Liputan6.com, Jakarta - Penyakit jantung seperti serangan jantung tidak hanya menjadi masalah kesehatan pada kelompok lanjut usia. Kini, kelompok usia produktif pun perlu mewaspadai risikonya, termasuk mereka yang masih berusia 20 hingga 45 tahun.
Ketua Umum Yayasan Jantung Indonesia (YJI) Annisa Pohan Yudhoyono mengatakan populasi penyakit jantung di Indonesia paling besar berada pada rentang usia 18 hingga 45 tahun, dengan kelompok usia 25 hingga 34 tahun menjadi kelompok terbesar.
“Jadi jangan pikir karena masih muda, enggak usah mengecek jantung. Walaupun kita masih 30-an, masih 40-an, kalau bisa setidaknya sekalilah dalam usia itu kita cek jantung,” kata Annisa dalam konferensi pers Hari Jantung Sedunia 2026 di Jakarta, Rabu (24/9/2026).
Advertisement
Ditambahkan Ketua Pengurus Pusat Perhimpunan Dokter Spesialis Kardiovaskular Indonesia (PERKI) dr. Ade Meidian Ambari, Sp.JP(K), Ph.D, masyarakat yang memiliki riwayat serangan jantung pada keluarga untuk melakukan pemeriksaan kesehatan sejak dini.
Ade menyarankan pemeriksaan dilakukan setelah usia 20 tahun bagi mereka yang memiliki orang tua dengan riwayat serangan jantung sebelum usia 55 tahun pada laki-laki atau sebelum 65 tahun pada perempuan.
Jika hasil pemeriksaan normal, pemeriksaan berikutnya dapat dilakukan lima tahun kemudian.
Sementara itu, masyarakat berusia di atas 40 tahun dianjurkan melakukan pemeriksaan kesehatan setiap tahun. Sehingga bila ada masalah kesehatan bisa terdeteksi dini.
Penyebab Serangan Jantung kini Serang Usia Makin Muda
Ade mengungkapkan bahwa kini makin banyak serangan jantung di usia muda.
"Serangan jantung itu sering terjadi usia antara 20 sampai 45 tahun,” kata Ade.
Jika dulu merokok menjadi penyebab utama serangan jantung, dalam 5-10 tahun terakir hipertensi alias tekanan darah tinggi yang jadi penyebab utama. Tingginya tekanan darah dengan pola konsumsi masyarakat, termasuk kebiasaan mengonsumsi makanan asin. Maka dari itu, konsumsi garam batasi satu sendok teh per hari.
Selain hipertensi dan merokok, Ade menyebut kolesterol tinggi dan diabetes sebagai faktor risiko penyakit kardiovaskular.
Advertisement
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9356963/original/076849000_1790227753-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-09-24T122607.841.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9348780/original/066704200_1789457937-cek_fakta_-_pekerja_migran.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9337193/original/082818200_1788236451-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-09-01T111508.347.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9339837/original/071003300_1788430175-alat_pertanian_-cek_fakta.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4580556/original/092818400_1695101161-robina-weermeijer-z8_-Fmfz06c-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5447736/original/015145700_1765962219-Vertical_500x656_-_SIXtainability.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9356800/original/077671500_1790221190-WhatsApp_Image_2026-09-24_at_09.33.18.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9332646/original/012342700_1787713788-e321c65d-e224-4b30-b5f9-c7dc77968345.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3940632/original/006857000_1645419592-caterpillar_6020b_equipina.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9355283/original/019472000_1790097211-WhatsApp_Image_2026-09-23_at_00.04.59.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9350795/original/061905200_1789630521-ChatGPT_Image_17_Sep_2026__14.15.53.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4647050/original/096680300_1699881296-Tempat_Sampah.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9347871/original/082698900_1789371708-ChatGPT_Image_14_Sep_2026__14.36.52.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9352169/original/056693800_1789732852-Foto_1_credit_WWF-Indonesia_Ilham_Andriansyah.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9346285/original/094214300_1789120119-file_0000000047f882308af83e40b22f096a.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1176605/original/028391000_1458444646-20160319-Earth-Hour-di-kawasan-Bundaran-HI-Fanani-4.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3929526/original/096494900_1644470631-jesse-schoff-Ph2KtIqKs7c-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9349154/original/070984700_1789475303-WhatsApp_Image_2026-09-15_at_7.23.17_PM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9351399/original/099335900_1789691334-WhatsApp_Image_2026-09-18_at_7.25.51_AM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9335678/original/081826900_1788020190-lee_yong_joo.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9312749/original/039436000_1785555775-WhatsApp_Image_2026-08-01_at_10.41.55.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5478851/original/077779500_1768952518-Untitled_design__5_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3049754/original/085867100_1581593641-alexandru-acea-RQgKM1h2agA-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5115197/original/080520500_1738292898-2fb9c2f3-294b-49f7-aeed-c3693e95252c.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5304861/original/058156100_1754287801-lawrence-crayton-ICwuKvw9QJk-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4164091/original/082258500_1663638092-mufid-majnun-X4Hypm5HBfA-unsplash_1_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9292648/original/034116000_1783640945-menkes.jpeg)