Liputan6.com, Jakarta - Psikolog Universitas Gadjah Mada (UGM) Smita Dinakaramani mengatakan, sikap people pleaser dapat terjadi pada siapa saja. Pada dasarnya setiap orang memiliki kebutuhan untuk diterima dan disukai oleh lingkungan sekitarnya.
“Ya ini bisa terjadi ke siapa saja karena pada dasarnya semua orang ingin diterima dan disukai,” ujar Smita.
Lebih lanjut, ia menuturkan ada banyak penyebab atau faktor pendorong alasan seseorang memiliki keinginan kuat untuk menyenangkan orang lain. Salah satunya, kepercayaan diri (self esteem) yang rendah. Saat melihat orang lain lebih keren maka orang dengan kepercayaan diri rendah akan menganggap bahwa perasaan maupun pendapatnya bukanlaiah hal yang penting dibandingkan perasaan dan pendapat orang lain.
Advertisement
“Orang-orang dengan kepercayaan diri rendah kalau mengatakan Yes merasa jadi berguna, tetapi jika menyatakan No jadi merasa tidak berguna,” tutur Smita mengutip laman resmi UGM .
Sikap people pleaser ditujukan untuk menghindari konflik dengan orang lain. Untuk menghindari konflik yang dilihat sebagai perbedaan menjadikan people Pleaser berusaha menyamakan pendapatnya dengan orang lain.
Lalu, rasa cemas karena ingin bisa beradaptasi untuk bisa disukai orang lain. People pleaser memiliki kecemasan karena takut konflik dan ditolak.
“Semua motifnya ya agar semua suka,” katanya.
Faktor lain yang membuat orang menjadi people pleaser adalah faktor budaya. Misalnya di suatu negara memiliki nilai-nilai untuk memprioritaskan kebutuhan orang lain di atas kepentingan diri sendiri akan mempengaruhi masyarakat didalamnya untuk menurunkan nilai tersebut.
Dampak Jadi People Pleaser: Sulit Tahu Keinginan Diri Sendiri
Apabila sikap menjadi people pleaser terus berlangsung jangka panjang bisa mengakibatkan kelelahan fisik dan mental. Sikap people pleaser yang berlebihan dapat berakibat sulitnya mengetahui keinginan diri sendiri (lost sense of self) karena segala yang dilakukan dan dipilihnya tergantung pada orang lain.
Lalu, bisa menyebabkan perasaan tertekan karena tidak menjadi dirinya sendiri. Penampilan juga terabaikan karena acuh terhadap kepentingan diri sendiri.
Bahkan, orang yang di rumah bisa kena dampak gegara saat di luar selalu berusaha menyenangkan orang lain.
“Sikap people pleaser juga bisa berdampak pada hubungan sosial. Saat di tempat kerja berusaha baik ke semua orang lalu sampai rumah sudah capek fisik mental kalau tidak pandai mengelola emosi akhirnya mudah marah pada anggota keluarga,” urainya.
Advertisement
Cara Berhenti Menjadi People Pleaser
Anda bisa berhenti menjadi people pleaser. Bisa dicoba dengan langkah berikut:
Pertama, menanamkan pola pikir untuk bisa menjaga diri sendiri. Mengutamakan diri sendiri tidak berarti menjadi egois karena kebahagiaan orang lain bukan menjadi tanggung jawab utama dan jangan menjadikannya sebagai beban.
Kedua, memahami bahwa kita tidak bisa membuat semua orang senang dan menyukaimu. Hal ini penting untuk dipahami agar tidak memaksakan diri secara terus menerus untuk bisa disukai oleh orang lain karena akan mengakibatkan kelelahan fisik dan mental.
“Pahami tidak semua orang akan menyukai kita. Impossible bisa menyukai orang 100%, bahkan orang terdekat kita pun ada hal-hal yang tidak kita sukai,” jelasnya.
Ketiga, membuat batasan diri menolong orang lain. Kenali kemampuan diri, sejauh mana bantuan yang bisa diberikan.
Keempat, memahami berkonflik tidaklah selalu menjadi hal yang buruk. Mengutarakan pendapat yang berbeda dengan komunikasi yang sehat justru dapat meningkatkan hubungan.
Kelima, cobalah untuk menahan diri untuk tidak spontan menerima permintaan orang lain. Misalnya ada orang yang minta dibantu pekerjaannya atau permintaan tolong lainnya, coba untuk tidak langsung mengiyakan. Ambil waktu untuk memikirkan seberapa penting persoalnnya dan apakah kita berada dalam kapasitas bisa membantu.
Keenam, belajar untuk berkata tidak. Menolak hal yang tidak sesuai dengan perasaan maupun keinginan diri bukanlah berarti menjadi orang yang buruk ataupun menjatuhkan orang lain.
“Belajar pelan-pelan, coba sampaikan pendapat yang kita inginkan dahulu dan baru setelah itu menolak. Misal saat diminta untuk lembur sampai jam 9 malam, sampaikan saya keberatan kalau lembur sampai jam 9 malam karena masih harus mengurus keluarga di rumah dan tawarkan bagaimana jika lemburnya hanya sampai jam 6 saja,” katanya.
Bila cara di atas belum efektif, bahkan sudah sangat menganggu ketenangan jiwa dan relasi sosial, Smita mengimbau untuk jangan ragu meminta bantuan pada tenaga ahli atau profesional untuk berkonsultasi.
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256352/original/040260500_1781154176-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-06-11T120248.984.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5178089/original/060696700_1743292394-mudik_gratis_kemenhub.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9303115/original/003143700_1784619310-mahfud_md_cek_fakta.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5478866/original/025973300_1768955677-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-01-21T071644.645.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/6571583/original/013043700_1779416479-dcstudio_1_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9301812/original/034405000_1784520388-000_C2LJ6NA.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9301606/original/080786700_1784502167-063_2286810313.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9302243/original/013845100_1784537891-063_2286809086.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9303196/original/048589700_1784621624-spain_2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9302438/original/014858100_1784549563-Argentina_s_Lionel_Messi.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9303199/original/035402400_1784622040-Argentina_s_Enzo_Fernandez.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1345712/original/030389700_1473863666-000_G50CY.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9301650/original/002120800_1784510182-AP26200768196604.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9301614/original/015685300_1784504538-063_2286808437.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9302473/original/030559500_1784555002-Spain_s_Gavi__left__falls_as_he_scuffles_with_Argentina_s_Leandro_Paredes__5__and_Thiago_Almada.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9302386/original/025200300_1784544811-argentina.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9301730/original/072758800_1784514690-scaloni.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4783772/original/001490900_1711360814-2149524501.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9302746/original/097699700_1784605976-El_Barack_Anak_Jessica_Iskandar.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9302807/original/075882800_1784607445-shakira_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9296541/original/019763400_1784017022-Ilustrasi_Kopi__Minum_Kopi_oleh_Aditya_Eka_Prawira__1_.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3487242/original/075755400_1624098713-WhatsApp_Image_2021-06-19_at_12.21.27.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4750735/original/077432300_1708658007-danielle-cerullo-Oo-rHghLNhA-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8525189/original/026743800_1782455197-usha_vance.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3892899/original/013170600_1641186118-ephraim-mayrena-zS8jbDBBZk0-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3404780/original/015914900_1616056999-jelleke-vanooteghem-gnxb59lGU1M-unsplash.jpg)