Gejala Usus Buntu, Tak Selalu Diawali Nyeri Perut Kanan Bawah

Dokter ungkap nyeri perut pada usus buntu bisa dimulai pada sekitar pusar atau ulu hati bar berpindah ke sisi perut kanan bawah.

Diterbitkan 02 September 2026, 08:30 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Anggota Unit Kerja Koordinasi (UKK) Gastrohepatologi Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) Dr. Himawan Aulia Rahman, Sp.A, Subsp.G.H.(K) mengingatkan orang tua tidak perlu menunggu munculnya nyeri di perut kanan bawah untuk mencurigai radang usus buntu atau appendicitis akut pada anak.

Himawan menjelaskan sakit perut akibat usus buntu pada anak tidak selalu langsung terasa di perut kanan bawah. Nyeri dapat lebih dulu muncul di sekitar pusar atau ulu hati sebelum kemudian berpindah ke perut kanan bawah, sehingga perkembangan dan perubahan keluhan sakit perut perlu diperhatikan.

Pada anak yang lebih besar, remaja, maupun orang dewasa, usus buntu umumnya memiliki pola gejala yang khas. 

Kondisi tersebut, menurut Himawan, biasanya diawali dengan berkurangnya nafsu makan, kemudian sakit perut di sekitar pusar atau ulu hati, dilanjutkan muntah, sebelum akhirnya rasa sakit berpindah ke perut kanan bawah.

Gejala tersebut tidak selalu muncul dengan urutan yang sama, terutama pada anak kecil atau usia bawah lima tahun yang belum mampu menjelaskan dengan jelas bagian perut yang sakit dan seperti apa rasa sakitnya.

“Karena dia sendiri tidak bisa, pasiennya sendiri tidak bisa mendeskripsikan sakitnya dengan jelas,” ujar Himawan dalam sesi daring bersama IDAI pada Selasa (1/9/2026) mengutip Antara.

Gejala Perlu Waspada

Himawan mengatakan orang tua perlu lebih waspada apabila sakit perut anak semakin berat, terutama jika sakit terasa di perut kanan bawah. Rasa sakit yang bertambah ketika anak bergerak, berjalan atau meloncat juga perlu diperhatikan.

Selain itu, muntah yang muncul setelah sakit perut dan demam yang menyertai sakit perut juga menjadi tanda yang perlu diwaspadai.

“Jadi kalau ada tanda-tanda bahaya ini, kita harus juga (mencurigai) salah satunya adalah usus buntu,” katanya.

Ia menambahkan, sakit perut pada anak dapat disebabkan berbagai kondisi lain, seperti infeksi saluran pencernaan, sembelit, atau infeksi saluran kemih. Karena itu, orang tua sebaiknya membawa anak ke dokter untuk mendapatkan penilaian apabila keluhan semakin berat atau anak tampak sangat sakit, lemas, cenderung tidur, atau merintih.