Liputan6.com, Jakarta - Kesibukan pekerjaan dengan jadwal harian yang padat kerap membuat orang tua pekerja memiliki waktu terbatas untuk berinteraksi dengan anak. Kondisi ini dapat memunculkan rasa cemas dan bersalah karena khawatir hubungan emosional dengan buah hati menjadi renggang.
Padahal, membangun bonding dengan anak tidak selalu membutuhkan waktu panjang atau kegiatan besar. Koneksi emosional justru dapat dibangun melalui momen-momen sederhana yang dilakukan secara rutin.
Sebagian orang tua mungkin menganggap kedekatan dengan anak harus dibangun melalui kegiatan khusus, seperti liburan atau aktivitas yang membutuhkan banyak waktu dan biaya.
Advertisement
Padahal, interaksi bermakna bisa hadir dari rutinitas sederhana yang dilakukan bersama setiap hari.
Founder MINIPON, Nidya Febriani, menceritakan pengalamannya sebagai ibu pekerja yang sempat merasa memiliki keterbatasan waktu untuk berinteraksi dengan anak di tengah kesibukan.
"Di rumah pun belum tentu dekat, karena ada waktu terbatas. Tadi sudah di-mention, nggak semua hal grande ya, nggak harus liburan ke luar negeri yang mahal. Ternyata memang sebenarnya dari hal kecil, makan bareng, ngobrol bareng saat antar anak sekolah. Mungkin bisa build dari hal-hal seperti itu," katanya di Jakarta pada Sabtu (19/9/2026).
Bangun Koneksi dengan Cara 'Menyicil'
Koneksi orang tua dan anak juga tidak harus dibangun sekaligus melalui waktu panjang. Salah satu caranya adalah dengan 'menyicil'Â waktu untuk berinteraksi secara konsisten.
Kreator konten sekaligus ayah, Reza Andhika, mengatakan konsistensi menjadi bagian penting dalam menyediakan waktu untuk anak. Menurutnya, orang tua perlu sengaja mengalokasikan waktu di tengah kesibukan agar momen bersama anak benar-benar tersedia.
"Mungkin mengambil tadi konsep cicilan lah ya. Kalau kita ambil intinya buat aku adalah, nyicil tadi. Karena nyicil itu kan apa? Harus konsisten. Saya selalu bilang, kalau kita nggak slot-in waktunya, kita nggak siapin waktunya, nggak sempatkan, ya nggak akan ada," katanya.
Tanpa komitmen untuk menyediakan waktu, kesibukan sehari-hari dapat membuat interaksi dengan anak terus tertunda.
Psikolog Rumah Dandelion, Orissa Anggita Rinjani, menjelaskan, perilaku anak juga dapat menjadi tanda ketika mereka membutuhkan koneksi emosional dan perhatian dari orang tua.
Menurutnya, setiap perilaku anak memiliki tujuan tertentu. Salah satunya adalah mendapatkan perhatian. Ketika kebutuhan tersebut belum terpenuhi, anak bisa mencari berbagai cara untuk mendapatkannya, termasuk melalui perilaku yang kurang positif.
"Sebenernya setiap perilaku itu pasti ada tujuannya, bisa beda-beda gitu. Salah satu tujuannya adalah atensi gitu kan, bisa jadi ketika memang belum mendapatkan itu dari companion-nya, maka dia akan mencari cara gimana caranya dapat, walaupun terkadang caranya bisa jadi negatif," ujar Orissa.
Fokus 15-30 Menit Setiap Hari
Koneksi emosional dengan anak dapat dibangun melalui aktivitas sederhana, seperti membaca buku cerita atau bermain kartu bersama.
Yang terpenting bukan seberapa besar aktivitas yang dilakukan, melainkan kualitas perhatian orang tua ketika menghabiskan waktu bersama anak.
Reza mengatakan, keterikatan emosional dapat dipupuk secara bertahap melalui waktu berkualitas yang dilakukan dengan fokus.
"Koneksi kan nggak harus selama 8 hari untuk anak aja gitu, sebenarnya tapi yang penting bangun setiap hari pelan-pelan 15 menit, 30 menit, tapi fokus gitu,"Â ujarnya.
Menyisihkan sekitar 15 hingga 30 menit setiap hari untuk berinteraksi secara fokus, tanpa terdistraksi aktivitas lain, dapat menjadi salah satu cara membangun koneksi emosional secara bertahap.
Reza juga menyoroti bagaimana perilaku anak ketika beranjak dewasa dapat berkaitan dengan pengalaman kedekatan mereka dengan orang tua sejak kecil.
"Tadi Mbak Orissa bilang, perilaku-perilaku yang mungkin dulu kita dibilang nakal, sebenarnya mungkin solusinya ya datang dari orang tua, dari companions-nya, karena mungkin butuh perhatiannya," ujar Reza.
MINIPON Hadir sebagai Sarana Bermain Bersama Anak
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9353552/original/044045900_1789969050-WhatsApp_Image_2026-09-21_at_11.37.03.jpeg)
Sebagai working mom yang berangkat pagi dan pulang sore hingga malam, mengobrol atau bercengkerama dengan anak menjadi tantangan tersendiri bagi Nidya.
Ketika pulang bekerja, misalnya, anak terkadang sudah terlelap. Kondisi tersebut membuatnya merasa waktu untuk membangun kedekatan semakin terbatas.
"Kenapa sih Minipon itu ada? Karena aku merasa dalam 24 jam bersama anakku, ternyata tidak seutuh itu. Jadi memang itu tuh yang membuat ‘pengen deh, apa ya yang bisa bikin aku tuh mungkin lebih dekat dengan anak’. Kayak, kita harus build dari hal-hal sederhana," ujarnya.
Hal tersebut kemudian menjadi salah satu visi MINIPON, yakni menyediakan cara atau sarana yang dapat membantu orang tua membangun koneksi dengan anak.
Menurut Nidya, hal-hal sederhana yang sudah ada dalam keseharian sebenarnya bisa menjadi kesempatan untuk meningkatkan kedekatan dengan anak.
Yang dibutuhkan adalah kesadaran orang tua untuk melihat kesempatan tersebut serta tools yang dapat membantu memanfaatkannya.
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5433901/original/080742000_1764906305-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2025-12-05T103803.223.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9353576/original/002126400_1789969776-cek_fakta_-_papua.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9353288/original/089120400_1789959015-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-09-21T094827.860.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9353323/original/048061500_1789960533-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-09-21T101401.683.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9353536/original/012125000_1789968723-20260919_091409.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5447736/original/015145700_1765962219-Vertical_500x656_-_SIXtainability.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9350795/original/061905200_1789630521-ChatGPT_Image_17_Sep_2026__14.15.53.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4647050/original/096680300_1699881296-Tempat_Sampah.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9347871/original/082698900_1789371708-ChatGPT_Image_14_Sep_2026__14.36.52.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9352169/original/056693800_1789732852-Foto_1_credit_WWF-Indonesia_Ilham_Andriansyah.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9346285/original/094214300_1789120119-file_0000000047f882308af83e40b22f096a.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1176605/original/028391000_1458444646-20160319-Earth-Hour-di-kawasan-Bundaran-HI-Fanani-4.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3929526/original/096494900_1644470631-jesse-schoff-Ph2KtIqKs7c-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9349154/original/070984700_1789475303-WhatsApp_Image_2026-09-15_at_7.23.17_PM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5349953/original/059135700_1757945389-Bapenas.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9346936/original/048560000_1789222746-WhatsApp_Image_2026-09-12_at_19.50.01.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5010796/original/017006400_1731931573-20241117_084948.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3518881/original/000279300_1627027346-karbon_un.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9339610/original/074660000_1788421426-c02d4115-9d80-4356-9f03-037e69d4192a.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4747005/original/010566600_1708342295-alexander-dummer-UH-xs-FizTk-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3513686/original/037618500_1626515164-xavier-mouton-photographie-MRWHSKimBJk-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4683721/original/035750700_1702383381-alireza-attari-SBIak0pKUIE-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4823411/original/015105800_1714990585-IMG_2377.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5111885/original/068924700_1738068911-pemimpin.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9320377/original/045618600_1786347942-03e8cfbc-3e37-4007-bf70-cdaef1056912.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9319288/original/041503000_1786232080-Dokter_Tiwi_Spesialis_Anak.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4028230/original/026555300_1653022810-mother-her-son-are-posing-studio-wearing-casual-clothes.jpg)