Liputan6.com, Jakarta - Yogyakarta kembali menorehkan tinta emas dalam peta kesehatan mental global. Pada 30 April hingga 3 Mei 2026, kota budaya ini resmi menjadi tuan rumah South-East Asia AFPA Regional Congress 2026. Bertempat di Royal Ambarrukmo Hotel, kongres ini menghadirkan para psikiater, akademisi, peneliti, hingga praktisi kesehatan mental dari berbagai negara untuk bersama merumuskan arah masa depan layanan kesehatan mental di era disrupsi global.
Mengusung tema besar "Mental Health in the Digital Era: Adversity Mental Health Challenges in a Dynamic Global Society", kongres ini secara khusus menyoroti bagaimana tekanan global --- mulai dari pandemi yang baru saja berlalu, konflik geopolitik, krisis iklim, hingga percepatan digitalisasi --- telah mengubah lanskap gangguan mental secara signifikan.
Berbagai studi dalam lima tahun terakhir menunjukkan peningkatan prevalensi kecemasan, depresi, dan burnout di berbagai kelompok usia, terutama pascapandemi COVID-19.
Advertisement
Para pembicara menegaskan bahwa tidak ada negara yang mampu menghadapi tantangan ini sendirian. Kolaborasi lintas batas menjadi keniscayaan, mencakup penguatan sistem kesehatan berbasis komunitas, peningkatan kapasitas tenaga profesional, serta kampanye literasi dan destigmatisasi yang masif.
Stigma terhadap gangguan mental, meski menurun di beberapa negara maju, masih menjadi penghalang utama akses layanan di kawasan berkembang.
Namun, di tengah keterbatasan tersebut, teknologi digital justru membuka babak baru dalam layanan kesehatan mental. Telepsikiatri, aplikasi kesehatan mental berbasis cognitive behavioral therapy (CBT), hingga platform konseling online kini telah menjadi standar layanan di banyak negara.
Bahkan, kecerdasan buatan (AI) mulai dimanfaatkan untuk deteksi dini gangguan mental melalui pola percakapan, ekspresi wajah, atau data dari perangkat wearable.
Teknologi juga memungkinkan layanan yang lebih personal dan privat. Masyarakat di daerah terpencil, yang sebelumnya sulit mengakses psikiater, kini dapat memperoleh pendampingan melalui ponsel pintar. Anonimitas dalam layanan digital juga terbukti mendorong lebih banyak orang untuk mencari pertolongan tanpa takut dihakimi lingkungannya.
Namun demikian, para ahli mengingatkan bahwa transformasi digital tidak datang tanpa risiko. Isu keamanan data dan privasi menjadi sorotan utama, mengingat data kesehatan mental termasuk kategori informasi paling sensitif.
Selain itu, kesenjangan digital (digital divide) masih menjadi tantangan nyata di banyak negara berkembang, termasuk Indonesia. Tidak semua wilayah memiliki akses internet stabil atau perangkat yang memadai, sehingga berpotensi memperlebar kesenjangan layanan.
Â
Layanan Kesehatan Mental Harus Merata
:strip_icc():format(webp):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,540,20,0)/kly-media-production/medias/5573996/original/094562500_1777958383-WhatsApp_Image_2026-05-03_at_08.55.07__1_.jpeg)
Kualitas layanan digital yang bervariasi juga menjadi perhatian. Tanpa regulasi dan standar yang jelas, layanan kesehatan mental digital bisa jadi tidak aman, tidak efektif, bahkan berisiko merugikan pasien.
Oleh karena itu, para psikiater dan tenaga kesehatan mental dituntut tidak hanya mahir secara klinis, tetapi juga melek teknologi dan mampu beradaptasi dengan lanskap digital yang terus berubah.
Selama empat hari kongres berlangsung, peserta mengikuti berbagai sesi ilmiah seperti plenary lectures, simposium interaktif, lokakarya keterampilan digital, hingga presentasi riset lintas negara.
Diskusi yang terjadi tidak hanya teoritis, tetapi sangat aplikatif. Termasuk berbagi kebijakan nasional tentang layanan kesehatan mental berbasis digital, serta pengalaman integrasi AI dalam sistem rujukan psikiatri.
Dalam pidato kuncinya, Presiden Asian Federation of Psychiatric Association (AFPA), Prof. dr. Andi Jayalangkara Tanra, Sp.KJ(K), Ph.D., menegaskan bahwa kesehatan mental kini berada di persimpangan antara inovasi teknologi dan kemanusiaan.
"Kolaborasi regional bukan lagi pilihan, tetapi keharusan. Dunia berubah terlalu cepat untuk kita bekerja sendiri," ujarnya.
Sementara itu, Dr. dr. Suzy Yusna Dewi, Sp.KJ(K), selaku Ketua Pelaksana AFPA Congress, menyampaikan harapannya agar Yogyakarta tidak hanya menjadi tempat bertemunya para ahli, tetapi juga menjadi momentum lahirnya jejaring kerja baru dan percepatan inovasi layanan kesehatan mental di Asia Tenggara.
Di luar ruang konferensi, Yogyakarta juga menyuguhkan kehangatan budaya yang sulit dilupakan. Para peserta diajak menikmati keindahan Candi Borobudur dan Prambanan, serta merasakan langsung keramahan masyarakat lokal.
Suasana ini menjadi latar inspiratif bagi diskusi-diskusi mendalam yang berlangsung dalam kongres.
AFPA 2026 pada akhirnya meninggalkan pesan kuat: kesehatan mental bukan lagi isu pinggiran, melainkan fondasi utama pembangunan manusia abad ke-21.
Di tengah dunia yang bergerak begitu cepat, kemampuan kita menjaga kesehatan mental --- baik secara personal maupun kolektif --- akan menentukan masa depan masyarakat global yang adil, inklusif, dan manusiawi.
dr. Andri, Sp.KJ
Staf Bagian Publikasi AFPA 2026 dan Staf Hubungan Luar Negeri PDSKJI
Advertisement
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5550896/original/089873500_1775711382-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-04-09T120454.556.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5411187/original/066520500_1763004762-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2025-11-13T103028.882.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4866719/original/017032400_1718697583-Pajak1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5497481/original/095565600_1770631238-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-02-09T163415.626.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/figure_images/113/original/006478500_1777957776-Dr._Andri__Sp.KJ__FAPM.jpeg)
:strip_icc():format(webp):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,1180,20,0)/kly-media-production/medias/5573986/original/035360000_1777958283-AFPA_2026.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1372762/original/077068000_1476344055-yogya.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8338665/original/048602300_1782210505-Stale_Solbakken.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9288624/original/094450800_1783327932-000_B9C996W.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9293466/original/077963300_1783718956-063_2285564351.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8262489/original/072589900_1781818934-Switzerland_s_Johan_Manzambi.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9110984/original/061131000_1783049682-lamine.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8264053/original/051807800_1782069676-Spain_s_Lamine_Yamal.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9293456/original/054507100_1783717417-000_B9W36UY.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9293465/original/017817900_1783718956-063_2285562554.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9293455/original/048931800_1783717383-000_B9W36VN.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9110960/original/024723100_1783047145-sp7.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9289078/original/032461700_1783391107-bel11.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9291435/original/001786200_1783562166-argentina.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9289736/original/056646100_1783414299-farhan-abas-cm6shnIfdp4-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9289729/original/001973700_1783413883-IMG_20260707_123810__1_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9289063/original/011096200_1783390641-WhatsApp_Image_2026-07-06_at_21.39.14.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9288068/original/034219000_1783297444-terseret_ombak.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5569120/original/043034100_1777431612-newsCover_2026_4_29_1777417857031-mwcnwf__1_.webp)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9138574/original/057462700_1783075991-WhatsApp_Image_2026-07-03_at_16.29.24.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8964278/original/023515400_1782977806-8puea5od.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8730876/original/077754000_1782817723-1000002927.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1071836/original/021479300_1448938529-penjara.jpg)