelah pasien menyelesaikan terapi.
Santi menambahkan penyelesaian pengobatan kanker tidak serta-merta berarti pasien dapat menghentikan perhatian terhadap kondisi kesehatannya. Pemantauan dan penerapan pola hidup sehat tetap diperlukan sebagai bagian dari perjalanan setelah pengobatan.
Advertisement
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5359126/original/045528800_1758620783-OJK.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5463536/original/058765400_1767636182-Untitled.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9331557/original/037451000_1787549916-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-08-24T123722.755.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9337309/original/008779100_1788240212-cek_fakta_-_pinjol_ojk.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4587986/original/007078600_1695640872-national-cancer-institute-SMxzEaidR20-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4810736/original/050619100_1713881750-matt-palmer-kbTp7dBzHyY-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9337757/original/058713600_1788255967-20260901_103044.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3220677/original/041613900_1598513373-photo-1559757175-0828e13882ed.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9337834/original/077654600_1788259055-20260901_105620.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4752970/original/044544400_1708917243-kenny-eliason-5ddH9Y2accI-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9337780/original/021957000_1788256734-55501764799_34c22358c3_c.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3493827/original/042762400_1624690573-photo-1507070491081-c86dc15d6e12.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9296829/original/098179900_1784027448-Kolom_Pakar_Prof_Tjandra_Yoga_Aditama.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9337729/original/012024300_1788254589-55501764924_e2ba7a77e7_c.jpg)