Daun Pegagan dan Kencur Hitam Berpotensi Jadi Obat Radang Saraf Mata

Saat ini pengobatan saraf radang mata masih andalkan pemberian kortikosteroid dosis tinggi.

Diterbitkan 29 Juli 2026, 06:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Daun pegagan (Centella asiatica) atau gagan-gagan selama ini dikenal sebagai tanaman herbal yang banyak dimanfaatkan dalam pengobatan tradisional. Sementara itu, kencur hitam (Kaempferia galanga) kerap diolah menjadi minuman jamu. Kombinasi kedua tanaman tersebut tengah diteliti karena dinilai berpotensi menjadi terapi pendamping untuk membantu pasien yang mengalami radang saraf mata atau neuritis optik.

Penelitian ini dilakukan oleh tim dari Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan Universitas Gadjah Mada (FK-KMK UGM). Studi tersebut berangkat dari besarnya potensi tanaman herbal lokal yang dipadukan dengan pendekatan ilmiah untuk menghasilkan terapi berbasis bukti.

Dr. Indra Tri Mahayana, Ph.D., Sp.M., FRSPH., dari Departemen Ilmu Kesehatan Mata FK-KMK UGM mengatakan kombinasi daun pegagan dan kencur hitam menunjukkan potensi sebagai terapi pendamping bagi penderita neuritis optik berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan.

"Kencur hitam merupakan salah satu tanaman herbal khas Yogyakarta yang memiliki potensi untuk dikembangkan menjadi produk unggulan yang dapat menambah nilai ekonomi," kata Indra dalam FGD penelitian tematis bertajuk Wedang Sahaja: Formulasi Daun Pegagan dan Kencur Hitam sebagai Suplemen Pasien Saraf Mata melalui Pemberdayaan UMKM dan Komunitas Difabel di Kota Yogyakarta, Rabu (22/7/2026) mengutip laman UGM.

Neuritis optik merupakan peradangan pada saraf optik yang dapat menyebabkan gangguan penglihatan, mulai dari penglihatan kabur hingga penurunan tajam penglihatan. Kondisi ini membutuhkan penanganan medis karena dapat memengaruhi fungsi penglihatan secara signifikan.

Saat ini terapi utama untuk neuritis optik akut masih mengandalkan pemberian kortikosteroid dosis tinggi. Meski demikian, para peneliti terus mengembangkan terapi pendamping yang diharapkan mampu memberikan efek neuroprotektif atau melindungi sel-sel saraf dari kerusakan.

"Hasil penelitian menunjukkan bahwa kombinasi kencur hitam dan daun pegagan berpotensi memberikan manfaat yang sebanding dengan vitamin B12 dalam membantu mempertahankan fungsi penglihatan pada pasien neuritis optik akut," ujar dr. Muhammad Taufiq Hidayat dari Departemen Ilmu Kesehatan Mata FK-KMK UGM.

Pemberdayaan Ekonomi Lewat Produk Herbal Lokal

Selain berfokus pada aspek kesehatan, penelitian ini juga mengusung pemberdayaan ekonomi masyarakat melalui pengembangan produk herbal lokal.

Founder, Konseptor, dan Tenaga Ahli Global Gotong Royong (G2R) Tetrapreneur sekaligus Dosen Fakultas Ekonomika dan Bisnis UGM, Rika Fatimah P.L., S.T., M.Sc., Ph.D., mengatakan pihaknya turut mengedukasi masyarakat agar lebih mengenal dan mengonsumsi produk-produk lokal hasil UMKM.

Menurut Rika, produk lokal memiliki karakteristik dan kapasitas produksi yang berbeda dibandingkan industri berskala besar sehingga membutuhkan ekosistem pasar yang mendukung keberlanjutannya.

Melalui penelitian ini, pengembangan produk herbal tidak hanya diarahkan sebagai inovasi kesehatan berbasis bukti ilmiah, tetapi juga sebagai upaya memperkuat ekonomi masyarakat. Pendekatan tersebut diharapkan dapat menciptakan rantai nilai yang memberikan manfaat bagi petani, pelaku UMKM, komunitas difabel, akademisi, pemerintah, hingga konsumen.

"Keberhasilan sebuah usaha tidak hanya ditentukan oleh besarnya omzet, tetapi juga kemampuan membangun keunikan produk, menjaga kesejahteraan para pelaku usaha, serta menghadirkan inovasi yang memberikan manfaat bagi masyarakat," tutur Rika.